Advertisement
Lelang Jembatan Pandansimo Ditarget Bulan Ini, Ini Rincian Prosesnya
Jembatan / Freepik
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA–Jembatan Pandansimo di Bantul menjadi salah satu proyek strategis Nasional dan penghubung Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS). Ditargetkan proyek Jembatan Pandansimo bakal dilelang paling lambat bulan ini.
PPK Satker PJN Setiawan menyampaikan Jembatan Pandansimo masih dalam tahap persiapan sebelum memasuki lelang. “Saat ini masih dalam tahap persiapan lelang,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Senin (10/7/2023).
Advertisement
BACA JUGA: Fantastis, Pengemis di Malioboro Sepekan Bisa Dapat Rp27 Juta
Saat ini JJLS di wilayah DIY masih belum terhubung di Jembatan Srandakan 3 atau Jembatan Pandansimo dan JJLS Kelok 18 atau Jalan Baru Kretek-Girijati. Berikut ini tahapan proses lelang dan jadwalnya.
- Juli 2023
Mulai persiapan dan tahap pembukaan lelang yang akan berlangsung hingga tiga sampai lima bulan.
- Pengumuman pemenang lelang
Akhir Oktober atau awal November 2023.
Dia menyampaikan pengerjaan Jembatan Pandansimo akan dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023 dengan estimasi Rp200 miliar untuk tahun ini.
“Saat ini pendanaannya memang masih dalam tahap pembahasan di pusat. Jadi sampai saat ini belum masuk di Dana Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Satker PJN DIY,” katanya.
Jembatan Pandansimo tersebut diperkirakan akan memerlukan waktu pengerjaan hingga 15 bulan. Sehingga apabila triwulan keempat tahun 2023 mulai dikerjakan, maka akhir tahun 2024 akan rampung. Ditargetkan Jembatan Pandansimo akan rampung sebelum pergantian Presiden RI tahun depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Nawang Senja Jadi Spot Ngabuburit Favorit di Pantai Glagah
Advertisement
Berita Populer
- Lima Pasar Sleman Jadi Lokasi Grebeg Takjil Ramadan
- DIY Ajukan Dana Rp400 Miliar untuk Perbaikan Jalan Provinsi
- Perempuan Ditemukan Meninggal di Kasihan Bantul, Polisi Ungkap Fakta
- Bantul Dapat Kuota Sampah 700 Ton Seusai Penutupan TPA Piyungan
- Kasus Perceraian di PN Sleman Capai 1.483, Ekonomi Jadi Faktor Pemicu
Advertisement
Advertisement






