Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Pedagang Pasar Bantul menjual cabai rawit yang kini harganya tengah naik diangka Rp120.000 per kilogram. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Harga pangan untuk komoditas cabai di pasaran Gunungkidul menurun pasca-lebaran. Namun demikian, secara umum komoditas bahan pokok masih terpantau stabil.
Kepala Seksi Distribusi, Bidang Perdagangan, Disdag Gunungkidul, Retno Utami mengatakan, upaya pemantauan di pasaran terus dilakukan. Selain untuk mengetahui stok, juga sebagai sarana mengetahui pergerakan harga di pasar.
Menurut dia, secara umum harga-harga pangan pascalebaran terpantau masih stabil. Sebagai contoh untuk daging sapi kualitas super dipasarkan Rp135.000 per kilo. Harga ini sama seperti pada saat sebelum lebaran.
Bawang putih dijual di kisaran Rp30.000-32.000 per kilonya. Sementara bawang merah dipatok Rp35.000 per kilogram, minyak goreng Rp16.000 per kilogram dangula pasir Rp13.500 per kg.
“Telur ada kenaikan, tapi tidak signifikan,” katanya.
Baca juga: Siap-siap Ajukan Cuti, Ini Daftar Libur Mei dan Juni 2023
Retno mengakui cabai menjadi komoditas yang mengalami penurunan harga paling signifikan. Cabai rawit awalnya dipatok Rp40.000 per kilo dan sekarang di kisaran harga Rp25.000 per kg.
“Penurunan terjadi karena memang permintaan sedang lesu. Adapun stoknya melimpah,” ungkapnya.
Retno menambahkan, kondisi menjadi semakin anjlok dikarenakan sekarang merupakan masa panen cabai. “Sesuai dengan hukum ekonomi, kalau barangnya lebih banyak dibandingkan dengan permintaan, maka harga cenderung turun,” katanya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Pengelola Pasar Playen, Isnaning Suindarti. Menurut dia, harga pangan komoditas cabai rawit anjlok usai Lebaran.
“Sebelumnya laku di harga Rp50.000 per kilogram, tapi sekarang tinggal Rp30.000 per kilonya,” katanya.
Ia mengakui kondisi harga masih relatif stabil. Pasalnya, meski ada fluktuasi harga pangan, namun tidak terlalu signifikan sehingga belum berdampak secara keseluruhan. “Kalau ada kenaikan, masih dalam kewajaran. Memang untuk cabai turunnya lumayan banyak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.