Jemaah Haji Gunungkidul Tiba di Makkah, Siap Jalani Puncak Ibadah
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Aktivitas pembuangan sampah di TPAS Wukirsari di Kalurahan Baleharjo, Wonosari. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembuangan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari, Kalurahan Baleharjo, Wonosari, Gunungkidul mulai diperketat. Kebijakan ini diterapkan sebagai dampak dari penutupan TPA Regional Piyungan sehingga tidak ada upaya pembuangan sampah dari luar daerah ke Gunungkidul.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan dan Pertamanan, Dinas Lingkunan Hidup (DLH) Gunungkidul, Heri Kuswantoro mengatakan, sudah mengambil tindakan terkait dengan dampak penutupan TPA Piyungan dengan memperketat proses pembuangan sampah di TPAS Wukirsari. Setiap truk yang masuk akan diperiksa guna memastikan sampah yang dibuang bukan berasal dari luar Gunungkidul.
BACA JUGA : TPA Piyungan Ditutup 1,5 Bulan, Ini Data Lengkap Volume
“TPAS Wukirsari hanya untuk membuang sampah dari Gunungkidul saja. Sedangakn untuk sampah dari luar tidak bisa,” kata Heri, Minggu (23/7/2023).
Dia menjelaskan, aturan tentang pelarangan sampah luar daerah dibuang ke Gunungkidul tertuang dalam Perda No.14/2020 tentang Pengelolaan Sampah Rumah tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. “Sudah ada aturannya. Jadi dengan penutupan sementara TPA Piyungan, maka pengawasan pembuangan lebih diperketat dengan memeriksa truk yang masuk,” katanya.
Proses pembuangan sampah tidak hanya dilakukan oleh UPT Kebersihan dan Pertamanan, namun demikian juga ada kerja sama dengan kelompok swadaya masyarakat. Total hingga sekarang sudah ada 40 kelompok di Gunungkidul yang bekerjasama untuk membuang sampah di TPAS.
“Makanya kami periksa sehingga tidak ada truk yang berasal dari luar daerah untuk membuang di TPAS Wukirsari,” ungkapnya.
Sebelum ada Perda No.14/2020, pada saat TPAditutup sempat ada mobilisasi pengangkut sampah dari luar daerah untuk dibuang ke Gunungkidul. Meski demikian, untuk sekarang sudah tidak ada lagi. “Akan terus kami awasi karena memang daya tampung di TPAS juga sudah makin menipis,” katanya.
BACA JUGA : Produksi Sampah di Jogja Sempat Turun, Tapi Naik Lagi Gara
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Hery Sukmono mengatakan, TPAS Wukirsari mulai tidak kuat menampung pasokan sampah. Upaya perluasan area pengolahan terus dilakukan dengan menambah daya tambung dengan meminta bantuan ke Pemerintah Pusat.
“Masih ada lahan sekitar lima hektare dan untuk upaya perluasan area TPAS,” katanya.
Sesuai dengan Perda No.14/2022 ada potensi kerja sama dalam pengelolaan sampah dengan luar daerah. Hanya saja, ia mengakui hingga sekarang belum ada komunikasi dengan daerah lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
FIFA resmi tetapkan 48 basecamp Piala Dunia 2026 di AS, Kanada, dan Meksiko yang membawa dampak ekonomi besar bagi kota nonstadion.
SUV Denza B8 BYD meluncur di Malaysia dengan harga Rp2,3 miliar dan berpotensi masuk Indonesia dengan teknologi hybrid canggih.
Como 1907 lolos Liga Champions namun menghadapi masalah stadion dan defisit Rp1,8 triliun yang mengancam di Eropa.
Lewis Hamilton dan Max Verstappen kembali terlibat duel sengit di GP Kanada 2026 saat Ferrari mulai menunjukkan kebangkitan.