Dinkes Sleman Temukan Gejala Depresi pada Ribuan Anak
Dinkes Sleman menemukan gejala depresi dan kecemasan dari skrining 18.845 anak. Deteksi dini dinilai penting untuk kesehatan mental.
Ilustrasi air bersih. /Antara foto- Okky Lukmansyah
Harianjogja.com, KULONPROGO—BPBD Kulonprogo mengingatkan agar masyarakat lebih bijaksana dalam menggunakan air bersih selama musim kemarau panjang tahun ini. Dengan begitu air hujan yang telah dipanen tidak cepat habis.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, Joko Satya Agus Nahrowi berharap masyarakat terutama di kawasan Perbukitan Menoreh untuk lebih bijaksana dalam menggunakan air bersih selama musim kemarau panjang tahun ini.
Dia juga meminta masyarakat di perbukitan tersebut untuk memanen air hujan ke bak penampungan air. Hal tersebut dilakukan mengingat musim kemarau akan terjadi lebih kering dan lama daripada tahun 2018.
"Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan pemerintah kapanewon wilayah Perbukitan Menoreh sangat berpotensi krisis air bersih selama musim kemarau," katanya, Minggu (11/6/2023).
Warga pun diminta untuk memanen hujan untuk memenuhi kebutuhan air bersih selama kemarau. "Beberapa waktu lalu kami sudah mengadakan sosialisasi kepada masyarakat untuk memanen air hujan dengan menampung di bak penampungan,” kata Joko.
Siapkan Sumur
Ketua Tim Pelaksana Penyehatan Lingkungan DPUPKP Kulonprogo, Silvi Irvi Yanti mengatakan instansinya memiliki program pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) namun bentuknya sumur bor. "SPAM itu kan satu sistem mulai dari sumber [sumur bor atau broncapt], lalu reservoir, sampai ke sambungan rumah,” kata Silvi.
Silvi menambahkan, pembangunan sumur bor pada tahun 2023 di Kulonprogo akan segera dilaksanakan melalui DPUP-ESDM DIY. Setidaknya akan ada sekitar tujuh titik pembangunan sumur bor di lokasi krisis air bersih.
“Khusus pembangunan sumur bor tahun ini, Kulonprogo dapat untuk sekitar tujuh titik di lokasi krisis air bersih. Tapi proses pengadaannya di DPUP-ESDM DIY. Beberapa hari lalu sudah ada proses sosialisasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Sleman menemukan gejala depresi dan kecemasan dari skrining 18.845 anak. Deteksi dini dinilai penting untuk kesehatan mental.
Kompolnas mendukung Polri mengusut tuntas karhutla dan meminta penegakan hukum menyasar individu maupun perusahaan yang bertanggung jawab.
Dispar DIY menyiapkan lima strategi menghadapi low season September-November 2026, mulai dari event hingga paket wisata terpadu.
Polri mengingatkan warga tidak mudah terprovokasi konten lama di media sosial. Cek sumber, waktu, lokasi, dan konteks sebelum percaya.
Menteri PPN Rachmat Pambudy mendorong blockchain digunakan untuk efisiensi, transparansi, dan pembangunan digital Indonesia.
Polres Metro Jakarta Barat mengungkap alasan Revaldo kembali mengonsumsi narkoba setelah tiga kali tersandung kasus serupa.