Profil Guruh Soekarnoputra dan Perjalanan Kariernya, Wafat di Usia 73 Tahun
Guruh Soekarnoputra wafat di usia 73 tahun. Simak profil, pendidikan, perjalanan seni, penghargaan, hingga kiprahnya di DPR.
Konstruksi Tol Jogja Solo di wilayah Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, Jumat (1/4/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA—Trase pembangunan jalan baru Prambanan-Gayamharjo yang merupakan sambungan exit toll Bokoharjo ruas tol Jogja Solo akan melewati perbukitan di Kapanewon Prambanan. Pelaksana proyek terpaksa melakukan pengeprasan di sejumlah titik untuk membangun jalan agar tidak terlalu ekstrem.
Kabid Bina Marga Dinas PU ESDM DIY Kwaryantini Ampeyanti Putri menjelaskan ruas jalan Prambanan-Gayamharjo ini merupakan rangkaian dari exit tol Jogja Solo yang berada di Kawasan Bokoharjo, Prambanan. Jalan ini akan terhubung dengan ruas Tawang-Ngalang Gunungkidul dengan melewati jembatan di atas Sungai Oya yang saat ini sudah dibangun.
BACA JUGA : Simpang Susun Purwomartani Tol Jogja Solo Bisa Terkoneksi
Berdasarkan desain awal, kata dia, trase ruas jalan baru ini mau tidak mau memang harus melewati kondisi geografis perbukitan. Guna meminimalisasi tanjakan ekstrem sehingga kemungkinan pelaksana proyek akan melakukan pengeprasan perbukitan di beberapa titik.
“Iya [terpaksa dikepras], karena memang di lokasi trase ruas jalan tersebut lebih ke lembah dan perbukitan, ya memang terpaksa harus mengepras,” kata saat dihubungi Harianjogja.com Senin (3/7/2023) lalu.
Meski demikian Pemda DIY akan berkoordinasi dengan pelaksana proyek untuk meminimalisasi. Hal ini dilakukan seiring dengan adanya sejumlah aturan terkait pengeprasan perbukitan.
“Karena memang desain awal itu masih belum ada isu terkait aturan pengeprasan masih gunakan desain lama, sehingga tentunya akan ada pengeperasan. Namun kami upayakan seminimal mungkin,” katanya.
Dari trase jalan ini nantinya di beberapa titik akan melewati jalan eksisting atau yang saat ini sudah ada. Namun jalan tersebut belum standar sehingga tetap harus dibangun ulang sesuai standar jalan nasional yang tersambung dengan jalan tol Jogja Solo.
“Itu juga nanti mengakomodasi exit toll, pengguna jalan keluar dari exit toll langsung tertampung langsung melalui jalur itu menuju ke arah Gayamharjo. Ada sebagian jalan eksisting ada sebagian benar-benar jalan baru, namun eksisting jalan kabupaten, tetap harus diperluas,” ujarnya.
BACA JUGA : Update Pembebasan Tanah Karakteristik Khusus Tol Jogja-Solo
Pembangunan ruas jalan baru ini akan menjadi salah satu alternatif untuk meminimalisasi terjadinya kepadatan terutama arus yang akan ke Gunungkidul. Rencananya pembangunan jalan ini akan menggunakan APBN dan dana keistimewaan DIY.
“Pembangunan ruas Jalan Prambanan-Gayamharjo memiliki panjang total 9,08 kilometer yang dibagi menjadi Segmen A ini 4,73 kilometer dan Segmen B sepanjang 4,35 kilometer. Segmen A diusulkan untuk dilaksanakan oleh Kementerian PUPR dan Segmen B direncanakan akan dibangun oleh Pemda DIY melalui Dana Keistimewaan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guruh Soekarnoputra wafat di usia 73 tahun. Simak profil, pendidikan, perjalanan seni, penghargaan, hingga kiprahnya di DPR.
BPKH mengajak generasi muda mulai merencanakan keuangan haji sejak dini sekaligus memanfaatkan platform digital untuk dakwah.
Zulhas memastikan manajer Kopdes yang ditempatkan jauh dari domisili akan disesuaikan ke koperasi terdekat setelah titik tersedia.
Kejagung menyebut kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi tata kelola MBG mencapai sekitar Rp10 triliun berdasarkan penghitungan BPKP.
Sebanyak 40 KDMP di Sleman sudah beroperasi hingga September 2026, sedangkan 46 lainnya masih berproses menjalankan unit usaha.
Bansos beras 30 kg kembali disalurkan Oktober-Desember 2026 untuk 33,24 juta penerima. Cek status penerima menggunakan NIK.