LBH Jogja Ungkap Kronologi Bentrok Malioboro hingga Tugu Jogja
LBH Jogja mengungkap dugaan awal kericuhan Malioboro pada 28 Oktober 2026, termasuk serangan terhadap demonstran dan pengerahan polisi.
Sekolah, PPDB - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dua jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kulonprogo, jalur afirmasi dan bina lingkungan telah terpenuhi. Masih tersisa tiga jalur lagi, jalur zonasi, prestasi, dan perpindahan tugas orang tua yang akan dibuka pada Senin (19/6/2023).
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulonprogo, Arif Prastowo mengatakan bahwa kuota jalur afirmasi dan bina lingkungan terpenuhi di hampir semua sekolah baik SD maupun SMP di Kulonprogo. Berbeda dengan jenjang SMP, pendaftaran jenjang SD dilakukan dengan datang langsung ke sekolah yang dituju.
BACA JUGA: PPDB Kulonprogo Terapkan Zonasi Bina Lingkungan, Ini Penjelasan Dinas
“Baik jalur afirmasi maupun jalur bina lingkungan itu hampir terpenuhi semuanya. Kalau yang bina lingkungan kan memang prioritas,” kata Arif dihubungi pada Minggu (18/6/2023).
Begitupun juga dengan jalur afirmasi yang menurut Arif sudah jelas terpenuhi dari sisi kuota. Kata dia, jalur tersebut banyak digunakan oleh pelajar dari keluarga yang masuk dalam data kemiskinan terpadu.
“Afirmasi itu jalur yang banyak digunakan calon siswa dari keluarga yang masuk di data kemiskinan terpadu. Mereka bisa masuk sepanjang kuota jalur afirmasi masih mencukupi,” katanya.
Arif menambahkan terkait jalur zonasi PPDB tingkat sekolah dasar (SD) paling sedikit 80 persen, sedangkan SMP paling sedikit 65 persen. Total untuk jenjang SD, terdapat 225 sekolah dengan jumlah kursi tesedia sekitar 6.000 pelajar.
BACA JUGA: Jalur Bina Lingkungan PPDB di Kulonprogo Tak Dibatasi Kuota
Lebih jauh, Arif memprediksi kuota pelajar di beberapa SMP di Kapanewon Girimulyo, Samigaluh, dan Kokap tidak akan terpenuhi menyusul lulusan SD di tiga wilayah tersebut hanya sedikit.
“Jumlah lulusan SD di tiga kapanewon terebut sedikit. Jadi akan terjadi kekurangan pelajar. Apabila terdapat kekurangan siswa baru di satuan pendidikan, tidak serta merta akan dilakukan regruping. Karena diperlukan kajian yang komprehensif dalam rencana regrup,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
LBH Jogja mengungkap dugaan awal kericuhan Malioboro pada 28 Oktober 2026, termasuk serangan terhadap demonstran dan pengerahan polisi.
Program Gentengisasi meluncurkan pengiriman 2,4 juta genteng Jatiwangi. Sugiono menyebut program ini berpotensi menggerakkan UMKM dan membuka lapangan kerja.
Lima mahasiswa UGM asal Banyumas mengolah limbah jerami menjadi hard carbon untuk material anoda baterai ion natrium.
Napoli menahan Lazio 1-1 di Liga Italia 2026/2027. Hasil ini memutus lima kemenangan beruntun Lazio, tetapi mereka tetap di puncak klasemen.
Tanaka Hirataro Setiawan terpilih sebagai Ketua Pengcab Orado Bantul periode 2026-2030 dalam Muscab di Sleman.
Mentan Amran menegaskan bantuan alsintan gratis dan meminta masyarakat melaporkan dugaan penyimpangan melalui kanal Lapor Pak Amran.