Pelajar Gunungkidul Didorong Melek Politik dan Pahami Etika Demokrasi
Pelajar Gunungkidul didorong melek politik, memahami etika demokrasi, serta menggunakan hak pilih secara bijak sebagai pemilih pemula.
Ketua GOW Jogja Suni Fatimah saat memberikan sambutan di puncak peringatan Hari Kartini, Kamis (4/5/2023).
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja menyelenggarakan puncak peringatan Hari Kartini dengan seminar bertajuk peningkatan ketahanan keluarga, Kamis (4/5/2023). Sebanyak 26 organisasi perempuan yang tergabung dalam Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kota Jogja mengikuti seminar tersebut.
Ketua GOW Jogja Suni Fatimah menjelaskan seminar Hari Kartini tersebut jadi wahana untuk meningkatkan kapasitas pengurus berbagai organisasi perempuan di wilayahnya dalam penguatan ketahanan keluarga. “Kami pilih ketahanan keluarga karena ini jadi hal penting untuk sama-sama dikuatkan bersama menangani berbagai masalah, dari stunting, nikah dini, dan semacamnya,” katanya, Kamis.
Suni yang juga Ketua PKK Kota Jogja ini menjelaskan peringatan Hari Kartini digelar dengan berbagai kegiatan. “Ada senam massal, bakti sosial, sampai seminar ini. Dari rangkaian itu harapannya berbagai organisasi bisa kompak dan solid untuk terus memperjuangkan dan meneladani nilai-nilai Kartini dalam memerangi diskriminasi terhadap perempuan” ujarnya.
BACA JUGA: Lebaran, KPK Panen Laporan Gratifikasi Plakat hingga Makanan Senilai Ratusan Juta
Menguatkan ketahanan keluarga, jelas Suni, bagian dari meneruskan perjuangan Kartini. “Tanpa keluarga yang kuat sulit mewujudkan tatanan bagi kaum perempuan yang lebih baik, sehingga harus dimulai dari rumah yang memberikan akses yang baik pada anak-anak,” jelasnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kota Jogja Edy Muhammad menjelaskan pihaknya juga terus mendorong penguatan ketahanan keluarga. “Ketahanan keluarga ini jadi tanggung jawab bersama, tidak hanya perempuan atau ibu tapi juga pemerintah,” katanya.
Edy menyebut berbagai program yang dilakukannya adalah bagian dari penguatan ketahanan keluarga. “Kami terus koordinasi dengan organisasi perempuan, khususnya PKK untuk bagaimana menguatkan ketahanan keluarga. Dari membuat program penanganan stunting, pencegahan pernikahan dini, dan lainnya,” katanya.
Tanpa peran organisasi perempuan di Jogja, lanjut Edy, penguatan ketahanan keluarga akan sulit diwujudkan. “Sehingga kami sangat terbuka untuk kolaborasi bersama, dan juga sudah sering kami lakukan, semoga bisa terus ditingkatkan,” katanya dalam puncak peringatan Hari Kartini. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelajar Gunungkidul didorong melek politik, memahami etika demokrasi, serta menggunakan hak pilih secara bijak sebagai pemilih pemula.
PP Tunas menetapkan 22 PLF berisiko tinggi, termasuk Telegram dan Discord. Simak daftar platform dan dampaknya bagi akun anak.
BMKG mencatat HTH ekstrem hingga 131 hari di DIY. Cek daftar 17 provinsi dan kondisi musim kemarau Indonesia.
Inter Milan comeback 5-3 atas Udinese setelah tertinggal dua gol. Simak kronologi delapan gol dan posisi Nerazzurri di klasemen Serie A.
Australia memperketat chart musik. Lagu yang kreativitas utamanya dibuat AI tak lagi memenuhi syarat, tetapi AI sebagai alat bantu tetap boleh.
Lamine Yamal mengklaim layak memenangkan Ballon d'Or 2026 setelah membawa Barcelona dan Spanyol meraih trofi.