Meski Lahan Sempit, Kragon II Mandiri Pangan Berkat Galon Bekas
Ibu-ibu PKK Kragon II di Kulonprogo memanfaatkan galon bekas menjadi media tanam hingga meraih predikat terbaik Program Ketapangmas DIY.
Ibadah haji oleh jemaah haji - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO — Proses pemberangkatan jemaah haji melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo terus berjalan. Dalam hampir sepekan pelaksanaan, sudah empat kelompok terbang (kloter) jemaah haji asal Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Namun di tengah kelancaran proses tersebut, terdapat tiga jemaah yang terpaksa menunda keberangkatan karena kondisi kesehatan yang belum memenuhi syarat istithaah atau kelayakan terbang.
Kepala Seksi Pembinaan dan Layanan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kulonprogo, Kementerian Haji dan Umrah Kulonprogo, Kholistin Arifiyani, menjelaskan bahwa penundaan ini merupakan hasil pemeriksaan kesehatan tahap akhir di asrama haji berbasis hotel.
“Kloter tiga satu jemaah tidak bisa terbang karena sakit, dan di kloter empat ada dua jemaah. Totalnya ada tiga jemaah yang ditunda keberangkatannya tahun ini,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).
Ditunda karena Kondisi Medis
Ketiga jemaah yang batal berangkat seluruhnya berasal dari Kabupaten Sleman. Mereka memiliki riwayat penyakit seperti paru-paru basah, penyakit kronis, hingga kondisi pasca perawatan yang masih belum stabil.
Hasil pemeriksaan kesehatan tahap tiga oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) menunjukkan bahwa kondisi mereka belum memenuhi syarat istithaah, sehingga keberangkatan dipastikan ditunda ke musim haji tahun depan.
“Faktor kesehatan sangat krusial, sehingga ketiganya dinyatakan tidak memenuhi syarat dan harus menunda keberangkatan,” jelasnya.
Ratusan Jemaah Masuk Kategori Risiko Tinggi
Selain penundaan, data kesehatan menunjukkan sebagian besar jemaah haji masuk kategori risiko tinggi (risti). Pada kloter tiga, dari 359 jemaah, sebanyak 249 orang masuk kategori risti, dengan penyakit terbanyak hipertensi, hiperkolesterolemia, dan hiperlipidemia.
Sementara pada kloter empat, dari 358 jemaah, terdapat 228 orang dengan status risti, didominasi hipertensi dan diabetes. Meski demikian, seluruh jemaah yang diberangkatkan telah dinyatakan layak terbang dan tetap dalam pemantauan petugas kesehatan.
Kloter Lima Disiapkan
Sementara itu, Embarkasi YIA kini mempersiapkan kedatangan kloter lima yang dijadwalkan tiba di asrama haji pada Minggu (26/4/2026) malam. Keberangkatan kloter tersebut direncanakan berlangsung pada Senin (27/4/2026) pukul 19.10 WIB.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan menjadi faktor utama dalam menentukan kelayakan keberangkatan jemaah demi keselamatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ibu-ibu PKK Kragon II di Kulonprogo memanfaatkan galon bekas menjadi media tanam hingga meraih predikat terbaik Program Ketapangmas DIY.
Jadwal SIM Keliling Jogja Agustus 2026 lengkap dengan lokasi, syarat, biaya perpanjangan SIM, dan layanan Drive Thru MPP Kota Jogja.
Cakupan UHC Bantul turun tipis menjadi 98,67 persen pada Juli 2026. Dinkes memastikan angka tersebut masih di atas target minimal 98 persen dengan dukungan angg
Belanja pegawai Pemkot Jogja masih 35,7 persen dari APBD 2026. BPKAD menekan anggaran melalui pembatasan rekrutmen ASN dan memanfaatkan tingginya angka pensiun
Warga Kalidadap, Selopamioro, Imogiri, Bantul harus menyedot air dari Sendang Wonosari saat kemarau. Sumur mengering dan jaringan air bersih belum menjangkau.
Pemkab Bantul menyiapkan strategi memenuhi batas belanja pegawai maksimal 30 persen pada 2027 dengan meningkatkan PAD, menerapkan zero minus growth ASN, dan mem