Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Aksi pengumpulan barang bekas dan pengolahan sampah. - Harian Jogja/ist
Harianjogja.com, SLEMAN—RSUP Dr. Sardjito telah melakukan pemilahan dan pengolahan sampah domestiknya baik organik maupun anorganik. Selama penutupan TPA Piyungan, RSUP Dr. Sardjito sampai saat ini masih menahan sampah yang tidak terolah.
Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan, mengatakan untuk limbah medis RSUP Dr. Sardjito tidak terpengaruh penutupan TPA Piyungan karena sudah dikelola pihak ketiga. “Kalau yang medis rutin diambil pemusnah limbah, standar limbah B3 [Bahan Berbahaya dan Beracun],” ujarnya, Selasa (8/8/2023).
BACA JUGA: Masih Ada Tumpukan Sampah di Jalan, PHRI DIY: Ini Membahayakan Pariwisata!
Sedangkan untuk sampah domestik, RSUP Dr. Sardjito telah melakukan pengolahan secara mandiri jauh sebelum penutupan TPA Piyungan. Rumah sakit ini setiap hari menghsailkan 1-1,5 ton sampah domestik per hari, yang sebagian besar sudah diolah sendiri.
Pengolahan ini dimulai dengan pemilahan sampah organik dan anorganik. Sampah organik diolah dengan magot, pupuk kompos dan sebagainya. “Yang anorganik ada yang diambil pengepul pihak ketiga untuk diolah pula didaur ulang,” kata dia.
Meski demikian, sisa sampah yang tak terolah RSUP Dr. Sardjito tetap masih diangkut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman ke TPA Piyungan. Selama TPA Piyungan tutup, sampah-sampah tersebut sementara sampai saat ini masih ditahan di lingkungan rumah sakit..
Namun karena sudah dilakukan pemilahan dan sudah tidak ada sampah organiknya, ia memastikan sisa sampah yang masih ada tidak membahayakan kesehatan. “Masih bisa ditahan karena salah satunya tidak ada yang begitu kuat dalam proses pembusukan. Karena yang organik sudah kita olah sendiri,” ungkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama, menuturkan dengan sudah beroperasionalnya Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) Tamanmartani, ia berharap sisa sampah yang tidak terolah di rumah sakit dan puskesmas bisa segera terangkut.
“Untuk di rumah sakit dan puskesmas, limbah medis tidak masalah karena sudah kita olahkan ke pihak ketiga dari dulu. Limbah cairnya juga sudah diolah oleh masing-masing, sudah punya alat pengelolaan limbah. Yang jadi masalah memang sampah domestik,” katanya.
BACA JUGA: Semua Depo Sampah Dibuka, DLH: Kalau Ada Sampah di Jalan, itu Punya Warga Luar Jogja
Walau demikian, ia menyebut beberapa rumah sakit akhirnya mengolah sampah domestiknya sendiri karena penutupan TPA Piungan. “Ada yang dikelola sendiri, ada yang dikerjakan pihak ketiga. Pemilahan sampah di rumah sakit sangat memungkinkan,” kata dia.
Hal ini sesuai dengan instruksi Bupati Sleman untuk dapat menyelesaikan persoalan sampah di tempat sampah tersebut diproduksi. “Artinya kalau di rumah sakit, ya harus selesai di rumah sakit. Masyarakat ya selesai di masayrakat. Terutama sampah organik, harus dipilah dengan baik,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Purbaya Yudhi Sadewa bikin netizen penasaran lewat caption “Udah siap belum?” setelah tak lagi menjabat Menteri Keuangan.
Harga emas Pegadaian hari ini 15 September 2026 untuk Antam, UBS, dan Galeri 24 lengkap dengan harga jual serta buyback.
Macklemore dicoret dari sisa tur Ed Sheeran di AS setelah dukung Palestina. Sejumlah venue disebut menolak konser jika ia tetap tampil.
Harga rumah Yogyakarta mencapai median Rp2 miliar pada Agustus 2026. Harga naik 14,3%, sedangkan listing turun 27,4%.
Joanna Wietrzyk menang HYROX Beijing setelah insiden di tengah lomba. Kenali profil dan prestasi atlet Australia tersebut.