30 Tahun Berlalu, Festival Udin Kembali Tagih Keadilan
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Ilustrasi./Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Wulan, salah satu orang tua yang anaknya baru masuk di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) negeri di Bantul tahun ini mengaku saat anaknya sudah diterima di sekolah, dia diminta untuk membayar biaya bahan seragam sekolah sebesar Rp1,3 juta.
Besaran uang tersebut diakui Wulan untuk sejumlah seragam seperti seragam pramuka, seragam putih biru dongker, batik, seragam olahraga, dan jas almamater. “Totalnya ada lima setel seragam. Biayanya Rp1,3 juta,” katanya, Minggu (2/7/2023)
Harga seragam tersebut baru bahannya saja. Sementara untuk biaya jahitnya beda lagi. Dia mengatakan sekolah melalui paguyuban orang tua hanya menyediakan bahan kain yang belum dijahit. “Kalau jahitnya sendiri-sendiri. Saya waktu itu biaya jahitnya sampai Rp700.000an karena satu setel aja Rp150.000 biaya jahitnya ” ujarnya.
BACA JUGA: Pungutan Liar Ditemukan di Beberapa Sekolah Negeri di DIY, Begini Modusnya...
Meski begitu, dia mengaku tidak keberatan dengan adanya pengadaan seragam tersebut karena seragam yang diperoleh cukup banyak. Ia membandingkan jika membeli di pasar belum tentu bisa sama dengan teman-teman lainnya di sekolah.
Menurutnya harga itu masih lebih murah jika dibandingkan dengan sekolah di swasta yang banyak pungutan, mulai dari uang pendaftaran, uang gedung, SPP bulanan, sampai seragam.
Kepala Disdikpora Bantul, Isdarmoko pada akhir tahun lalu mengatakan masalah jual bei seragam oleh sekolah dan juga komite sekolah jelas dilarang dan sudah diatur dalam Permendikbud-Ristek maupun Peraturan Bupati (Perbup). Pihaknya sudah melacak tidak ada sekolah maupun komite sekolah yang terlibat dalam pengadaan seragam sekolah. “Kalau seandainya itu ada orang tua yang sama-sama itu bukan atas sepengetahuan sekolah,” kata Isdarmoko.
“kalau ada orang tua adakan [pengadaan seragam] sepakat bareng-bareng kami engga bisa larang, enggak ada dasarnya melarang,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peringatan yang berlangsung sejak Rabu (13/8/2026) hingga Sabtu (15/8/2026) ini menjadi ruang untuk terus menagih keadilan atas kasus Udin, yang telah mangkrak
Instagram menghadirkan Pixel, fitur AI baru untuk menyamarkan wajah atau objek di Stories hanya dengan perintah teks.
Suluh Sumurup Art Festival 2026 memasuki tahun keempat dengan tema Maneges, menegaskan eksistensi seniman disabilitas melalui karya dan ruang berkesenian
Tim voli putra Indonesia mengalahkan Kirgiztan 3-0 di Asian Games 2026. Laga melawan Iran menjadi penentu peluang lolos ke fase berikutnya.
Pilur Gunungkidul di 31 kalurahan berjalan lancar. Lurah terpilih diminta tak jumawa dan merangkul seluruh warga demi kemajuan kalurahan.
HP lipat kini punya layar mendekati tablet mini. Namun, apakah foldable benar-benar bisa menggantikan tablet untuk hiburan dan pekerjaan?