Anggaran Droping Air Gunungkidul Dipangkas, Ini Dampaknya
Anggaran droping air Gunungkidul dipangkas jadi Rp346,5 juta, distribusi turun. BPBD siaga hadapi kemarau panjang.
Pegowes bersantai di Kali Oya dengan latar belakang perbukitan karst khas Desa Wisata Srikeminut./Instagram @wisatasrikeminut
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Penemuan benda berharga seperti perhiasan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Oya di wilayah Watusigar, Ngawen bukan hal yang baru. Saat musim kemarau, banyak aktivitas pencarian benda-benda berharga di kali tersebut.
Terbaru, di aliran sungai tersebut ditemukan sebuah mortir aktif oleh warga. Kini mortir tersebut sudah diamankan.
Carik Watusigar, Karsimin mengatakan proses pencarian benda berharga sudah banyak dilakukan oleh warga dari luar Watusigar. Adapun aktivitas ini bertujuan menemukan benda-benda berharga berupa perhiasan dan lain sebagainya. Karsimin menjelaskan, aktivitas pencairan banyak dilakukan saat kemarau.
Selain arus lebih tenang dan airnya juga jernih sehingga memudahkan dalam pencarian. Dia mengungkapkan, mayoritas benda yang ditemukan berupa perhiasan mulai dari cincin suweng dan benda berharga lainnya.
“Kebetulan kemarin [Rabu 14/6/2023] menemukan mortir,” katanya saat dihubungi, Kamis (15/6/2023).
Baca juga: Warga Gunungkidul Temukan Mortir Aktif di Aliran Kali Oya
Karsimin tidak mempermasalahkan adanya proses pencarian benda berharga di aliran Sungai Oya. “Sudah sering ada yang mencari dan mungkin itu bagian dari mata pencaharian. Jadi, bukan menjadi soal karena prosesnya juga di sungai,” katanya.
Kepala Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul, Choirul Agus Mantara mengatakan, aktivitas pencarian benda berharga di aliran Kali Oya yang dilakukan saat sekarang masuk dalam penemuan zaman modern. Menurut dia, Kali Oya yang membentang dari Wonogiri, Gunungkidul hingga Bantul masih banyak menyimpan misteri.
“Yang ditemukan saat ini [pencari perhiasan] barang-barang model sekarang. Padahal jejak yang ada bisa lebih tua lagi,” katanya.
Mantara mengungkapkan, sudah ada upaya penelitian berkaitan dengan jejak kehidupan di sepanjang aliran Kali Oya. Hanya saja, prosesnya masih butuh penelitian mendalam sehingga kepastian tentang peradaban bisa lebih diperjelas.
Ia tidak menampik sudah ada beberapa penemuan purbakala. Bahkan, lanjut Mantara, juga banyak ditemukan uang-uang kuno seperti dari jaman VOC dan lain sebagainya. “Kalau ditarik lebih jauh lagi di Gunungkidul ada jejak Sungai Bengawan Solo Purba yang bermuara di Sadeng, Kapanewon Girisubo. Jadi, memang butuh penelitian yang mendalam guna mengungkap jejak peradaban di Kali Oya ini. Yang jelas sudah banyak ditemukan artefak untuk mengungkapnya,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Anggaran droping air Gunungkidul dipangkas jadi Rp346,5 juta, distribusi turun. BPBD siaga hadapi kemarau panjang.
Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition hadir dengan AI Intel Core Ultra X9, super ringan 975 gram, performa kencang untuk kreator modern.
Damkar Sleman mengevakuasi ular Kobra Jawa sepanjang hampir satu meter dari rumah Eross Sheila On 7 di Ngaglik. Proses penanganan hanya delapan menit.
Toyota meluncurkan New Hilux generasi ke-9 dengan mesin 201 hp, desain Cyber Sumo, fitur modern, dan varian Battery EV seharga Rp1,019 miliar.
Pelatih Korea Selatan Hong Myung-bo menerima ancaman pembunuhan setelah tim gagal lolos fase gugur Piala Dunia 2026 dan memutuskan mundur dari jabatannya.
Kenali 5 tanda tanah bermasalah sebelum membeli, mulai dari sertifikat tidak jelas hingga sengketa lahan agar terhindar dari kerugian besar.