PAD Moncer, DPRD Minta Jalan Jalur Wisata di Gunungkidul Diperbaiki
PAD wisata Gunungkidul direncanakan naik Rp21 miliar. DPRD meminta perbaikan akses jalan menuju destinasi wisata digencarkan.
Pengadilan - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Upaya bading yang diajukan dua terpidana mati kasus pembunuhan perempuan hamil di Pantai Kukup di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari ditolak oleh Pengadilan Tinggi DIY.
Meski demikian, kasus ini belum memiliki kekuatan hukum yang tetap karena para terpidana mengajukan kasasi ke Mahkama Agung.
Kepala Seksi Pidana Umum, Kejaksaan Negeri Gunungkidul, Nuraisya Rachmratri mengatakan, kasus hukum pembunuhan perempuan hamil dengan terpidana mati Eko Ronggo Waskito dan Agus Ariyono masih berlanjut. Ia tidak menampik upaya banding yang dilakukan keduanya sudah turun dan hasilnya menyatakan Pengadilan Tinggi DIY memperkuat putusan majelis hakim di Pengadilan Negeri Wonosari.
BACA JUGA: Pembunuhan Wanita Tanpa Busana di Gunungkidul, Kejari Tunggu Hasil Putusan Banding
“Sudah keluar minggu lalu dan hasil banding terpidana ditolak. Jadi, keduanya tetap dihukum mati,” kata Yaya, sapaan akrabnya kepada wartawan, Kamis (3/8/2023).
Meski demikian, lanjut dia, kedua terpidana masih mengajukan kasasi ke MA. Adanya upaya hukum lanjutan, maka Jaksa Penuntut Umum juga melakukan kasasi.
“Terpidana belum menerima putusan hukum, jadi kami ikut mengikutinya. Bahkan kalau sampai mengajukan peninjauan kembali [PK] kami juga siap,” katanya.
Menurut dia, upaya kasasi masih dalam proses. Untuk putusan belum bisa memastikan karena rentang waktu dari pengajuan hingga muncul hasil putusan diperkirakan butuh waktu tiga bulan hingga paling lama satu tahun.
“Kita ikuti proses hingga putusannya keluar,” katanya.
Disinggung mengenai kondisi kedua terpidana, Yaya mengakui statusnya masih tahanan yang dititipakn di Lapas Wonosari. Hingga sekarang keduanya belum bisa dieksekusi karena kasusnya belum memiliki kekuatan hukum tetap.
“Kami menunggu hasil putusan dari kasasi. Kalau sudah keluar, maka akan segera dieksekusi untuk menjalani hukuman,” katanya.
Dalam pembacaan vonis dalam sidang putusan di Pengadilan Negeri Wonosari pada 16 Juni 2023, Ketua Majelis Hakim I Gede Adi Muliawan memutuskan kedua terdakwa dihukum mati. Adapun hal yang memberatkan, kedua terdakwa telah melakukan tindakan bengis, keji, sadis, dan tidak berperikemanusiaan sehingga menilai perbuatan terdakwa tidak beradab.
“Pembunuhan tidak hanya satu orang karena janin yang dikandung juga ikut meninggal dunia sehingga dikenakan pasal berlapis,” katanya.
Kedua terdakwa juga menghindari tanggungjawab hukumnya dengan cara berupaya menjual barang-barang milik korban untuk kepentingan melarikan diri.
“Untuk hal yang meringankan tidak ada. Keduanya dijatuhi vonis hukuman mati,” kata Majelis Hakim.
Kedua terbukti melanggar Pasal 340 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang No.17/2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.1/2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang No.23/2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PAD wisata Gunungkidul direncanakan naik Rp21 miliar. DPRD meminta perbaikan akses jalan menuju destinasi wisata digencarkan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Cek jadwal lengkap tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 9 September 2026 lengkap 12 perjalanan dari Palur. Cek waktu kedatangan di 12 stasiun, aturan pembayaran, dan info perubahan jadwal
Kemarau panjang 2026 mulai menurunkan debit air di sejumlah wilayah Sleman. PDAM Tirta Sembada memastikan distribusi air ke 45.993 pelanggan tetap stabil.
DPRD Sleman menilai pemetaan sekitar 114.000 UMKM belum optimal. Pemerintah diminta menyesuaikan pemberdayaan dengan persoalan tiap pelaku usaha.
Anggota DPRD Gunungkidul Mega Nusantara Wati kaget masuk desil 5 DTSEN. Begini penjelasan soal desil dan cara mengajukan pembaruan data.