Advertisement
Padi Menor Akan Mengisi Lahan Cetak Sawah Baru Kulonprogo
Ilustrasi tanaman padi di ssawah. - Harian Jogja/David Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulonprogo berharap lahan cetak sawah baru akan ditanami padi berjenis Melati Menoreh atau biasa disebut Padi Menor. Tanaman padi tersebut merupakan padi berkualitas tinggi yang telah diakui secara nasional.
Ketua Tim Kerja Seksi Produksi Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, Kirmi, mengatakan DPP berharap lahan cetak sawah baru dapat ditanami padi lokal Menor. Padi tersebut telah ditetapkan sebagai varietas unggulan nasional oleh Kementerian Pertanian (Kementan).
Advertisement
“Harapan kami kelompok tani dapat mengembangkan padi lokal Menor yang telah dirilis sebagai padi varietas unggul nasional,” kata Kirmi dihubungi, Kamis (27/7/2023).
Kirmi menambahkan terdapat beberapa titik cetak sawah baru yang telah mencapai 50% lebih pengerjaan. Seperti di Kelompok Tani (KT) Kedungsogo yang mendapat target 4 hektar dan telah mencapai 55% pekerjaan fisik.
Baca juga: Mahasiswa Merapat! Kampus Ini Punya Segudang Beasiswa Fully Funded 4 Tahun loh
Di titik lain, tepatnya di KT Harapan Makmur, Kleben, Kaliagung, Sentolo, dari target 7 hektar sudah tercapai 5 hektar.
Proses cetak sawah baru disebutnya selesai apabila lahan baru dapat ditanami tanaman padi. Dengan begitu, pembelian sarana produksi perlu dilakukan seperti stimulan benih padi dan pupuk organik.
Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Kabupaten Kulonprogo telah mengalokasikan 9.086 ton pupuk Urea bersubsidi kepada KT di Kulonprogo tahun 2023. Pupuk tersebut dibagikan ke dua belas kapanewon.
Kapanewon Pengasih dan Sentolo mendapat masing-masing 1.052 ton dan 1.279 ton. Alokasi tersebut menjadi yang terbesar di antara kapanewon lain.
Sementara untuk pupuk NPK yang telah dialokasikan sebanyak 8.387 ton. Lalu untuk NPK Formula khusus sudah teralokasikan 145 ton untuk komoditas tanaman kakao. “Pupuk yang bersubsidi itu ya hanya 3 macam, Urea NPK dan NPK Formula khusus,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Kondisi Andrie Yunus Korban Air Keras Belum Membaik, Masih di HCU
Advertisement
Masuk Jepang Wajib JESTA 2026, Ini Biaya dan Cara Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
- Biaya Korban Ledakan SAL di Teras Malioboro Ditanggung Pengelola
- Pengakuan Pedagang Nuthuk Terungkap, Wisata Pantai Depok Terimbas
- Open House, Warga Rela Antre Demi Bersalaman dengan Sultan HB X
- Saluran Limbah Meledak di Teras Malioboro Jogja, Tiga Orang Terluka
- Polemik Retribusi Parangtritis, Pemkab Bantul Berencana Pindah TPR
Advertisement
Advertisement





