Fenomena Api Seyegan Ternyata Bukan Gas Alam, Ahli Serahkan ke Polisi
Fenomena api Seyegan Sleman dipastikan bukan berasal dari gas alam. Polisi kini menyelidiki penyebab kemunculan api yang terjadi 126 kali.
Dua terduga pelaku mutilasi berhasil dibekuk Polda DIY - Harian Jogja // Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Kasus mutilasi Turi Sleman terhadap seorang mahasiswa di Jogja kian menggegerkan publik. Masyarakat terus mengulik berbagai cerita tentang kasus tersebut, salah satunya terkait sosok kedua pelaku dan proses identifikasi yang dilakukan kepolisian hingga berhasil mengungkap kasus tersebut.
Mengingat kondisi korban sudah memprihatinkan akibat mutilasi yang ditemukan potongan tubuh di Turi Sleman. Kasus mutilasi Turi, Sleman ini pun ramai menjadi perbincangan. Sebagaimana diketahui Polda DIY menangkap dua pelaku berisial W warga Magelang dan RD warga DKI Jakarta pada Sabtu (15/7/2023) malam. Adapun korban teridentifikasi berinisial R yang merupakan salah satu mahasiswa perguruan tinggi swasta (PTS) di Jogja.
BACA JUGA : Terduga Pelaku Mutilasi Sleman Berjumlah 2 Orang, Ditangkap di Bogor
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol. FX Endriadi menjelaskan penangkapan terhadap kedua tersangka setelah melalui sejumlah proses, di antaranya merumuskan identitas korban melalui potongan tubuh yang ditemukan di Turi Sleman. Adapun identifikasi potongan tubuh korban mutilasi itu dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY.
"Potongan tubuh tersebut kami bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, kami ambil sidik jarinya, kemudian kami olah, ada peralatan kami di Polda sehingga bisa mendapatkan identitas korban," katanya dalam konferensi pers di Mapolda DIY Minggu (16/7/2023).
Setelah mendapatkan identitas korban, petugas kepolisian kemudian melakukan penyelidikan intens dengan melibatkan sejumlah temuan fakta di lapangan dan barang bukti di sekitar lokasi temuan potongan tubuh.
"Dari identitas korban tersebut kami melakukan penyelidikan mendalam melibatkan informasi dari lapangan masyarakat, kemudian digital forensik, kami dapatkan peralatan-peralatan medianya dan bisa merumuskan ataupun menemukan identitas pelaku,” katanya.
Lewat pendalaman materi dari tim berdasarkan digital forensik, pengolahan TKP serta informasi lapangan yang didapat, terduga pelaku mutilasi lalu mengerucut kepada seorang berinisial W yang beridentitas dengan KTP berlamatkan di Magelang dan RD yang ber-KTP DKI Jakarta.
Pelaku kemudian ditangkap dalam pelariannya di wilayah Bogor, Jawa Barat pada Sabtu (15/7/2023) malam. Keduanya ditangkap di rumah rumah RD yang terletak di Bogor. Polisi masih mendalami motif tindakan pelaku melakukan aksi sadisnya kepada korban.
BACA JUGA : Selain Kepala, Potongan Tangan dan Kaki Diduga Korban Mutilasi Turi
"Pelaku akan dilakukan pemeriksaan intensif terkait dengan motif perbuatan-perbuatan yang mereka lakukan," terangnya.
Korban berjenis kelamin laki-laki dan berasal dari Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kedua pelaku mutilasi bukanlah mahasiswa melainkan bekerja di bidang kuliner. Satu pelaku adalah karyawan di suatu usaha kuliner di Jogja. Adapun satu pelaku lainnya penjual kue.
"Satu karyawan salah satu kuliner di Jogja. Kemudian yang kedua, yang orang Bogor, penjual kue," katanya.
Endriadi menyatakan korban dan pelaku saling kenal. Mereka bertemen. Kendati demikian, relasi pertemanan macam apa yang dijalin antara pelaku dan korban masih didalami. R dieksekusi oleh pelaku di rumah indekos pelaku di Triharjo, Sleman.
"Sementara kami dapatkan informasi [dieksekusi] di TKP di kos-kosan," kata dia
Dari indekos pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti. Ada berbagai benda yang diamankan, mulai dari palu, pisau hingga cangkul kecil.
BACA JUGA : Terduga Pelaku Mutilasi di Sleman Berhasil Ditangkap
Polisi juga menyita panci berukuran besar, tali, ponsel, sandal, sejumlah ember dan sepeda motor. Sebuah kompor gas hingga tabung gas juga diamankan kepolisian sebagai barang bukti.
"Sementara kami akan melakukan pendalaman. Jadi barang-barang ini atau barang bukti itu kami temukan di TKP di kos-kosannya pelaku," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena api Seyegan Sleman dipastikan bukan berasal dari gas alam. Polisi kini menyelidiki penyebab kemunculan api yang terjadi 126 kali.
KAI memastikan seluruh lokomotif dan sarana diesel siap menggunakan biodiesel B50 sesuai mandatori pemerintah yang berlaku sejak 1 Juli 2026.
Gerindra menyerahkan kasus Bupati Kuansing Suhardiman Amby kepada KPK dan menegaskan menghormati seluruh proses hukum.
TikTok menjelaskan PHK Tokopedia dilakukan demi efisiensi jangka panjang setelah integrasi bisnis dan restrukturisasi organisasi.
Lonjakan penumpang Commuter Line Jogja–Palur hingga 30% saat libur sekolah membuat KAI Commuter siagakan 34 perjalanan kereta per hari.
Peneliti menemukan enam celah keamanan pada AirDrop dan Quick Share yang berpotensi menyerang iPhone, Android, macOS, dan Windows.