Sleman 110 Tahun: Merawat Tradisi, Memanen Prestasi
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia
Bank BPD DIY bekerja sama dengan SMK Negeri 1 Wonosari mengembangkan Edu Smart Bank di sekolah./Harian Jogja-David Kurniawan
JOGJA—Bank BPD DIY bekerja sama dengan SMK Negeri 1 Wonosari mengembangkan Edu Smart Bank di sekolah. Program ini tidak hanya untuk melayani transaksi keuangan, namun juga memberikan pelatihan bagi para siswa menjadi pegawai bank.
Kepala SMKN 1 Wonosari, M. Rokhis mengatakan, kerja sama dengan Bank BPD DIY dilaksanakan pada Selasa (1/8/2023), bertepatan dengan hari jadi sekolah ke-60. Program yang dikembangkan bertajuk Smetanova Edu Smart Bank di sekolah.
Menurut dia, kerja sama ini seperti mendirikan bank di sekolah. Untuk pelaksanaan, selain mendapatkan bimbingan dari Bank BPD DIY, mereka juga diberikan fasilitas pendukung dalam penyelenggaraan transaksi keuangan secara digital.
“Ada mesin EDC. Ada juga mesin untuk nomor antrean yang akan bertransaksi di Edu Smart Bank [Bank Sekolah],” kata Rokhis, Kamis (3/8/2023).
Ia mengakui kerja sama ini banyak memberikan manfaat. Pasalnya, untuk mempermudah transaksi keuangan di lingkungan pendidikan, baik para siswa maupun warga sekolah lainnya.
Baca juga: Malioboro Jadi Jalur Pedestrian, Ini Gedung dan Bangunan yang Hilang
“Tujuannya memang untuk meningkatkan literasi keuangan sekolah. Apalagi, kami juga ingin setiap siswa memiliki rekening sendiri dan setelah berkomunikasi dengan BPD DIY disambut baik hingga dilaunching pogram bank sekolah,” katanya.
Rokhis menambahkan, program ini tidak hanya memberikan kemudahan bertransaksi keuangan seperti membeli pulsa, menabung, transfer dan lain sebagainya. Namun, sambung dia, juga bermanfaat bagi para siswa khususnya di jurusan akuntansi guna belajar menjadi pegawai bank.
“Memang ada pendampingan dari guru akuntansi agar pelaksanaan lancar. Prosesnya hampir mirip di bank. Setiap yang datang mengambil nomor antrean dan baru bertransaksi saat ada pemanggilan lewat nomor yang diambil,” katanya.
Direktur Utama BPD DIY Santoso Rohmad mengatakan, bahwa Smetanova Edu Smart Bank merupakan program yang dirintis oleh SMK N1 Wonosari dengan PT. Bank BPD DIY melalui produk Agen Laku Pandai. Tujuannya sebagai laboratorium tempat siswa untuk menabung menggunakan tabungan Simple Bank BPD DIY dan media pembelajaran bagi siswa untuk praktik bekerja di sektor perbankan.
“Ini adalah embrio di SMA dan SMK dan untuk mendukung literasi dan inklusi keuangan, kemudian target satu rekening satu pelajar supaya DIY tingkat literasinya naik,” katanya Santoso.
Menurut dia, program ini memudahkan siswa dan pegawai SMKN 1 Wonosari dalam melakukan transaksi tanpa harus datang ke Bank. Selain itu, murid memiliki keterampil dan kompetensi keahlian dalam bidang layanan dan perbankan.
“Jadi siswa bisa sekaligus melihat bagaimana bekerja sesungguhnya di Bank kemudian praktik langsung, melayani langsung dan mereka bisa juga langsung memanfaatkan layanan Bank,” katanya.
Dia berharap dengan program ini siswa bisa menjadi entrepreneur karena mengetahui bagaimana risiko dan manfaat dari transaksi digital. “Harapan kami, mereka tergugah menjadi entrepreneur lulusan SMK untuk memajukan Gunungkidul. Makanya mereka diajari untuk pemasaran digital, transaksi digital, pelayanan bank, sehingga tahu risiko dan tahu manfaatnya,” katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang peringatan Hari Jadi Ke-110, Kabupaten Sleman dinobatkan sebagai peringkat kedua Kabupaten Paling Maju di Indonesia
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.