Advertisement
DIY Majukan Pariwisata dengan Danais
Kabid Perencanaan dan Pengendalian Urusan Keistimewaan Paniradya Kaistimewan DIY, Nur Ikhwan Rakhmanto (kanan) bersama Anggota Komisi B DPRD DIY, RB Dwi Wahyu (tengah) saat menjadi pembicara dalam Acara Talkshow Danais untuk Kemajuan Pariwisata DIY yang digelar, Selasa (11/4/2023). - Harian Jogja - Stefani Yulindriani
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Sebagai daerah tujuan wisata, DIY terus berupaya untuk mengembangkan sektor pariwisata. Saat ini, Dana Keistimewaan (Danais) DIY dapat diakses untuk mengembangkan sektor tersebut.
Kabid Perencanaan dan Pengendalian Urusan Keistimewaan Paniradya Kaistimewan DIY, Nur Ikhwan Rakhmanto menyampaikan sejak 2021 danais dialokasikan untuk Pemda DIY, pemerintah kota/kabupaten, serta kalurahan. Dia menyebut pendanaan tersebut dapat dimanfaatkan pula untuk pengembangan sektor pariwisata sesuai peruntukan di tiap wilayah.
Advertisement
Menurutnya, selama ini alokasi danais di Dinas Pariwisata digunakan untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, penyelenggaraan acara, dan pengembangan objek daya tarik wisata di tingkat Pemda DIY, kabupaten/kota serta kalurahan. “Di DIY banyak pariwisata berbasis masyarakat, yakni destinasi yang dikembangkan oleh masyarakat, sehingga Bantuan Keuangan Khusus (BKK) ke kalurahan sangat baik untuk aplikasikan, karena kalurahan punya potensi yang sangat besar terkait dengan kepariwisataan,” katanya dalam Talkshow Danais untuk Kemajuan Pariwisata DIY, Selasa (11/4/2023).
Nur menyebut desa wisata semakin lama semakin banyak yang terbentuk di DIY, sehingga alokasi anggaran yang diberikan ke desa wisata pun semakin meningkat. Dengan anggaran danais di sektor pariwisata, Nur Ihkwan menyampaikan tujuan akhir pembangunan tersebut untuk pengentasan kemiskinan di DIY. “Mari bersama-sama membangun pariwisata di DIY yang berkualitas,” katanya.
Sementara, Anggota Komisi B DPRD DIY, RB Dwi Wahyu mengatakan sebagai daerah tujuan wisata, DIY perlu mengkaji pemasukan yang didapatkan dari sektor pariwisata. Menurutnya, terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi dalam pengelolaan pariwisata di DIY. “DIY harus punya pramuwisata yang andal yang mampu mengeksplorasi produk pariwisata,” katanya.
Menurutnya, pariwisata dapat menjadi ujung tombak penurunan kemiskinan. “Pariwisata harus menjadi ujung tombak penurunan kemiskinan, sehingga seluruh perencanaan ujung tombaknya pariwisata,” katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Warung Sembako di Jagakarsa Jakarta Jadi Kedok Jual Obat Terlarang
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Masalah THR Lebaran di Bantul Muncul, 1 Kasus Naik ke DIY
- Suara Ibu Indonesia Desak Negara Lindungi Aktivis dari Teror Air Keras
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo 15 Maret 2026, Tarif Rp8.000
- Jadwal KRL Solo ke Jogja Minggu 15 Maret 2026, Tarif Rp8.000
- Jadwal Imsakiyah Jogja 15 Maret 2026, Cek Waktu Sahur dan Buka
Advertisement
Advertisement








