Digitalisasi Pasar Bantul Meluas, 10.370 Pedagang Beralih ke Transaksi QRIS
Digitalisasi pasar Bantul meluas. Hampir seluruh dari 10.370 pedagang di 33 pasar telah menggunakan QRIS sebagai alternatif pembayaran.
Ilustrasi Hotel- Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Para pelaku industri perhotelan di wilayah Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) harus mengelus dada lantaran tingkat okupansi hotel di masa Lebaran tahun ini tidak seperti tahun lalu dan tidak sesuai harapan. Rata-rata tingkat hunian hanya mencapai angka 80% menurun dibandingkan tahun laku yang ada di angka 90%.
"Kondisi kurang dari 80 persen. Tidak sebagus tahun lalu," ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul Yohanes Hendra Dwi Utomo, Selasa (25/4/2023).
Menurutnya, para pelaku industri perhotelan di Yogyakarta cukup kecewa lantaran tingkat okupansi tak sesuai target. Tingkat hunian hotel di Bantul khususnya hotel bintang tak sampai 80 persen. Sedangkan saat libur Lebaran tahun 2022 yang lalu justru tingkat hunian hotel di atas 90%.
"Memang ada penurunan tingkat hunian hotel pada libur Lebaran tahun 2023 dibandingkan libur Lebaran tahun 2022," katanya.
Kondisi yang kurang menguntungkan bagi anggota PHRI telah dimulai sejak bulan Ramadan dengan larangan buka bersama ASN dan pejabat negara yang dampaknya sangat dirasakan oleh anggota PHRI Bantul. Harapan mendapatkan pundi-pundi uang saat Ramadan pupus ditambah tingkat hunian hotel di Yogyakarta tidak sesuai dengan harapan.
"Saya tidak tahu apakah ini karena daya beli masyarakat menurun karena baru saja bangkit dari pandemi Covid-19 atau ada faktor lainnya," ucapnya.
Hendra menilai adanya perbedaan perayaan Lebaran tahun ini juga berpengaruh terhadap tingkat hunian hotel dan juga restoran yang ada di Bumi Projotamansari.
"Kondisi ini juga bisa terlihat dari kunjungan wisatawan ke destinasi wisata di Bantul baru ramai pada hari Senin (24/4/2023) kemarin atau H+2 Lebaran. Namun sebelumnya masih sepi," katanya.
Lebih lanjut Hendra mengatakan libur Lebaran lebih banyak dinikmati oleh pelaku wisata di destinasi wisata pantai terutama Pantai Parangtritis yang memang menjadi destinasi paling favorit di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. "Kunjungan wisata ke pantai saja baru ramai mulai H+2 Lebaran, sebelumnya kan sepi karena adanya perbedaan hari Lebaran," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Digitalisasi pasar Bantul meluas. Hampir seluruh dari 10.370 pedagang di 33 pasar telah menggunakan QRIS sebagai alternatif pembayaran.
Pembangunan rusun ASN Sleman belum terealisasi akibat kendala pengadaan tanah. Pemkab Sleman kaji opsi penggunaan tanah kas desa (TKD).
PB PDGI menyebut 95% masyarakat Indonesia rutin sikat gigi, namun kurang dari 3% yang melakukannya di waktu tepat: setelah sarapan dan sebelum tidur.
Ahmad Sahroni mendesak Korlantas Polri evaluasi ujian SIM dan usut sindikat SIM palsu usai Polres Siak menangkap delapan tersangka.
Ketum Golkar Bahlil Lahadalia sebut kasus korupsi Fahd El Fouz sebagai musibah. Doli Kurnia sebut perbuatan Fahd jadi bahan evaluasi kaderisasi.
Balai Diklat Keuangan (BDK) Yogyakarta menyiapkan berbagai program pembelajaran dan pengembangan kompetensi yang menyasar aparatur pemerintah