Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Ilustrasi Pemilu - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gunungkidul bakal menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2024 dalam pleno yang digelar Rabu (21/6/2023).
Penetapan ini mengacu terhadap hasil pencermatan dari Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) yang ditetapkan pada 12 Mei 2023 lalu.
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani mengatakan daftar calon pemilih sangat dinamis sehingga potensi berubah sangat mungkin. Hal ini dikarenakan data disesuaikan dengan daftar kependudukan di Gunungkidul.
Menurut dia, upaya perbaikan dan pencermatan terhadap data pemilih terus dilakukan. Sebagai contoh, setelah pelakukan pencocokan dan penelitian terhadap calon pemilih, maka dilakukan penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang dilaksanakan pada 5 April 2023.
Total DPS di Gunungkidul sebanyak 616.419 jiwa, terdiri dari pemilih perempuan sebanyak 315.115 orang dan laki-laki ada 301.304 orang. Hasil penetapan kemudian diumumkan ke publik agar mendapatkan saran dan masukan dari masyarakat.
“Selain saran dan masukan, kami juga melakukan pencermatan. Hasil dari pencermatan DPS ditetapkan sebagai DPSHP,” katanya, Selasa (20/6/2023).
Menurut dia, seusai penetapan DPSHP yang berjumlah 614.640 jiwa, langsung diumumkan ke publik. Tujuan pengumuman agar mendapatkan masukan dari masyarakat sehingga mendapatkan data yang valid untuk Pemilu 2024.
“Proses pencermatan terhadap DPSHP sudah dilakukan dan besok [Rabu], hasil dari perbaikan yakan ditetapkan menjadi DPT Pemilu 2024 di Gunungkidul. Sekarang juga masih dalam proses perbaikan data pemilih,” katanya.
Pencermatan
Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul, Rosita mengatakan terus melakukan pencermatan terhadap daftar calon pemilih yang ditetapkan oleh KPU. Menurut dia, hingga sekarang catatan dari bawaslu dapat diakomodasi untuk mmemastikan data pemilih yang valid.
“Pengawasan kami menyangkut tentang calon pemilih yang tidak memenuhi syarat hingga hak pilih dari warga bisa terlindungi sehingga hak suaranya tidak hilang,” katanya.
Rosita mengakui sudah mendapatkan informasi berkaitan dengan rencana penetapan DPT oleh KPU. Menurutnya, upaya pencermatan akan terus dilakukan sebagai upaya melindungi hak pilih warga Negara.
“Nanti kalau sudah ditetapkan DPT, kami juga terus melakukan pencermatan karena data pemilih untuk [Pemilu 2024] sangat dinamis dan sewaktu-waktu bisa berubah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Kemenkeu mengungkap perkembangan pengalihan saham PSBI dan pembayaran utang Whoosh yang kini memasuki tahap finalisasi.
MTQ Nasional XXXI 2026 di Jawa Tengah berakhir dengan Jateng meraih peringkat kedua. Taj Yasin mendorong pembinaan Al-Qur’an berkelanjutan.
Aduan sampah di Sleman naik sekitar 40% pada 2026. Pembakaran sampah menjadi salah satu laporan yang paling banyak ditangani Satpol PP.
Pilur serentak Gunungkidul digelar 26 September 2026. Sebanyak 630 personel TNI-Polri disiapkan untuk pengamanan pemilihan.
Harga chip memori Apple dengan Samsung dilaporkan naik 30%–40%. Kondisi ini berpotensi memengaruhi harga iPhone pada 2027.