Dampak Kemarau, Dompet Dhuafa Distribusikan Air Bersih di Gunungkidul
Hingga Jumat (7/8/2026), Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta melalui Disaster Management Center (DMC) terus mengoptimalkan pendistribusian air bersih
Atik Nur Azizah. Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Sebagai seorang perempuan yang sedang mengandung, wajar rasanya jika Atik Nur Azizah berharap mendapatkan prioritas pelayanan dalam sebuah instansi layanan publik.
Ternyata, harapan itu ia rasakan ketika baru saja sampai di depan pintu kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Jogja, dia disapa oleh seorang petugas keamanan kantor. “Permisi, ibu hamil ya? Saya beri antrean prioritas ya,” kata petugas tersebut.
BACA JUGA: Kronologi Pengungkapan Kasus Korban TPPO Warga Sleman Hingga Kembali ke Rumah
Atik memang sedang hamil dengan usia kandungan 28 pekan. Adanya layanan prioritas cukup membantunya untuk mengurus reaktivasi keanggotaan BPJS Kesehatan.
Dengan layanan prioritas, waktu yang dihabiskan untuk layanan bisa lebih efisien sehingga Atik yang sedang hamil bisa berkegiatan lain setelahnya, atau istirahat di rumah dengan lebih cepat.
Tidak hanya di pintu depan, saat dia sedang menunggu giliran pelayanan, ada petugas dari BPJS Kesehatan Jogja yang juga memastikan apabila Atik sudah mendapatkan antrean prioritas.
“Saya enggak tahu kalau ada layanan prioritas, baru pertama kali datang ke sini. Pelayanan dan penyampaiannya bagus, dulu ke tempat kaya gini sudah insecure gimana gitu,” kata Atik, Selasa (25/7/2023).
Insecure, kata dia, dalam arti akan antre dan proses pelayanannya lama. “Namun, nyatanya sama sekali tidak. Total waktu dari pertama saya datang sampai selesai urusan memakan waktu sekitar 30 menit. Padahal bayangan saya, bisa berjam-jam,” ucap Atik.
Selain cepat, kata Atik, pelayanan juga full senyum dari petugas jaga sampai di ruang konsultasi. Bahkan Atik membandingkan apabila keramahan di kantor BPJS Kesehatan Jogja lebih menyenangkan dibanding di toko swalayan.
Di beberapa toko swalayan, tidak semua petugasnya murah senyum. “Harusnya senyum itu kan enak, ramah,” kata perempuan asal Bantul berusia 32 tahun ini.
Sebagai orang yang sempat bekerja sebagai bidan di salah satu rumah sakit di Bantul, Atik tahu betul soal standardisasi pelayanan. Dalam banyak kondisi, ramah dan senyum menjadi prioritas.
Memberikan pelayanan yang maksimal juga yang pernah Atik alami dan lakukan, termasuk saat masih menjadi bidan, dia tidak membedakan pasien berdasarkan akses pengobatan baik menggunakan BPJS Kesehatan maupun umum.
“Kami [sebagai tenaga kesehatan] sama saja pelayanannya, kadang kami layanin persalinan umum dan BPJS, sama aja pelayanannya di rumah sakit saya dulu kerja. Bedanya saat sudah masuk bangsal, karena memang ada pilihan kelasnya masing-masing,” kata Atik. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Hingga Jumat (7/8/2026), Dompet Dhuafa Cabang Yogyakarta melalui Disaster Management Center (DMC) terus mengoptimalkan pendistribusian air bersih
DPR bersama TNI-Polri membahas keamanan dan ketertiban jelang HUT Ke-81 RI serta Sidang Tahunan MPR pada 14 Agustus 2026.
BPN Kulonprogo menjadwalkan dua kali UGR Tol Jogja-YIA pada Agustus dengan total nilai mencapai sekitar Rp131 miliar.
KPK menjadwalkan ulang pemeriksaan Rudy Tanoe pada 11 Agustus 2026 setelah tiga kali absen dalam perkara korupsi bansos beras PKH.
Pemerintah menyiapkan perubahan istilah pemulung menjadi pemilah sampah dalam KBJI serta memperluas perlindungan pekerja persampahan.
Dinpar Kota Jogja mendorong hotel, restoran dan usaha wisata mengelola sampah mandiri melalui PARAMITA demi pariwisata berkelanjutan.