WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Aksi pengumpulan barang bekas dan pengolahan sampah. - Harian Jogja/ist
Harianjogja.com, SLEMAN—RSUP Dr. Sardjito telah melakukan pemilahan dan pengolahan sampah domestiknya baik organik maupun anorganik. Selama penutupan TPA Piyungan, RSUP Dr. Sardjito sampai saat ini masih menahan sampah yang tidak terolah.
Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr. Sardjito, Banu Hermawan, mengatakan untuk limbah medis RSUP Dr. Sardjito tidak terpengaruh penutupan TPA Piyungan karena sudah dikelola pihak ketiga. “Kalau yang medis rutin diambil pemusnah limbah, standar limbah B3 [Bahan Berbahaya dan Beracun],” ujarnya, Selasa (8/8/2023).
BACA JUGA: Masih Ada Tumpukan Sampah di Jalan, PHRI DIY: Ini Membahayakan Pariwisata!
Sedangkan untuk sampah domestik, RSUP Dr. Sardjito telah melakukan pengolahan secara mandiri jauh sebelum penutupan TPA Piyungan. Rumah sakit ini setiap hari menghsailkan 1-1,5 ton sampah domestik per hari, yang sebagian besar sudah diolah sendiri.
Pengolahan ini dimulai dengan pemilahan sampah organik dan anorganik. Sampah organik diolah dengan magot, pupuk kompos dan sebagainya. “Yang anorganik ada yang diambil pengepul pihak ketiga untuk diolah pula didaur ulang,” kata dia.
Meski demikian, sisa sampah yang tak terolah RSUP Dr. Sardjito tetap masih diangkut Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sleman ke TPA Piyungan. Selama TPA Piyungan tutup, sampah-sampah tersebut sementara sampai saat ini masih ditahan di lingkungan rumah sakit..
Namun karena sudah dilakukan pemilahan dan sudah tidak ada sampah organiknya, ia memastikan sisa sampah yang masih ada tidak membahayakan kesehatan. “Masih bisa ditahan karena salah satunya tidak ada yang begitu kuat dalam proses pembusukan. Karena yang organik sudah kita olah sendiri,” ungkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Cahya Purnama, menuturkan dengan sudah beroperasionalnya Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) Tamanmartani, ia berharap sisa sampah yang tidak terolah di rumah sakit dan puskesmas bisa segera terangkut.
“Untuk di rumah sakit dan puskesmas, limbah medis tidak masalah karena sudah kita olahkan ke pihak ketiga dari dulu. Limbah cairnya juga sudah diolah oleh masing-masing, sudah punya alat pengelolaan limbah. Yang jadi masalah memang sampah domestik,” katanya.
BACA JUGA: Semua Depo Sampah Dibuka, DLH: Kalau Ada Sampah di Jalan, itu Punya Warga Luar Jogja
Walau demikian, ia menyebut beberapa rumah sakit akhirnya mengolah sampah domestiknya sendiri karena penutupan TPA Piungan. “Ada yang dikelola sendiri, ada yang dikerjakan pihak ketiga. Pemilahan sampah di rumah sakit sangat memungkinkan,” kata dia.
Hal ini sesuai dengan instruksi Bupati Sleman untuk dapat menyelesaikan persoalan sampah di tempat sampah tersebut diproduksi. “Artinya kalau di rumah sakit, ya harus selesai di rumah sakit. Masyarakat ya selesai di masayrakat. Terutama sampah organik, harus dipilah dengan baik,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Indonesia menempati peringkat kelima negara dengan tingkat obesitas tertinggi di ASEAN. Prevalensi mencapai 11,52% dan meningkatkan risiko berbagai penyakit kro
Kisah Ruhaeni Intan di Jogja, mengolah kegelisahan perantau jadi strategi menulis hingga tembus Kusala Sastra 2026.
Bocoran terbaru menyebut iPhone 18e masih memakai layar 60Hz tanpa ProMotion dan Always-On Display. Apple disebut tetap menahan fitur premium untuk seri Pro.
Inggris vs RD Kongo di 32 besar Piala Dunia 2026. Kongo dengan strategi "parkir bus" siap uji ketajaman Harry Kane.
Lenovo Yoga Slim 7i Ultra Aura Edition hadir dengan AI Intel Core Ultra X9, super ringan 975 gram, performa kencang untuk kreator modern.