Prambanan Siap Dipugar, Indonesia dan India Garap 54 Candi Perwara
Indonesia dan India memulai kerja sama pemugaran 54 candi perwara di kompleks Prambanan. Proyek konservasi ini ditargetkan memperkuat pelestarian warisan budaya
Suasana High Level Meeting yang dilakukan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sleman pada Rabu (7/6/2023) dengan topik bahasan ketersediaan dan harga bahan pokok menjelang Iduladha./Istimewa-Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman, menggelar pertemuan untuk mensinergikan langkah dalam mencegah kenaikan harga bahan pokok dan pengawasan hewan kurban menjelang Iduladha 1444 H.
BACA JUGA: TPID Siapkan Langkah dan Startegi Hadapi Kenaikan Harga Pokok Jelang Lebaran
Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa saat memimpin rapat di Ruang Sembada Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Rabu (7/6/2023) menyampaikan pertemuan TPID ini merupakan upaya untuk mensinergikan langkah yang harus dilakukan dalam mengendalikan harga dan menjaga ketersediaan stok atau pasokan kebutuhan pokok di Kabupaten Sleman, terutama menjelang Hari Raya Iduladha.
"Kita bersinergi untuk menentukan langkah yang harus dilakukan menjelang Iduladha," katanya, Rabu (7/6/2023).
Lebih lanjut Danang mengatakan kedepannya TPID tidak hanya menyasar persoalan-persoalan yang memicu gejolak harga melalui pendekatan yang bersifat jangka pendek. Melainkan dapat menyusun strategi solutif yang bersifat struktural.
"Secara bertahap direncanakan mulai menyentuh pada solusi atas berbagai persoalan yang bersifat struktural," tegasnya.
Danang menjelaskan perlu adanya pemantauan harga dan keterusan suplai bahan pokok menjelang Iduladha. Langkah ini menjadi tindakan antisipatif untuk mencegah kemungkinan naiknya harga komoditas bahan pokok.
"Saya berharap OPD terkait perlu melakukan pemantauan harga dan ketersediaan stok di lapangan. Untuk mengantisipasi kemungkinan naiknya jumlah kebutuhan yang diikuti dengan kenaikan harga komoditas. Sebab, kenaikan harga tersebut tentunya akan berimbas langsung dan memberatkan masyarakat," tambahnya.
Di sisi lain, dengan adanya potensi kenaikan harga bahan pokok tadi, masyarakat diminta tidak perlu melakukan panic buying. Danang meminta OPD terkait untuk mengimbau masyarakat agar tidak menimbun dan melakukan panic buying menjelang Iduladha.
Selain ketersediaan komoditas dan stabilitas harga yang perlu menjadi perhatian lebih, Danang menambahkan ada beberapa hal yang tak kalah pentingnya perlu diperhatikan TPID menjelang Idul Adha tahun ini. Salah satunya kewaspadaan terhadap penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Tingginya kesadaran masyarakat untuk berkurban, mau tidak mau akan menyebabkan kebutuhan dan permintaan hewan kurban terus meningkat. Hal itu menurut Danang akan menyebabkan tingginya arus lalu lintas hewan ke Sleman. Oleh karenanya tindakan pengawasan lalu lintas ternak dinilai kudu dilakukan agar tidak ada penularan penyakit pada hewan kurban.
"Terutama sapi dan kambing dari luar Sleman. Disinilah peran pemerintah untuk melakukan pengawasan," ujar Danang.
Pengawasan terhadap hewan kurban yang akan masuk ke Sleman bertujuan untuk memastikan dua aspek, yakni kelayakan dan kesehatan hewan yang akan dikurbankan. Dua langkah antisipatif itu juga menjadi upaya untuk meminimalisasi penyebaran PMK di Sleman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Indonesia dan India memulai kerja sama pemugaran 54 candi perwara di kompleks Prambanan. Proyek konservasi ini ditargetkan memperkuat pelestarian warisan budaya
Polisi menangkap pria berinisial SN yang diduga menipu korban Rp100 juta dengan modus menggandakan uang di Banguntapan, Bantul.
Basarnas Kendari mengerahkan KN SAR Pacitan dan 28 personel membantu pencarian korban KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar.
BMKG memprediksi embun upas di Dieng lebih sering muncul saat musim kemarau 2026. Puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus hingga September.
Pemkab Sleman mengandalkan tiga strategi pengentasan kemiskinan, termasuk Beasiswa Sleman Pintar untuk mencetak satu sarjana dari setiap keluarga miskin.
Forbes merilis daftar orang terkaya dunia Juli 2026. Elon Musk tetap di posisi pertama dan menjadi triliuner pertama dunia