Misteri Api di Seyegan Sleman Diusut, UPNVY Turunkan Alat Geolistrik
UPNVY gunakan geolistrik untuk mengungkap misteri api di Seyegan Sleman, diduga terkait kantong gas bawah tanah.
Proyek jalan tol Jogja-Bawen seksi 1 JC Sleman-SS Banyurejo di STA 76+300 yang berada di Sleman pada Rabu (2/8/2023)./Harian jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Proyek pembangunan struktur jalan tol Jogja-Bawen ditargetkan rampung tahun ini. Tahapan pembangunan struktur tol seperti jembatan hingga terowongan memakan waktu paling lama dalam proses pembuatan jalan tol.
Menteri Perkerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono mengungkapkan struktur jalan tol Jogja-Bawen kemungkinan rampung tahun ini. Bila pembangunan struktur rampung, proyek akan menyisakan penggarapan jalan. "Jogja-Bawen strukturnya mungkin tahun ini selesai, tinggal jalannya," kata dia, ditemui di Fakultas Teknik UGM, Kamis (3/8/2023).
Proses penggarapan struktur pada pembangunan jalan tol, kata Basuki merupakan tahapan yang memakan waktu paling lama. Struktur jalan tol ini meliputi berbagai aspek seperti jembatan hingga terowongan. "Struktur [tol] itu yang paling lama, misalkan jembatan, terowongan," ujar dia.
Deputy Project Director PT. Adhi Karya, Brian Rino yang menangani proyek tol Jogja-Bawen seksi I Junction Sleman-Banyurejo menerangkan bahwa pembangunan tol sudah memasuki tahap penggarapan struktur atas. "Kami sudah mulai pekerjaan struktur atas," terangnya pada pertengahan Juli lalu.
Timbunan tanah untuk tol sudah banyak terlihat pada penggarapan seksi ini. "Timbunan sudah mulai tinggi. Sudah mulai proses pemasangan precast PCI Girder di lapangan," terangnya. "Dalam waktu dekat kami juga mau ada pekerjaan di atas Selokan Mataram juga," lanjutnya.
Sebagaimana yang diketahui, jalan tol Jogja-Bawen nantinya akan melintasi Selokan Mataram. Agar tak mengganggu aliran air, pembangunan tol di area Selokan Mataram pun dibikin melayang atau elevated.
Berdasarkan data monitoring progres konstruksi jalan tol Non Trans Jawa pada laman bpjt.go.id, hingga Juli 2023 progres tanah bebas pada ruas seksi 1 Junction (JC) Sleman-Simpang Susun (SS) Banyurejo telah mencapai 89,9 persen. Realisasi progres konstruksi pada seksi ini mencapai 31,3 persen.
Secara keseluruhan jalan tol Jogja-Bawen dibagi menjadi enam seksi dengan panjang total 75,82 kilometer. Seksi 1 meliputi Junction (JC) Sleman-Simpang Susun (SS) Banyurejo. Seksi 2 meliputi SS Banyurejo-Borobudur. Seksi 3 membentak dari Borobudur-SS Magelang. Seksi 4 mencakup SS Magelang-SS Temanggung. Seksi 5 meliputi SS Temanggung-SS Ambarawa. Lalu seksi 6 meliputi SS Ambarawa-JC Bawen.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UPNVY gunakan geolistrik untuk mengungkap misteri api di Seyegan Sleman, diduga terkait kantong gas bawah tanah.
Menkeu Purbaya mendorong aturan sanksi bagi importir yang terlalu lama menimbun barang di Pelabuhan Tanjung Priok guna mengurangi penumpukan kontainer.
PJJ Informatika UII menggelar pelatihan jaringan komputer di Bogor. Peserta belajar Docker, FTTH, hingga otomasi n8n untuk kebutuhan industri digital.
BMKG menegaskan bediding bukan cuaca ekstrem. Fenomena udara dingin saat kemarau dipicu langit cerah, kelembapan rendah, dan massa udara kering
OJK memastikan tidak ada potensi bank rush meski rupiah melemah. Permodalan, likuiditas, dan kualitas kredit perbankan tetap kuat.
Harga minyak mentah Indonesia (ICP) turun menjadi US$106,56 per barel pada Mei 2026 dipicu meredanya konflik geopolitik dan melemahnya permintaan global.