Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Hukum- ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Terdakwa kasus pembunuhan dan mutilasi seorang mahasiswa Jogja, Waliyin dan Ridduan, dituntut hukuman mati oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Hal ini disampaikan dalam sidang pembacaan tuntutan, di Pengadilan Negeri Sleman, Kamis (25/1/2024).
JPU Kejaksaan Negeri Sleman, Hanifah, menuntut majelis hakim Pengadilan Negeri Sleman untuk pertama, memutuskan kedua terdakwa terbukti dan secara sah meyakinkan, melakukan tindak pidana, menyuruh melakukan dan turut serta menghilangkan nyawa orang lain.
“Sebagaimana dalam dakwaan primer pasal 340 juncto 55 ayat 1 KUHP. Kedua, menjatuhkan pidana terhadap para terdakwa Waliyin dan Ridduan masing-masing dengan pidana mati. Ketiga, menyatakan barang bukti satu potong baju, sampai dengan satu unit ponsel dirampas untuk dimusnahkan. Satu unit sepeda motor Yamaha Mio beserta kunci kontak dan STNK, dirampas untuk negara,” katanya.
Keempat, membebankan biaya perkara masing-masing sebesar Rp2.000 kepada terdakwa. Adapun hal-hal yang memberatkan perubatan para terdakwa yakni tidak berperikemanusiaan telah menghilangkan nyawa korban dan membuat tubuh korban berceceran.
BACA JUGA: Pemda DIY Anggarkan Rp2,5 Triliun Untuk Belanja Barang dan Jasa Dalam Negeri
Setelah pembacaan tuntutan ini, pihak kedua terdakwa diberi kesempatan membuat pledoi atau pembelaan selama dua pekan. Setelah itu, sidang akan kembali digelar pada 7 Februari 2024 mendatang dengan agenda pembacaan pledoi.
Kuasa hukum terdakwa, Adi Susanto, menuturkan terhadap tuntutan mati atas diri terdakwa, pihaknya menghormati apapun landasan dan pertimbangan hukum yang dijadikan dasar bagi JPU sehingga menuntut mati kedua terdakwa.
“Namun kami meyakini, dari fakta-fakta hukum yang terungkap selama proses pemeriksaan saksi-saksi sampai pada keterangan kedua terdakwa, maka kami meyakini bahwa pasal 340 KUHP tentang perencanaan pembunuhan atas diri korban sama sekali tidak terpenuhi,” kata dia.
Majelis hakim menurutnya punya pertimbangan hukum tersendiri dalam mengambil vonis hukuman atas diri kedua terdakwa. “Karena itu, waktu dua pekan kami meminta menunda sidang guna menyempurnakan materi pledoi atau pembelaan atas kedua terdakwa. Lebih lanjut akan kami sampaikan materi pledoi kami di sidang mendatang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 28 September 2026 lengkap 15 perjalanan dan tarif Rp8.000, dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur.
Cek jadwal KRL Solo-Jogja Senin 28 September 2026 dari Palur ke Jogja/Tugu, lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Sergey Lavrov menyerukan pembentukan Negara Palestina berdasarkan kerangka internasional dan resolusi PBB di Sidang Umum PBB.
John Herdman meminta pemain Timnas Indonesia menjaga “rumah” saat menghadapi Malaysia pada laga Grup A FIFA ASEAN Cup.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebut operasi di Papua berhasil merebut delapan pucuk senjata dari kelompok OPM.