Satpol PP Sleman Tertibkan 1.791 Spanduk dan Reklame Selama 2026
Satpol PP Sleman menertibkan 1.791 spanduk, reklame, dan APK sepanjang Januari-Juni 2026 melalui 47 operasi di berbagai kapanewon.
Ilustrasi. /Antara foto- Okky Lukmansyah
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak lebih dari 105.000 Kepala Keluarga (KK) di Kabupaten Kulonprogo terancam kesulitan mengakses air bersih. Angka tersebut mendasarkan pada krisis air bersih tahun 2018.
BACA JUGA: Hadapi El Nino, BPBD Kulonprogo Siapkan Dana Rp7 Miliar
Kepala BPBD Kulonprogo, Joko Satya Agus Nahrowi mengatakan, ada beberapa wilayah yang menjadi langganan krisis air bersih saat musim kemarau. Wilayah tersebut, di antaranya seluruh wilayah Kapanewon Kokap, Girimulyo, Samigaluh, dan Kalibawang.
“Selain wilayah itu juga ada tapi hanya beberapa saja saja seperti sebagaian wilayah Kapanewon Temon, Pengasih, Nanggulan, Sentolo, Lendah dan Galur,” kata Nahrowi dihubungi pada Sabtu (10/6/2023).
Nahrowi memprediksi musim kemarau tahun 2023 akan sama dengan musim kemarau pada 2018. Di mana saat itu, hampir 70% wilayah di Bumi Binangun meminta dropping air. Sementara tahun ini, kondisinya diperkirakan lebih riskan, sebab, kemarau tahun ini akan lebih kering dan panjang. Tidak menutup kemungkinan dropping air akan lebih banyak daripada lima tahun lalu. Dengan begitu, setidaknya terdapat lebih dari 105.667 KK yang akan terdampak.
Menurut dia, masyarakat akan kesulitan menggunakan sumber mata air yang ada di wilayah sekitar, karena sumber air pun akan menipis. Bahkan sumber mata air tersebut akan kering.
“Kemarau tahun ini bisa seperti tahun 2018. Bahkan bisa lebih panjang. Karena panas sekarang ini menyengat dan pengaruhnya ke penguapan air tanah jafi besar. Dengan begitu air tanah semakin surut,” katanya.
Sumur bor yang pernah dibuat di beberapa wilayah seperti di Sidomulyo pun tidak akan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat Kulonprogo.
“Kami sudah mengusahakan dengan sumur bor dalam seperti di daerah Sidomulyo empat tahun lalu. Itu sedikit membantu. Tapi kalau wilayahnya luas ya mereka butuh dropping air. Soalnya sumur bor tidak bisa menyentuh semua. Hanya daerah sekitar sumur saja dan mereka yang berlangganan akan dibuatkan pipa,” ucapnya.
Sungai Progo yang melintas di Kalurahan Ngentakrejo, Lendah pun akan mengalami penurunan debit air. Menurut Nahrowi, sampai kini sudah ada wilayah di Kulonprogo yang meminta dropping air yaitu di Kalurahan Purwosari, Girimulyo.
Dropping Air
“Dua minggu lalu, di Padukuhan Jatiroto, Purowsarari, Girimulyo kami drop air tiga tangki. BPBD satu tungaki dan PDAM dua tangki. Memang kami baru bisa satu soalnya belum punya anggaran; yang ada hanya BTT [Belanja Tidak Terduga],” lanjutnya.
Hanya saja, penggunaan BTT harus berlandaskan SK Tanggap Darurat Bupati. Karena permintaan dropping air baru dilakukan satu kalurahan, maka hal tersebut tidak memenuhi kriteria tanggap darurat.
Lebih jauh, Nahrowi menerangkan Kabupaten Kulonprogo sejatinya dapat memompa air dari Bendung Bener, Purworejo yang terletak di samping Gunung Gajah, Padukuhan Tegaring II, Kalurahan Hargotirto, Kokap.
“Hanya saja untuk tahun 2023 masih belum bisa mengambil dari Bendung Bener. Soalnya masih dalam proses membendung,” pungkasnya.
Melalui BTT senilai Rp7 miliar yang juga dapat diakses OPD lain, BPBD siap melakukan dropping air bahkan apabila terjadi ledakan permintaan; tidak terkecuali peristiwa kebencanaan lain.
Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Penyehatan Lingkungan DPUPKP Kulonprogo, Silvi Irvi Yanti mengatakan DPUPKP memiliki program pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
“Kami memang punya program pembangunan SPAM. Tapi bentuknya tidak selalu sumur bor. SPAM itu kan satu sistem mulai dari sumber [sumur bor atau broncapt], lalu reservoir, sampai ke sambungan rumah,” kata Silvi.
Silvi menambahkan, pembangunan sumur bor pada tahun 2023 di Kulonprogo akan segera dilaksanakan melalui DPUP-ESDM DIY. Setidaknya akan ada sekitar tujuh titik pembangunan sumur bor di lokasi krisis air bersih.
“Khusus pembangunan sumur bor tahun ini, Kulonprogo dapat untuk sekitar tujuh titik di lokasi krisis air bersih. tapi proses pengadaannya di DPUP-ESDM DIY. Beberapa hari lalu sudah ada proses sosialisasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satpol PP Sleman menertibkan 1.791 spanduk, reklame, dan APK sepanjang Januari-Juni 2026 melalui 47 operasi di berbagai kapanewon.
Mario Suryo Aji terjatuh di Q2 Moto2 Inggris 2026 dan harus start dari posisi ke-18 setelah sebelumnya tampil kompetitif di sesi practice.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 9 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal lengkap tiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 9 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan dengan tarif Rp8.000. Cek jadwal tiap stasiun di sini.
Thailand juara Grup B Piala AFF 2026 dan Malaysia lolos semifinal. Hasil ini memastikan Timnas Indonesia gagal melaju ke empat besar.
Akses wisata Gunung Bromo ditutup total mulai 8 Agustus 2026 akibat kebakaran. Luas area terbakar mencapai 176 hektare dan api menuju B29.