4.278 Anak di Sleman Tak Sekolah, Gandheng ATS Resmi Diluncurkan
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
Sekolah, PPDB - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dua jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kulonprogo, jalur afirmasi dan bina lingkungan telah terpenuhi. Masih tersisa tiga jalur lagi, jalur zonasi, prestasi, dan perpindahan tugas orang tua yang akan dibuka pada Senin (19/6/2023).
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kulonprogo, Arif Prastowo mengatakan bahwa kuota jalur afirmasi dan bina lingkungan terpenuhi di hampir semua sekolah baik SD maupun SMP di Kulonprogo. Berbeda dengan jenjang SMP, pendaftaran jenjang SD dilakukan dengan datang langsung ke sekolah yang dituju.
BACA JUGA: PPDB Kulonprogo Terapkan Zonasi Bina Lingkungan, Ini Penjelasan Dinas
“Baik jalur afirmasi maupun jalur bina lingkungan itu hampir terpenuhi semuanya. Kalau yang bina lingkungan kan memang prioritas,” kata Arif dihubungi pada Minggu (18/6/2023).
Begitupun juga dengan jalur afirmasi yang menurut Arif sudah jelas terpenuhi dari sisi kuota. Kata dia, jalur tersebut banyak digunakan oleh pelajar dari keluarga yang masuk dalam data kemiskinan terpadu.
“Afirmasi itu jalur yang banyak digunakan calon siswa dari keluarga yang masuk di data kemiskinan terpadu. Mereka bisa masuk sepanjang kuota jalur afirmasi masih mencukupi,” katanya.
Arif menambahkan terkait jalur zonasi PPDB tingkat sekolah dasar (SD) paling sedikit 80 persen, sedangkan SMP paling sedikit 65 persen. Total untuk jenjang SD, terdapat 225 sekolah dengan jumlah kursi tesedia sekitar 6.000 pelajar.
BACA JUGA: Jalur Bina Lingkungan PPDB di Kulonprogo Tak Dibatasi Kuota
Lebih jauh, Arif memprediksi kuota pelajar di beberapa SMP di Kapanewon Girimulyo, Samigaluh, dan Kokap tidak akan terpenuhi menyusul lulusan SD di tiga wilayah tersebut hanya sedikit.
“Jumlah lulusan SD di tiga kapanewon terebut sedikit. Jadi akan terjadi kekurangan pelajar. Apabila terdapat kekurangan siswa baru di satuan pendidikan, tidak serta merta akan dilakukan regruping. Karena diperlukan kajian yang komprehensif dalam rencana regrup,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 4.278 anak di Sleman tercatat tidak sekolah. Pemkab meluncurkan Gandheng ATS berbasis EWS untuk mendeteksi risiko putus sekolah.
KSPN menyiapkan aksi buruh di DPR dan Istana pada akhir Agustus atau September 2026 dengan membawa lima tuntutan UU Ketenagakerjaan baru.
Presiden Prabowo dijadwalkan membuka Muktamar ke-35 NU di Jombang pada 27 Agustus 2026. Kehadirannya diperkirakan memicu peningkatan mobilitas warga.
Pemerintah memastikan keamanan nasional jelang HUT ke-81 RI terkendali dan mengimbau masyarakat bijak menerima informasi di media sosial.
Buntut komentar nirempati perawat di media sosial, RSA UGM menggencarkan sosialisasi kode etik dan menonaktifkan perawat berinisial DPA.
Prajogo Pangestu kembali tersalip Low Tuck Kwong setelah kekayaannya susut sekitar Rp10 triliun dalam satu sesi perdagangan.