Advertisement
Ribuan Bonsai Dipamerkan di Stadion Sultan Agung, Harganya Ada yang Tembus Miliaran Rupiah
Ribuan bonsai dipamerkan di acara Harmony of Bonsai II, Minggu (18/6/2023). - Harian Jogja/Hadid Husaini
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL—Ribuan bonsai dipamerkan di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul mulai Sabtu (17/6/2023) dalam acara Harmony of Bonsai, Giant and Legend. Dari bonsai-bonsai yang dipamerkan, ada sejumlah bonsai yang harganya ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah.
Perkumpulan penggemar Bonsai Indonesia (PBBI) Bantul menggelar acara itu dengan menampilkan bonsai-bonsai itu di sepanjang lorong stadion.
Advertisement
Ketua Panitia, Gunardi menyampaikan bahwa tujuan acara itu digelar untuk mengenalkan bonsai sebagai salah satu wujud ekonomi kreatif, “Kami edukasi para pencinta bonsai di Bantul dan DIY pada umumnya, sebagai salah satu bentuk ekonomi kreatif," kata dia kepada Harianjogja.com, Minggu (18/6/2023).
Harmony of Bonsai tahun ini, kata dia, merupakan gelaran yang kedua setelah yang kali pertama digelar di Sleman pada 2021 lalu. "Acara ini termasuk salah satu pameran bonsai yang terbesar di Indonesia," kata dia.
BACA JUGA: Pameran Bonsai di Sleman City Hall, Menumbuhkembangkan Hobi Masyarakat saat Pandemi
Gunardi yang juga penasihat PBBI menyampaikan potensi Kabupaten Bantul sangat potensial untuk mengembangkan bonsai. “Bantul punya potensi yang sangat luar biasa, dari alam semua bisa tumbuh disini, alamnya sangat mendukung,” jelasnya
Berbagai peserta baik kolektor maupun penyuka bonsai ikut menjadi peserta yang berasal dari seluruh wilayah di Indonesia. Total ada 1.707 koleksi tanaman bonsai yang terdiri dari berbagai ukuran dari para kolektor. Dari segi harga, gunardi menyebut setiap bonsai bisa dihargai jutaan hingga miliaran rupiah.
“Kalau dilihat dari segi fungsi dan aset, bonsai bisa dijadikan investasi jangka pendek maupun jangka panjang. Kalau punya kebun, ada 100, satu pohon dijual Rp5 juta, bisa dibayangkan,” kata Gunardi.
Dia berharap acara tersebut dapat dijadikan sebagai wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan minat terhadap tanaman bonsai.
Dalam acara tersebut juga diselenggarakan lomba merangkai bonsai dengan konsep surealis.
Salah satu peserta, Tri Yulianto alias Ki Pleret menyampaikan sebagai pecinta bonsai dirinya sebisa mungkin akan mengikuti berbagai setai acara di berbagai daerah. “Kebetulan karena kami penggemar, maka sebisa masih bisa kami jangkau akan kami jangkau,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
KPK Dalami Komunikasi Bank BJB dan Ridwan Kamil di Kasus Korupsi Iklan
Advertisement
Wisata ke Meksiko Dilarang Bawa Vape, Turis Terancam Penjara 8 Tahun
Advertisement
Berita Populer
- Ngaku Polisi Saat Beraksi, Begal Motor Diringkus di Pundong Bantul
- Disdukcapil Bantul Catat Paranormal hingga Tabib di Kolom KTP
- Gunungkidul Tunggu Izin Kemendagri untuk Pemilihan Lurah 2026
- Empat Pemuda Mabuk Curi Motor di Pleret, Satu Masih Buron
- Kuota Penonton PSIM Jogja vs Persis Solo Naik Jadi 9.000 Orang
Advertisement
Advertisement



