Anggota DPRD Sleman Wahyudi Kurniawan Soroti Ketahanan Pangan dan Ekonomi Tempel
Anggota DPRD Sleman Wahyudi Kurniawan mendorong penguatan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kapanewon Tempel.
Suasana di Jalan Malioboro, Kota Jogja. /Harian Jogja-Gigih M. Hanafi
Harianjogja.com, JOGJA–Ribuan wisatawan memadati ruas Jalan Malioboro, Senin (24/4/2024). Dari pantauan reporter Harian Jogja pada Senin (24/4/2023) sore ruas Jalan Malioboro telah dipadati sejumlah wisatawan yang berkendara dengan mayoritas kendaraan didominasi mobil pribadi.
Kedua trotoar di sisi Jalan Malioboro pun dipadati wisatawan. Sebagian wisatawan berkunjung secara bergerombol, sebagian dengan keluarganya sebagian lainnya dengan temannya.
Wisatawan yang berkunjung pun tampak sebagian menggunakan bangku yang disediakan di trotoar sisi Jalan Malioboro, sebagian lainnya pun tampak beristirahat dengan duduk di lantai trotoar.
Kepadatan wisata Yogyakarta, juga terjadi di sejumlah jalan yang menghubungkan ke Jalan Malioboro antara lain Jalan Pajeksan, Jalan Dagen, dan Jalan Sosrowijayan. Sejumlah wisatawan yang menggunakan becak dan andong pun terlihat melintas di jalan-jalan tersebut.
Sementara dari arah selatan ke arah utara, di Jalan Mataram dan Jalan Perwakilan juga terdapat parkir untuk kendaraan motor dan mobil. Sementara jalan di sekitar Malioboro lainnya, seperti Jalan Sosrowijayan juga dipadati motor yang terparkir.
Meski kepadatan terjadi, namun arus lalu lintas terpantau ramai lancar. Sejumlah polisi juga disiagakan di sepanjang Jalan Malioboro untuk membantu mengurai kepadatan lalu lintas. Selain itu, sejumlah wisatawan pun menanyakan terkait tempat parkir atau arah jalan ke polisi yang bertugas.
Martini warga Solo bersama keluarganya menyempatkan berkunjung ke Kota Jogja selama sehari. Dalam kunjungannya kali ini, dia memilih menghabiskan waktu di kawasan Malioboro dan Taman Pintar Yogyakarta.
Dia pun mengaku terkesan dengan penataan di kawasan Malioboro. Menurutnya penataan kali ini dirasa lebih nyaman bagi pejalan kaki. “Sekarang sudah bagus dan bersih. Sudah nyaman untuk jalan,” katanya.
Selain itu, Lanang, warga Bumiayu berkunjung ke Jogja bersama temannya. Dia pun mengaku tiba di Jogja pagi tadi dan rencananya akan kembali ke daerah asalnya malam ini.
Selama berkunjung ke Kota Jogja, Lanang pun menyempatkan membeli oleh-oleh khas Jogja di sekitar Malioboro. Menurutnya, harga oleh-oleh yang dijual cukup terjangkau. “Harganya terjangkau, merata di kalangan bawah,” katanya.
Pakwe, salah satu pedagang di sekitar Kawasan Malioboro mengaku dalam dua hari ini mengalami kenaikan penjualan. Kenaikan penjualan tersebut menurutnya karena dia menerapkan diskon untuk sejumlah produk oleh-oleh yang dijualnya. Untuk setiap kotak bakpia berisi 10, dia biasanya mematok harga Rp20.000. Namun untuk pembelian tiga kotak, pembeli hanya dikenai harga Rp54.000.
Meski begitu, menurutnya dagangannya lebih laris pada lebaran tahun lalu dibandingkan lebaran tahun ini. “Sudah banyak wisatawannya, cuma untuk daya tarik pembelinya belum ada kenaikan, mungkin masih di tempat saudaranya,” katanya.
Dia pun berharap meski esok hari sejumlah pekerja telah masuk kerja, namun diharapkan dalam seminggu ke depan tetap ada peningkatan penjualan dari suasana wisata Yogyakarta pada Lebaran tahun ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggota DPRD Sleman Wahyudi Kurniawan mendorong penguatan ketahanan pangan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kapanewon Tempel.
Gibran menyebut Indonesia memiliki sumber daya untuk ekosistem kendaraan listrik, tetapi inovasi dan penguasaan teknologi masih perlu diperkuat.
Kredit UMKM DIY mencapai Rp27,50 triliun pada Agustus 2026, tetapi melambat 2,05%. OJK mencatat NPL UMKM mencapai 8,32%.
DPRD Bantul menyoroti potensi pemangkasan TKD pada 2027 setelah anggaran tahun ini dipangkas lebih dari Rp150 miliar.
Mabes TNI memantau TMMD ke-130 di Bantul. Progres pembangunan talut mencapai 55%, cor beton 65%, serta jalan dan gorong-gorong 85%.
Pemkot Jogja menyiapkan bantuan biaya pengobatan bagi korban kericuhan Malioboro ber-KTP Jogja yang belum tercover pembiayaan kesehatan.