Penjualan Motor Listrik di Jogja Naik, Sleman Jadi Pasar Terbesar
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Suasana peluncuran dan bedah buku berjudul Gaya Kepemimpinan Strategis dan Green Human Resource Management Dalam Membangun Teamwork di kampus UAD pada Senin (22/5/2023). /Harian Jogja-Yosef Leon.
Harianjogja.com, BANTUL—Memimpin adalah kewajiban, amanah, dan bukan hak. Perpaduan kedua ajaran tersebut melahirkan gaya kepemimpinan Green Human Resourse Management yaitu kepemimpinan yang mengayomi, memberikan keteduhan dan kesejukan dengan mengutamakan kedekatan dengan anggota.
Green Human Resource Management merupakan lingkungan yang kondusif, nyaman dan aman serta lingkungan yang mampu menciptakan energi bagi rekan dan anggota dalam mencapai tujuan organisasi.
BACA JUGA : Rotasi Pasukan ke Papua, Kasad: Ikuti Komando
GUNA membangun lingkungan yang kondusif membutuhkan gaya kepemimpinan strategis yaitu kemampuan seseorang untuk mengantisipasi, mempertahankan fleksibililitas, berpikir secara strategis dan bekerja dengan orang lain untuk memulai perubahan yang akan menciptakan masa depan yang baik bagi organisasi.
Demikian pernyataan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Dudung Abdurahman dalam peluncuran dan bedah buku berjudul Gaya Kepemimpinan Strategis dan Green Human Resource Management Dalam Membangun Teamwork di kampus UAD pada Senin (22/5/2023).
Buku itu merupakan hasil penelitian disertasinya selama menempuh Pendidikan doktoral pada program Doktor Ilmu Ekonomi Konsentrasi Strategic Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trisakti 2022 lalu. Buku terdiri dari enam bab dengan 205 halaman dan ditulis selama enam bulan.
"Gagasan untuk menyusun disertasi dengan tema kepemimpinan strategis ini tidak bisa dilepaskan dari kiprah dan pengalaman saya di dunia militer. Atas pengalaman tersebut, saya menyadari betapa pentingnya gaya kepemimpinan dan manajemen sumber daya manusia untuk mendukung tujuan organisasi," kata Dudung.
BACA JUGA : KSAD Jenderal Dudung Jadi Duta Bapak Asuh Anak Stunting
Menurutnya pemimpin harus memiliki empat ciri utama, yakni imajinasi: memiliki daya pikir untuk memprediksi tantangan dan upaya untuk menghadapi. Inovasi: memiliki gagasan baru dalam mencapai tujuan organisasi. Visi misi: memiliki tujuan dan cara untuk mencapainya. Cita-cita dan harapan: memiliki harapan untuk terus bekerja untuk mencapai cita-cita.
"Apabila tidak mempunyai itu semua, maka hanya menjadi pemimpin yang biasa-biasa saja," jelasnya.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, tidak banyak tentara yang menulis buku. Apalagi berkaitan dengan hal teoritis seperti kepemimpinan strategis atau bisa pula disebut dengan kepemimpinan profetik yang masih relevan dan diperlukan oleh Indonesia.
"Dengan buku ini kami harapkan bisa menambah inspirasi bagi generasi bangsa dalam membentuk kepribadian agar selaku mencintai ilmu, kemajuan dan buku," kata Haedar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasar motor listrik di Jogja terus tumbuh. Indomobil eMotor menyebut Sleman menjadi pasar terbesar dengan penjualan menjanjikan.
Bedah buku berjudul Budidaya Bawang Merah Asal Biji digelar di Padukuhan Dayakan 2, Kalurahan Kemiri, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Rabu (20/5).
Katarak kini banyak menyerang usia muda. Faktor diabetes dan paparan UV jadi penyebab utama, kenali gejala sejak dini.
Garebeg Besar 2026 di Keraton Jogja digelar tanpa kirab prajurit. Prosesi tetap sakral meski format disederhanakan.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.