Semarak Milad Muhammadiyah ke-113, Aisyiyah Trirenggo Gelar Gowes
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Bantul sedang memdamkan api yang membakar rumah di Dusun Jati, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Bantul, Rabu (19/7/2023)./Istimewa-dok.BPBD Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Dalam sehari sebanyak dua rumah huni di Bantul mengalami kebakaran pada Rabu (19/7/2023) kemarin. Tidak ada korban jiwa dalam dua peristiwa kebakaran tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
Kejadian kebakaran pertama pukul 12.30 WIB menimpa rumah Isyuniati, 53, di Jalan Ahmad Dahlan, Dusun Badegan, Kalurahan Bantul, Kapanewo Bantul, Kabupaten Bantul.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana mengatakan berdasarkan keterangan saksi Turiyah yang merupakan Asisten Rumah Tangga (ART) korban, kebakaran yang menimpa rumah korban diduga dari kebocoran tabung gas saat memasak di dapur.
Saksi tetap membiarkan kebocoran tabung gas tersebut. “Kemudian saat hembusan angin yang sedikit kencang memasuki ruang dapur seketika api langsung membesar sehingga membakar atap rumah,” katanya, Kamis (20/7/2023).
Saat api membesar, ART tersebut berteriak minta tolong. Mendengar teriakan itu, datang warga untuk ikut memadamkan api. Sebagian warga lainnya menghubungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul untuk memadamkan api. Setelah beberapa saat tim Pemadam Kebakaran BPBD Bantul tiba di lokasi kejadian dan langsung melakukan pemadaman api.
Baca juga: Kepala Dinas Krido Tersangka Tanah Kas Desa, Sultan Jogja: Dia Tega, Saya Juga Tega
Akibat kebakaran tersebut menyebabkan atap plafon terbakar. Selain itu, peralatan dapur, enam lemari dapur dan lemari pakain juga ikut terbakar. Kemudian dua lemari es pun terbakar. “Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp35 juta,” ujarnya.
Pada hari yang sama, sekitar pukul 15.00 WIB, kebakaran rumah juga terjadi di Dusun Jati, Kalurahan Wonokromo, Kapanewon Pleret, Bantul. Sebagian rumah milik Ahmad Kholid, 53 beserta barang-barang berharga di dalam rumah terbakar.
Menurut Jeffry, kebakaran itu bermula saat korban meninggalkan rumah sekitar pukul 07.00 WIB. Kemudian menjelang sore hari korban pulang dan mendapati bagian barat rumah sudah terbakar. Korban kemudian minta tolong warga. Sejumlah warga melakukan pemadaman kebakaran dengan alat seadanya. Sementara warga lainnya menghubungi BPBD.
Tiga unit kendaraan pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian hingga api dapat dipadamkan. Selain bagian rumah yang terbakar, barang berharga laptop, satu set drum, dua lemari pakaian, lemari kaca, dagangan alat minum, peralatan dekor, dan dagangan batik juga ludes terbakar. “Kebakaran diduga karena korsleting listrik,” ujarnya. Atas kejadian tersebut korban ikhlas dan menerimanya.
Dihubungi terpisah, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Bantul, Irawan Kurnianto menyebutkan sejak Januari hingga 20 Juli 2023 ini total kebakaran yang terjadi di Bantul sebanyak 101 kejadian. “Penyebabnya sebagian besar karena korsleting listrik dan kelalaian,” katanya.
Menurutnya penggunaan peralatan listrik yang tidak sesuai standar menyebabkan banyak kebakaran. Selain itu penyebab lainnya adalah karena kelalaian seperti meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bersepeda bukan hanya soal olahraga, tetapi juga sarana menumbuhkan energi positif, memperkuat silaturahmi, dan meneguhkan peran perempuan dalam gerakan dakwah
Disdik Sleman hanya mengakui enam lomba nasional untuk Jalur Prestasi Khusus SPMB 2026 jenjang SMP.
Prabowo menegaskan fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat meski kurs dolar dan ekonomi global bergejolak.
Sembilan provinsi memperbolehkan bayar pajak kendaraan 2026 tanpa KTP pemilik lama untuk STNK tahunan kendaraan bekas.
Dishub Bantul menertibkan PKU dengan tagihan listrik membengkak hingga Rp1 juta per bulan di ratusan titik penerangan kampung.
OJK mencatat pembiayaan perbankan syariah tumbuh 9,82% menjadi Rp716,40 triliun hingga Maret 2026.