Advertisement
Polemik Sampah Mencoreng Pariwisata, Ini Tanggapan Dispar DIY
Sampah tercecer di trotoar Jalan Malioboro. - Harian Jogja/Stefani Yulindriani
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA–Plh Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Kurniawan menyampaikan persoalan sampah sangat berpengaruh terhadap sektor pariwisata. Karena itu, menurut Kurniawan diperlukan kerjasama seluruh pemangku kepentingan untuk menanganinya.
“Sampah sangat berkaitan erat dengan kondusivitas lingkungan, apalagi jika itu terjadi dan terlihat di beberapa ruas jalan yang merupakan jalur mobilisasi wisatawan,” katanya, Selasa (8/8/2023).
Advertisement
Menurutnya jika dibiarkan persoalan sampah dapat merusak citra Kota Jogja sebagai destinasi wisata. Menurutnya dalam sapta pesona, lingkungan dan suasana yang kondusif dapat sangat berpengaruh terhadap pariwisata. Melalui lingkungan yang aman, tertib, bersih, sejuk, indah, dan ramah maka dapat mendukung sektor pariwisata Kota Jogja.
BACA JUGA: Masih Banyak Titik Jalan Gelap, Dishub Akan Pasang 200 LPJU Tahun Depan
“Tentu unsur bersih dan indah yang akan bersinggungan langsung dengan masalah sampah, dan hal tersebut akan menjadi sebuah kenangan yang tidak baik bagi wisatawan,” katanya.
Menghadapi persoalan sampah tersebut, menurut Kurniawan diperlukan kerja sama seluruh stakeholder terkait baik pemerintah maupun non pemerintah seperti akademisi, komunitas, dan industri pariwisata untuk menangani persoalan sampah tersebut mulai dari perencanaan hingga implementasinya.
“Kita butuh kekompakan untuk menangani masalah besar dan darurat. Pemerintah Kota Jogja sudah memulai berusaha menggerakkan masyarakat dan berbagai unsur terkait, dengan berbagai metode untuk menangani masalah sampah tersebut. Namun demikian, untuk jangka panjang perlu dipersiapkan langkah strategis untuk antisipasinya karena volume sampah akan terus bertambah seiring dengan aktivitas manusia yang semakin banyak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement







