Prabowo Targetkan Pinjaman Produktif Rp400 Triliun pada 2027
Prabowo menargetkan pinjaman produktif Rp400 triliun pada 2027 untuk 28 juta keluarga, termasuk petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
Petugas dari BPOM DIY memberikan penjelasan kepada pedagang yang terbukti menjual kerupuk mengandung pewarna tekstil, Senin (2/7/2018).Harian Jogja-Beny Prasetya
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul mengimbau masyarakat lebih teliti dalam membeli produk makanan maupun minuman agar terhindar dari produk pangan yang tidak layak konsumsi selama bulan puasa hingga Lebaran 2023.
BACA JUGA: Awal Puasa, Penjualan Takjil Buka Puasa Naik 3 Kali Lipat
"Masyarakat kami harapkan untuk cerdas dalam memilih dan memilah untuk produk produk makanan atau minuman yang mereka beli atau yang mereka konsumsi," kata Kepala Seksi (Kasi) Farmasi Makanan Minuman dan Alat Kesehatan Dinkes Bantul Heru Purwanto.
Imbauan tersebut penting diperhatikan masyarakat, menyusul masih adanya temuan produk pangan yang izin edar tak berlaku atau kemasan rusak pada kegiatan pengawasan lapangan ke supermarket dan minimarket, Senin (10/4).
Selain produk pangan dalam kemasan, lanjut dia, masyarakat juga perlu lebih cerdas dan teliti dalam membeli produk makanan dan minuman olahan dengan memperhatikan kemasan maupun tampilan makanan.
"Apalagi untuk produk produk pangan olahan dalam kemasan seperti itu, itu harus melakukan istilahnya cek pertama adalah kemasan.Dilihat dulu kemasan apakah kemasan masih utuh atau tidak bersih atau kotor, kemudian robek atau tidak seperti biasa," katanya.
Selain itu, lanjut dia, masyarakat atau konsumen perlu memperhatikan kemasan plastik atau kemasan kaleng harus betul betul masih bisa melindungi produk makanan di dalamnya.
"Jangan sampai kita membeli produk makanan itu yang kemasan sudah rusak ataupun sudah penyok, karena kalau kemasan rusak atau penyok itu ada kemungkinan nanti cemaran mikroba di dalam makanan atau minuman itu," katanya.
Lebih lanjut dia mengatakan dalam rangka melakukan pengawalan produk pangan selama Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1444 Hijriah, pihaknya bersama tim gabungan akan kembali melakukan pengawasan ke sarana distribusi produk pangan pada 12 April, setelah dilakukan pada 10 April.
Dalam kegiatan tersebut tim gabungan, selain melakukan pembinaan kepada pemilik atau pengelola minimarket agar menjual barang yang layak edar, juga mengamankan apabila ditemukan produk pangan yang sudah tidak layak konsumsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo menargetkan pinjaman produktif Rp400 triliun pada 2027 untuk 28 juta keluarga, termasuk petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
Jadwal SIM Polda DIY Jumat 16 Oktober 2026, lengkap dengan lokasi SIM Keliling, SIM Corner, SKUKP, dan syarat perpanjangan SIM.
BMKG memprakirakan cuaca DIY Jumat, 23 Oktober 2026, berawan di lima wilayah dengan suhu 23–32 derajat Celsius.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat, 23 Oktober 2026, tersedia 10 perjalanan dari Stasiun Yogyakarta dan Kutoarjo.
Kemarau panjang di Pengasih, Kulonprogo, membuat Sungai Klampok dan Plelen mengering. Vegetasi perbukitan juga mulai menguning.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat, 23 Oktober 2026, tersedia enam keberangkatan setiap arah dengan tarif Rp12.000.