Kendala Gawai dan Jaringan Hambat Aktivasi IKD di Gunungkidul
Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Gunungkidul baru mencapai 6,4 persen. Disdukcapil memperluas layanan jemput bola untuk mengejar target 20 persen pada
Taman Safari Indonesia/Ist
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Rencana Pembangunan Taman Safari Panggang sudah mencuat sejak awal 2020 lalu. Meski demikian, hingga sekarang rencana investasi tersebut belum direalisasikan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan, masih menunggu keseriusan dari investor guna pembangunan Taman Safari Panggang di Kalurahan Girisuko, Panggang. Sebelum terjadi pandemi corona, pihak investor sudah mengurus izin ke Badan Pertanahan Nasional terkait dengan lokasi lahan pembangunan.
“Setelah itu berhenti. Kabar terbaru, pihak investor mencari bantuan permodalan dengan menggandeng investor asal Singapura. Untuk kepastiannya, kita tunggu saja seperti apa perkembangannya,” kata Irawan kepada wartawan, Senin (24/4/2023).
Menurut dia, pandemi corona memberikan dampak terhadap lini perekonomian di masyarakat. Kondisi ini juga dirasakan para investor sehingga terpengaruh terhadap unit usaha yang akan dijalankan.
Baca juga: Catat! Ini Aturan Lembur Kerja di Hari Libur Idulfitri 2023
“Harapan kami masih tetap sama agar Taman Safari Panggang bisa dilanjutkan. Mudah-mudahan dengan kondisi ekonomi yang mulai pulih, rencana tersebut bisa kembali direalisasikan,” katanya.
Sesuai dengan perencanaan awal, konsep yang dikembangkan juga berbeda dengan taman safari lainnya yang berada di Bogor atau Pasuruan. Pasalnya, Taman Safari Panggang tidak hanya menyajikan wahana kebun binatang, melainkan juga memadukan kesenian adat dan budaya yang dimiliki.
“Jadi tidak hanya menyajikan kebun binatang, tapi ada atraksi seni budayanya. Untuk lokasinya hampir seluas 70 hektare,” katanya.
Irawan menambahkan, adanya wahana wisata ini nantinya bisa menjadi pedongkrak pertumbuhan ekonomi bagi warga sekitar. “Makanya kami mendukung rencana pembangunan taman safari ini karena harapannya bisa menjadi pengungkit dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman ini.
Lurah Girisuko, Jamin Paryanto mengatakan, tidak ada masalah berkaitan dengan rencana pembangunan Taman Safari Panggang yang berada di wilayahnya. Meski demikian, hingga sekarang wacana tersebut belum juga direalisasikan.
“Belum ada kabar hingga sekarang,” katanya.
Jamin berharap apabila rencana pembangunan bisa direalisasikan maka warga di wilayahnya tidak hanya menjadi penonton, tapi juga bisa dilibatkan dalam proses pembangunan maupun pengelolaannya. “Mudah-mudahan bisa direalisasikan sehingga warga bisa ikut merasakan dampak positif dari pembangunan tersebut,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aktivasi Identitas Kependudukan Digital di Gunungkidul baru mencapai 6,4 persen. Disdukcapil memperluas layanan jemput bola untuk mengejar target 20 persen pada
Dua bayi ditemukan di Solo dalam sehari. Pemkot Solo dan Polresta bergerak menangani kasus, sementara bayi yang selamat mendapat pendampingan.
Sekitar 200 kader 'Aisyiyah dari berbagai daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengikuti 'Aisyiyah Cadre Camp (ACC) 2026 di Bumi Perkemahan Kalakijo,
Mensos Saifullah Yusuf memastikan pembangunan Sekolah Rakyat Kulonprogo telah melampaui 90 persen dan ditargetkan siap digunakan dalam dua pekan.
Bahlil Lahadalia menyebut uji coba teknologi CNG masih berlangsung pada tahap ketiga. Hasilnya ditargetkan diumumkan pada Juli 2026.
Prabowo menunjuk Danantara mengimplementasikan perdagangan listrik RI-Singapura yang ditargetkan mencapai kapasitas 3,4 gigawatt pada 2035.