Pemkab Kulonprogo Larang Mobil Dinas Guna Kepentingan Pribadi saat Libur Lebaran
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Suasana pengambilan sample dan pengujian air sumur di Kelurahan Mantrijeron, Kemantren Wirobrajan, Jogja, oleh petugas DLH Jogja. - ist
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jogja terus melakukan pengujian kualitas air sumur di Jogja. Pengujian dapat diajukan oleh warga secara langsung agar mengetahui kualitas air sumurnya.
Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Lingkungan DLH Jogja, Sutomo menyebut pihaknya terus melakukan pengujian secara rutin pada sumur-sumur di Jogja. “Pengujian rutin itu tugas kami, bagi warga yang menginginkan sumurnya kami uji juga bisa mendaftarkannya,” katanya, Rabu (10/5/2023).
Permohonan pengujian, jelas Sutomo, dapat dilakukan melalui aplikasi Jogja Smart Service (JSS). "Di aplikasi tinggal mengisi formulir, nanti kami akan hubungi kontak pemohonnya lalu datangi dan ambil sampel," katanya.
BACA JUGA: Indomie Ayam Spesial Dinyatakan Aman di Malaysia
Pengujian kualitas air sumur di Jogja, lanjut Sutomo, maksimal dilakukan enam hari kerja sejak diambil. "Hasilnya nanti kami kirimkan lewat aplikasi JSS juga, jadi sangat membantu masyarakat tanpa perlu kemana-mana sudah teruji kualitas air sumurnya, dan kami tidak pungut biaya apapun semuanya gratis" ujarnya.
Pengujian air sumur DLH Jogja terbaru dilakukan di Kelurahan Mantrijeron pada Selasa (9/5/2023). “Di Mantrijeron kami uji lengkap dari parameter fisik, kimia, sampai mikrobiologi. Hasilnya belum keluar, tapi secara fisik yaitu warna, bau, dan semacamnya yang dapat dikenali panca indra kondisinya baik,” jelas Sutomo.
Sutomo menyebut kebanyakan air sumur di Jogja dalam kondisi terkontaminasi secara kimia dan mikrobiologi. “Secara umum kandungan nitrat ini kalau dari parameter kimia yang kami temui pada air tanah di Jogja, kalau parameter mikrobiologi itu ada kontaminasi bakteri E.coli yang cukup banyak,” terangnya.
Kontaminasi nitrat dan bakteri E.coli, jelas Sutomo, kebanyakan karena berdekatannya sumur dengan tempat pembuangan sampah rumah tangga, terutama septic tank. “Kepadatan penduduk ini yang mana pembangunan septic tank dekat dengan sumur yang jadi sebabnya kontaminasi tersebut,” katanya.
Lurah Mantrijeron Bambang Purambono mengapresiasi layanan uji air sumur DLH Jogja. "Kemarin kami ajukan permohonan tes kolektif, jadi pihak kelurahan yang memohonkan. Langsung ditindaklanjuti, ini sedang menunggu hasilnya," katanya.
Hasil pengujian kualitas air sumur di Jogja, jelas Bambang, sangat penting bagi warga kelurahannya. "Agar jadi pedoman untuk mengambil langkah yang pas, misalnya kalau tercemar ya tidak digunakan untuk konsumsi, hanya untuk cuci mandi saja," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulonprogo melarang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya untuk memakai mobil dinas dalam urusan pribadi selama libur lebaran ini.
Gempa Magnitudo 4,8 mengguncang Sigi, Sulawesi Tengah, dan getarannya terasa hingga Palu pada Sabtu sore.
Kosti memperluas komunitas sepeda ontel hingga Papua Tengah dan menargetkan generasi muda melalui program kampus dan sekolah.
Perguruan tinggi didorong mencetak lulusan adaptif, inovatif, dan berjiwa wirausaha untuk menghadapi era Society 5.0.
Prabowo meresmikan 1.061 Koperasi Merah Putih di desa dan menargetkan 30.000 koperasi beroperasi pada Agustus 2026.
Kabupaten Klaten bakal menjadi tuan rumah penyelenggaraan event berskala internasional bernama Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026.