Nenek yang Lapar Dihakimi Massa karena Curi Kue di Pasar Niten, Begini Penjelasan Polres Bantul
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
Ilustrasi tenaga kesehatan PPPK - ist
Harianjogja.com, BANTUL—Kesempatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dimungkinakan akan lebih banyak. Kabupaten Bantul baru saja melantik tenaga PPPK sebanyak 99 pegawai pada Selasa (9/5).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul, Agus Tri Widyantara menyampaikan kedepan dimungkinkan akan lebih banyak tenaga kesehatan PPPK yang diangkat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).“Kemungkinan akan seperti itu Kami menunggu kebijakan pusat apakah semua akan difasilitasi,” ujarnya pada Kamis (11/5/2023).
Kendati begitu dirinya belum mengetahui apakah tenaga honorer bisa terfasilitasi semuanya. Hingga saat ini Dinas Kesehatan masih menunggu keputusan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat ke depan.
“Kami masih menunggu kebijakan lebih lanjut ini kedepan yang nantinya berkesempatan untuk diangkat menjadi tenaga PPPK,” ujarnya.
BACA JUGA: Ada Anggota DPRD dari PKS Ditangkap karena Sabu
Dirinya menyampaikan bahwa Nakes di Bantul masih mencukupi dalam memenuhi kebutuhan di rumah sakit ataupun Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Pengangkatan nakes PPPK menurutnya mengganti tenaga kontrak dan honorer yang diwacanakan akan dihapus.
“Bukan artinya kekurangan tapi Selama ini kan masih ada tapi sifatnya honorer, kata Agus. Selama ini status dari tenaga Kesehatan adalah masih kontrak dan Blud demi memenuhi tenaga di Rumah Sakit.
Terkait ada lima orang yang tak jadi diangkat karena mengundurkan diri salah satunya karena sudah ada yang diterima di salah satu Fasilitas Pelayanan Kesehatan. “saya belum banyak tahu, tapi mungkin juga ada yang di Dlingo sudah keterima juga tapi karena kondisi yang diatas tidak memungkinkan”ungkapnya.
Secara kompetensi semua adalah tenaga kesehatan tapi dengan kompetensi yang berbeda.“Latar belakang Pendidikan yak arena otomatis semua tenaga Pendidikan kesehatan pada dokter bidan perawat ,tenaga sanitasi, gizi, artinya mereka punya banyak kompetensi untuk menjadi tenaga Kesehatan,” ujar Agus.
Mereka harus memiliki surat registrasi yang menjadi bukti bahwa mereka memiliki kompetensi. Status PPPK yang setara dengan PNS menurut Agus dapat menjadi kesempatan bagi tenaga yang telah lulus dari Pendidikan Kesehatan untuk mendapatkan kesempatan yang lebih layak dan mengabdikan diri di dunia kesehatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang nenek yang lapar dihakimi massa dan dipukuli setelah mencuri kue dari salah satu pedagang di Pasar Niten, Bantul, Sabtu (26/8/2023).
Alex Marquez diduga melaju lebih dari 200 km/jam saat mengalami crash horor di MotoGP Catalunya 2026. Ini estimasi kecepatannya.
Pengadaan TKD pengganti YIA di Palihan dan Glagah masih stagnan. Warga khawatir dana ganti rugi hangus jika tak segera direalisasikan.
Penelitian terbaru menunjukkan AI mampu memperpanjang usia baterai mobil listrik hingga 23 persen tanpa memperlambat pengisian daya.
Penyandang disabilitas saat ini telah menjadi bagian dari kelompok masyarakat yang memainkan peran yang sama pentingnya dengan masyarakat umum dalam sektor
Libur panjang Kenaikan Yesus Kristus mendongkrak kunjungan wisata Gunungkidul hingga 145 ribu orang dengan PAD mencapai Rp1,7 miliar.