Sultan HB X Jogja: Sragen Saudara Tua DIY, Jejak Mataram Harus Dijaga
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Suasana persidangan kasus pemalsuan sertifikat satwa kucing ras di Pengadilan Negeri Sleman, Kamis (22/6/2023). Ist
Harianjogja.com, SLEMAN—Seorang pria inisial SN, 40 warga Cibeunying Kidul Kota Bandung Jawa Barat didakwa memalsukan sertifikat satwa kucing ras. Kasus tersebut kini disidangkan di Pengadilan Negeri Sleman, Kamis (22/6/2023).
Humas Pengadilan Negeri Sleman Cahyono membenarkan adanya kasus tersebut. "Benar perkara itu (terdakwa SN) disidangkan pada hari ini, sidang perdana, agenda pembacaan dakwaan penuntut umum," katanya, sebelum sidang berlangsung.
BACA JUGA: Sidang Mario Dandy: Anak AG Diperiksa Sebagai Saksi Terakhir
Sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan tersebut dihadiri oleh terdakwa secara virtual. Di ruang sidang hanya dihadiri oleh Majelis Hakim yang diketuai oleh Devi Mahendrayani Hermanto didampingi dua hakim anggota Suratni dan Hernawan, JPU Rahajeng Dinar Hanggarjani, dan tim penasehat hukum terdakwa.
Kasus unik ini teregister dengan nomor 304/Pid Sus/2023/ PN Slm. Terdakwa oleh JPU didakwa dengan pasal berlapis yakni Undang- undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan Pasal 378 KUHP. "Benar disidang hari ini," kata Kasi Pidum Kejari Sleman Agung Wijayanto.
Terdakwa didakwa dengan Pasal 51 ayat (1) jo Pasal 35 dan/atau pasal 45A ayat (1) jo pasal 28 ayat (1) UU No.19/2016 tentang Perubahan atas UU No.11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Terdakwa juga dijerat Pasal 378 KUHP.
Kasus ini berawal saat terdakwa terpilih sebagai Presiden atau Ketua Clubtica Indonesia pada 3 Mei 2016. Terdakwa saat itu menyelenggarakan kontes kucing sesuai dengan aturan The International Cat dengan menggunakan nama dan logo The International Cat Association (TICA).
"Dan Clubtica Indonesia tidak berhak menerbitkan sertifikat Pedigree dengan menggunakan nama dan logo The international Cat Association (TICA)," kata Jaksa Rahajeng dalam dakwaannya.
Salah seorang korban sertifikat palsu tersebut adalah Sandra Kurnia Dewi. Ia mengalami kerugian sebesar Rp22,3 jut lantaran sertifikat kucing pedigree yang diurus melalui Clubtica Indonesia diketahui tidak resmi.
Konfirmasi telah dilakukan, jawaban melalui email dari pihak TICA menyatakan bahwa sertifikat pedigree yang terdapat logo TICA dan TICA number yang diterbitkan oleh Clubtica Indonesia tidak teregister dan tidak terdaftar pada TICA dan TICA tidak mempunyai kantor Perwakilan resmi di Indonesia.
Usai persidangan, Tim kuasa hukum terdakwa enggan menjawab pertanyaan awak media. Sidang akan digelar kembali pada Selasa, 27 Juni 2023 dengan agenda pembacaan eksepsi pihak terdakwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan HB X menyebut Sragen sebagai saudara tua DIY karena jejak sejarah Mataram. Hubungan budaya ini diminta terus dijaga.
Simak alasan teknis mengapa interval ganti oli mobil Eropa bisa mencapai 24.000 km, mulai dari presisi mesin hingga standar oli low-SAPS.
iOS 27 beta 5 mengungkap enam iPhone baru yang belum diumumkan Apple, termasuk iPhone Ultra yang disebut sebagai ponsel lipat pertama.
Anggota DPRD DIY, Rahayu Widi Nuryani, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memperkuat branding agar produk tidak hanya viral
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak turun pada Kamis 13 Agustus 2026. Simak daftar harga jual dan buyback terbaru dari 0,5 gram hingga 1.00
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.