Hujan Belum Pulihkan Sumber Air, 11 Sekolah di Sleman Masih Kekeringan
BPBD Sleman telah menyalurkan 1.024.000 liter air bersih hingga Oktober 2026. Sebanyak 11 sekolah dan Puskesmas Ngaglik II masih membutuhkan bantuan.
Potret rumah warga yang terdampak tol Jogja-Solo seksi 2 paket 2.2B Trihanggo-Junction Sleman di kawasan Tirtoadi pada Rabu (2/8/2023)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah warga terdampak tol Jogja-Solo di area Tirtoadi, Kapanewon Mlati mulai membongkar rumahnya. Proses pembongkaran sudah berlangsung sejak sebulan lalu.
Mayoritas pembongkaran dilakukan oleh para warga yang telah mendapatkan uang ganti rugi. Sementara para warga yang belum menerima ganti rugi pengadaan lahan tol, masih memilih untuk bertahan.
Carik Tirtoadi, Muh. Ridwan menuturkan setidaknya ada tujuh padukuhan di Kalurahan Tirtoadi yang terdampak proyek pembangunan tol Jogja-Solo. Tujuh kalurahan tersebut meliputi Sanggrahan, Janturan, Kaweden, Ketingan, Gombang, Rajek Lor dan Sendari.
BACA JUGA: Segini Luas Lahan Terdampak Pembangunan Jalan Tol Jogja Solo Seksi 3 di Sleman dan Bantul
Ridwan mencatat ada sekitar 500 bidang tanah warga dari tujuh padukuhan di Tirtoadi yang masuk dalam peta pembangunan tol Jogja-Solo. "500-an bidang ada, [meliputi] Sanggrahan, Janturan, Kaweden, Ketingan, Gombang, Rajek Lor, Sendari," terangnya pada Rabu (2/8/2023).
Sebagian rumah warga yang dilintasi jalur tol Jogja-Solo bagian Junction Sleman di area tersebut mulai dibongkar. Pembongkaran dilakukan mandiri oleh warga. Namun ada juga warga yang memilih menjual sisa bangunannya kepada penyedia jasa untuk dibongkar dan dijadikan tanah uruk.
Menurut pantauan Ridwan, pembongkaran mulai dilaksanakan warga sejak sebulan yang lalu. "Satu bulanan apa ya, iya [sejak Juli]," tegasnya.
Namun Ridwan tidak tahu pasti batas akhir waktu pembongkaran yang diterapkan kepada warga. Sepengetahuannya, batas waktu pembongkaran disampaikan langsung kepada masing-masing pemilik tanah. "Itu kan langsung sama pemilik yang digusur," jelasnya.
Kendati demikian tidak semua area terdampak tol di Tirtoadi berbentuk pemukiman yang harus melakukan pembongkaran rumah. Beberapa lahan terdampak hanya berupa pekarangan dan sawah sehingga tidak ada aktivitas pembongkaran.
"Pemukiman itu kan ada di Kaweden, Janturan, Sanggahan sama Rajek Lor. Iya [sisanya pekarangan dan sawah]," ujarnya.
Dalam hal lokasi pindah, warga yang tergusur pembangunan tol memilih pindah dengan lokasi tujuan yang beragam. Ada yang masih di dalam Tirtoadi, ada juga yang keluar wilayah. "Tergantung dapatnya. Yang masih punya sawah, bangun di sawah, ada yang kaya gitu juga," terangnya.
Di sisi lain Ridwan menyebut bila sebagian warga telah menerima pembayaran uang ganti rugi tol. Hanya beberapa warga yang belum menerima uang ganti rugi. "Semua sudah dibayar kecuali yang belum terbayar," terang Ridwan.
Sebelumnya Project Director PT. Adhi Karya, Oka Chandra Sukmana yang menangani pengerjaan tol pada seksi 2 paket 2.2B mengungkapkan ada sebagian tanah di seksi tersebut yang belum dibebaskan. Padahal pembangunan pada seksi ini sudah mulai dilakukan. "Tanah itu sebagian sudah dibebaskan. Masih ada sisa yang belum dibebaskan," tuturnya
Fakta belum semua lahan dibebaskan, membuat kontraktor hanya melaksanakan pembangunan di lahan yang sudah dibebaskan saja. "Kita hanya mengerjakan yang sudah dibebaskan. Yang belum dibebaskan belum kita kerjakan," ungkapnya.
Bila menilik data monitoring progres konstruksi jalan tol Non Trans Jawa pada dalam bpjt.go.id, progres tanah bebas di ruas tol seksi 2 paket 2.2B hingga Juli 2023 baru sebesar 49,4%. Padahal tol Jogja-Solo seksi ini nantinya akan membentang dari Tirtoadi hingga Trihanggo sepanjang 3,25 kilometer.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman telah menyalurkan 1.024.000 liter air bersih hingga Oktober 2026. Sebanyak 11 sekolah dan Puskesmas Ngaglik II masih membutuhkan bantuan.
Apple disebut menghadirkan verifikasi usia lewat selfie di iOS 27.2. Simak cara kerja fitur berbasis AI serta klaim perlindungan privasinya.
Proyeksi PBB menunjukkan India menjadi negara dengan kelahiran tertinggi pada 2025. Indonesia berada di peringkat keenam dengan 4,44 juta kelahiran.
Bareskrim Polri merekomendasikan pencabutan izin 23 korporasi terkait karhutla berdasarkan sejumlah indikator, termasuk kebakaran berulang dan luas lahan terbak
HYBE memastikan BTS THE CITY ARIRANG belum direncanakan hadir di Indonesia. Singapura menjadi tuan rumah program wisata bertema BTS pada Desember 2026.
Film horor Rambut Sewu: Satu Langkah Getih tayang 5 November 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan kisah kutukan yang menghantui Wulan.