Advertisement
Imbuan Polisi pada Wisatawan yang ke Yogyakarta, Jangan Mandi di Laut
Objek wisata Pantai Glagah, Desa Glagah, Kecamatan Temon. / dok
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Kapolres Kulonprogo, AKBP Nunuk Setiyowati mengimbau agar para wisatawan di destinasi wisata pantai tidak mandi di laut. Hal tersebut dilakukan agar menghindarkan wisatawan dari kecelakaan laut (laka laut).
“Saya sampaikan kepada para orang tua untuk mengawasi anak-anaknya yang tengah bermain di pantai supaya tidak mandi di laut, karena di Laut Selatan terdapat palung dan ombaknya besar,” kata Nunuk dalam keterangan tertulis yang diterima Harianjogja.com, Senin (24/4/2023).
Advertisement
Nunuk memprediksi akan ada peningkatan jumlah pengunjung pada Senin sampai Selasa, 24-25 April 2023. Karena itu, Polres akan memantau kapasitas daya tampung destinasi wisata setiap jam mulai dari pintu masuk atau TPR dan pantauan langsung dengan patroli.
Ia menjelaskan, banyak wisatawan yang mengujungi pantai di Kulonprogo seperti Congot, Bidara, Bugel, Mlarangan, dan Trisik. Selain itu, paling banyak wisatawan pergi ke Pantai Glagah dengan jumlah kunjungan pada Minggu (23/4/2023) mencapai 10.941 orang dalam satu hari.
“Kalau di destinasi wisata di Perbukitan Menoreh yang paling ramai di Taman Sungai Mudal dengan pengunjung mencapai 1.000 orang dan untuk wisata di Kawasan Bukit Menoreh lainnya mencapai ratusan orang,” katanya.
BACA JUGA: Puncak Arus Balik Diprediksi Terjadi Dua Kali
Dengan intensitas pengunjung yang diprediksi terus meningkat, Polres Kulonprogo telah menyiapkan personelnya untuk melaksanakan pengamanan destinasi wisata yang menjadi destinasi di Kulonprogo baik wisata pantai maupun wisata di Perbukitan Menoreh atau sisi Utara Kulonprogo.
Sementara itu, Kabagops Polres Kulonprogo, Kompol Budi Kustanto mengatakan apabila kapasitas atau daya tampung destinasi wisata sudah penuh, maka petugas di lapangan akan berkoordinasi dengan instansi terkait serta pemangku kepentingan untuk menutup sementara destinasi wisata tersebut dan mengimbau serta mengalihkan wisatawan untuk pergi ke destinasi wisata lain.
“Langkah antisipasi ini dilakukan untuk menciptakan rasa nyaman dan aman bagi pengunjung sebagai upaya meminimalkan manajemen risiko gangguan kamtibmas,” kata Budi dalam keterangan tertulis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Mentan: Pangan Nasional Aman Meski El Nino Ekstrem Mengancam
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Hidup di Jogja 2026, Hitungan Versi BPS dan Perkiraan Riil
- Pacuan Kuda Bantul Makin Meriah STY dan Es Krim Jadi Magnet
- Jenazah 2 Prajurit Gugur di Lebanon Tiba di Lanud Adisutjipto
- Belanja Pegawai Bantul Tembus 34 Persen Rekrutmen Dipangkas
- Sultan HB X Minta Pengusutan Gugurnya Tiga Prajurit TNI
Advertisement
Advertisement






