Kekerasan Daycare Jogja, 53 Anak Jadi Korban, Pemda DIY Turun Tangan
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Suasana PTM di SDN Serayu, Jogja, Rabu (28/4/2021). /Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pendidikan Sleman berencana menerapkan lima hari sekolah untuk TK, SD dan SMP pada tahun ajaran baru 2023-2024. Sekolah dan orang tua disebut sudah setuju dengan rencana ini, tinggal menunggu keputusan Bupati Sleman.
Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Ery Widaryana, menjelaskan rencana ini telah dirapatkan dengan berbagai pihak termasuk sekolah dan orang tua murid. "Kami sudah menyebar angket, hasilnya lebih dari 90 persen setuju," ujarnya, Jumat (2/6/2023).
Meski demikian, pihaknya masih menunggu persetujuan Bupati Sleman untuk menetapkan kebijakan baru ini. "Nanti kami laporkan paparan hasil rapat itu ke Bupati. Kebijakannya kan dari ibu Bupati," katanya.
Jika disetujui Bupati Sleman, kebijakan ini akan langsung diterapkan mulai tahun ajaran baru 2023-2024 mendatang, mulai dari TK, SD hingga SMP. "Akan diterapkan pada tahun ajaran baru mulai pertengahan Juli nanti. Diterapkan secara serentak," ungkapnya.
Ery menjelaskan kebijakan lima hari sekolah ini mengacu pada Peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) No 23/2017 tentang Hari Sekolah dan Peraturan Presiden (Perpres) No. 21/2023 tentang Hari Kerja dan Jam Kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengatur lima hari sekolah dan lima hari kerja bagi ASN.
Baca juga: Jokowi Resmikan Jembatan Kretek 2 Bantul, JJLS Banten ke Banyuwangi Rampung Tahun Ini
Kedua regulasi tersebut perlu disinkronkan untuk memberikan pelayanan maksimal bagi sekolah. "Sehingga ada sinkronisasi. Karena kalau hari sabtu sekolah-sekolah masuk, tapi pelayanan di dinas libur. Jadi biar maksimal," katanya.
Walau hari sekolah berkurang, namun jam belajar para murid harus tetap sama, sehingga akan berdampak pada penambahan jam pelajaran di masing-masing hari sekolah. SD yang semula pukul 07.00-12.00 WIB menjadi pukul 07.00-13.50 WIB. Untuk SMP, awalnya pukul 07.00-13.30 menjadi pukul 07.00-14.30 WIB.
Selain menyinkronkan peraturan, kebijakan ini menurutnya juga akan berdampak baik bagi para murid. "Penguatan karakternya juga lebih terjaga. Anak selama lima hari di sekolah didampingi guru. Untuk Sabtu-Minggu, biar lebih banyak dengan keluarga," ungkapnya.
Sleman menjadi daerah yang baru akan menerapkan kebijakan lima hari sekolah ini. Adapun sejumlah daerah lain di DIY dan sekitarnya sudah lebih dulu menerapkannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
53 anak jadi korban kekerasan daycare di Jogja, Pemda DIY beri pendampingan dan dorong penegakan hukum.
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
DJP mencatat piutang pajak tak tertagih Rp47,4 triliun pada 2025. Sebanyak Rp35 triliun berstatus macet dan mayoritas berusia di atas lima tahun.
Simak rekomendasi AI terbaik untuk bisnis, mulai ChatGPT, Claude, Copilot, Perplexity AI hingga Jasper AI sesuai kebutuhan kerja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan strategi bertahap mengatasi monyet ekor panjang yang merusak lahan pertanian, termasuk menggandeng UGM.
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi terbesar keempat dunia dalam 25 tahun mendatang.