Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Koperasi - Ilustrasi/Bisnis.com
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdaganngan (DKUKMPP) mencatat di Bantul ada 359 koperasi. Dari jumlah tersebut, sekitar 84 koperasi dalam kondisi tidak sehat atau mati suri.
Kepala DKUKMPP Bantul, Agus Sulistiyana mengatakan ada beberapa alasan koperasi tersebut tidak sehat. Di antaranya Agus menyebut mulai dari kepengurusan yang tidak aktif, tidak pernah menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) hingga pengurusnya sudah lansia sehingga tidak ada regenerasi.
Pihaknya akan memetakan kondisi koperasi tersebut. Koperasi yang tidak sehat tersebut akan dilakukan berbagai upaya, mulai dari optimalisasi, pendampingan, dan didorong untuk kembali sehat. Namun jika tidak memungkinkan bisa dilakukan pembubaran.
“Kami akan petakan dari 84 koperasi itu mana yang bisa dibubarkan, mana yang bisa disuntik atau diobati agar bisa menjadi kelompok yang sehat. Kalau memang tidak bisa ditolong maka dibubarkan saja,” katanya, Jumat (21/7/2023).
Menurutnya, optimalisasi koperasi-koperasi yang mati suri sangat perlu dilakukan. Sebab kehadirannya tidak sekedar membantu permodalan UKM. Namun juga menjadi bagian sektor riil untuk mendukung agar produk dari produsen bisa didapatkan oleh konsumen.
BACA JUGA: Bingung SPBU Mudal Jalan Palagan Disegel? Berikut Daftar 4 SPBU Terdekat dengan Lokasi
Ia menyampaikan saat ini koperasi seharusnya tidak hanya bergerak dalam sektor simpan pinjam permodalan, karena jika hanya bergerak di sektor tersebut akan kalah dengan perbankan. Menurutnya, koperasi bisa bergerak dalam penyediaan bahan baku bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Anggota koperasi bisa menjadi pemasok produk untuk diekspor sebab jika hanya mengandalkan produk ekspor dari beberapa UMKM tak mungkin memenuhi target dari buyer.
“Kalau koperasi bisa menyediakan bahan baku, kemudian anggota membeli di situ maka keduanya untung dan akan terbentuk ekosistem usaha,” ujarnya.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, sebelumnya menyampaikan bahwa koperasi merupakan organisasi ekonomi yang fungsi utamanya untuk meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat. Dalam upaya menyejahterakan anggota, tentu koperasi menyelenggarakan berbagai usaha dan layanan sesuai kebutuhan anggota.
“Hal itulah yang diterapkan di negara-negara maju. Sehingga sebuah koperasi memiliki anggota yang jumlahnya ribuan, ratusan ribu, bahkan jutaan orang,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Cuaca Jogja hari ini diprakirakan hujan ringan di Sleman dan Kota Jogja, sedangkan Bantul dan Gunungkidul berpotensi udara kabur.
KPK memeriksa pejabat Bea Cukai dan pengusaha terkait dugaan aliran uang korupsi serta pengembangan kasus suap impor barang di Kemenkeu.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.