FKY 2026 Aksara: Panggung Taling dan Tarung hingga Tiga Model Pasar Sambut Pengunjung
“Aksara” tidak boleh dipersempit hanya pada persoalan tulisan. Aksara dimaknai sebagai cara untuk membaca kembali Yogyakarta,
Pembukaan lomba Tangkas Teramipil Perkoprasiaian yang diresmikan Kepala Dinprinkop UKM Kota Jogja Tri Riyadi Riyanto Raharjo pada Rabu (10/5/2023).
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disperinkop UKM) Kota Jogja menggelar lomba Tangkas Terampil Perkoperasian pada Rabu (10/5/2023). Lomba ini terbagi dalam tiga kategori, yaitu SMP, SMA, dan perguruan tinggi.
Dalam jenjang SMP, diikuti 18 sekolah, lalu jenjang SMA diikuti 26 sekolah, sedangkan perguruan tinggi diikuti tiga kampus. Masing-masing perwakilan sekolah mengirimkan kelompoknya yang terdiri dari beberapa orang.
Kepala Disperinkop UKM Kota Jogja Tri Riyadi Riyanto Raharjo menjelaskan lomba ini adalah agenda tahunan yang bertujuan mengenalkan koperasi sejak bangku sekolah. “Agar para siswa memiliki minat dan pemahaman yang baik terhadap koperasi,” kata pria yang akrab disapa Totok ini saat sambutan, Rabu (10/5/2023).
Totok menyebut setiap tahun peserta lomba mengalami peningkatan. “Artinya semakin banyak siswa yang tertarik dengan koperasi, ini hal yang bagus untuk semakin mengenalkan gerakan ekonomi kerakyatan dengan koperasi,” jelasnya.
BACA JUGA: Warga Jogja Bisa Ajukan Uji Kualitas Air Sumur Gratis
Koperasi dalam tantangannya, jelas Totok, membutuhkan peran generasi muda agar cepat dalam mentransformasikan ke model koperasi modern. “Sudah mulai muncul koperasi modern untuk mengakselerasi perubahan koperasi ini ke yang lebih modern dibutuhkan peran generasi muda, sehingga pemahaman dasar terhadap koperasi diperlukan agar bisa bertransformasi,” terangnya.
Kepala Bidang Koperasi Disperinkop UKM Kota Jogja Bebasari Sitarini menyebut ada 11 hal yang jadi tujuan lomba tersebut. “Sebelas hal tersebut meliputi regulasi koperasi, ideologi dan sejarah, hingga peran dan fungsi koperasi, termasuk manajemen keuangan secara umum. Tujuan peningkatan pemahaman ini agar koperasi sebagai sistem ekonomi dapat terus diwariskan ke generasi berikutnya,” ujarnya.
Selain pemahaman dasar terkait koperasi, jelas Sita, generasi muda punya peran untuk menjawab tantangan koperasi dalam memanfaatkan teknologi yang terus berkembang. “Koperasi ini terbukti tahan terhadap segala macam tantangan, apalagi tujuannya mulia, sehingga generasi muda harus memahaminya agar bisa diinovasi sesuai perkembangan teknologi,” katanya.
Sita menyebut lomba tentang ini dilakukan dengan menguji artikel ilmiah yang sudah dikirim peserta. “Kalau yang perguruan tinggi penilainnya dengan studi kasus lalu dipecahkan masalahnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Aksara” tidak boleh dipersempit hanya pada persoalan tulisan. Aksara dimaknai sebagai cara untuk membaca kembali Yogyakarta,
Gibran meninjau penanganan karhutla di tiga provinsi Kalimantan dan meminta pemadaman berjalan bersama perlindungan warga serta pencegahan.
Dua pria asal Bandung ditangkap setelah diduga membobol rumah di Bantul. Uang asing hasil curian diakui ludes untuk judi online.
Agenda KHFF 2026 diperkenalkan kepada publik melalui Taklimat Media KHFF 2026 yang digelar pada 10 September 2026 di The Prajan Hotel & Villas, Yogyakarta.
Gus Kikin menyoroti integritas setelah ratusan santri di Sidoarjo diduga keracunan MBG dan mendorong evaluasi tata kelola program.
Jenazah Wili Mbuik, ASN korban penembakan di Muliama, Jayawijaya, dievakuasi ke Jayapura sebelum diterbangkan ke Kupang.