Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Beberapa gerobak sampah berjejer di depan depo pembuangan sampah sementara di samping Stadion Mandala Krida, Umbulharjo, Jogja, Senin (9/5/2022)./Harian Jogja-Sirojul Khafid
Harianjogja.com, JOGJA—Pembukaan seluruh depo sampah di Kota Jogja mulai dilakukan pada Kamis (3/8/2023). Tujuan pembukaan seluruh depo ini agar masyarakat tidak membuang sampahnya di jalan.
Oleh sebab itu, jika masih ditemukan sampah di jalan setelah semua depo dibuka, maka menurut Pemkot Jogja, ada yang keliru. Kekeliruan tersebut kemungkinan terjadi karena dua hal, yaitu masyarakat yang malas buang sampah sesuai tempatnya atau sampah tersebut dari warga luar wilayah.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jogja menduga warga luar Jogja turut membuang sampahnya ke Kota Pelajar ini. “Kalau warga luar Jogja memang akan ditolak depo sampah kami kalau membuang di depo, lalu kemungkinan mereka membuang di jalan-jalan,” kata Subkoordinator Kelompok Substansi Penanganan Persampahan, DLH Kota Jogja Mareta Hexa Sevana, Kamis siang.
BACA JUGA: Sudah Ada 9 Depo Sudah Dibuka, Pemkot Duga Pembuang Sampah Juga dari Warga Luar Jogja
Pasalnya, sampah-sampah di jalan juga sudah diangkut DLH Jogja ke TPA Piyungan. “Seharusnya dengan pembukaan semua depo ini, warga yang membuang ke jalan tidak melakukannya lagi karena semua bisa dibuang ke depo asal benar-benar melakukan pemilahan,” kata Mareta.
Total ada 14 depo dan tiga TPS yang sudah dibuka hingga Sabtu (5/8/2023) mendatang. Meskipun sudah dibuka seluruhnya, warga Jogja yang ingin membuang sampahnya ke depo harus menyesuaikan jadwal pembukaan yang sudah ditentukan.
Rata-rata depo dibuka setiap pagi hingga siang sekitar pukul 06.00 WIB–12.00 WIB. Sedangkan waktu operasional untuk penggerobak dibatasi rata-rata pukul 06.00 – 09.00 WIB. Depo yang sudah dibuka tersebut hanya melayani pembuangan sampah residu seperti styrofoam, kertas, popok, plastik pembungkus, hingga mika.
Kuota untuk pembuangan sampah mandiri yang dilakukan masyarakat dan kuota penggerobak, jelas Mareta, juga bersifat proporsional tergantung paguyuban yang akan menentukannya.
“Meskipun sudah dibuka seluruh depo, kami juga tetap meminta dan berharap agar masyarakat juga melakukan pengolahan mandiri terutama sampah organik. Kami sudah gencarkan moel biopori dengan Gerakan Mbah DIrjo ke seluruh bank sampah, mohon diikuti,” imbaunya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta kembali menggelar EduCareer Connect 2026 bertajuk “From Campus to Career: Connecting Education, Opportunities
Gempa Sukabumi Magnitudo 4,5 mengguncang Jawa Barat akibat aktivitas sesar aktif bawah laut, BMKG pastikan belum ada gempa susulan.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Identitas 11 bayi yang ditemukan di Pakem Sleman masih ditelusuri Pemkab Sleman untuk penerbitan dokumen resmi dan asal-usul bayi.
Bank Indonesia mencatat pertumbuhan utang luar negeri Indonesia triwulan I 2026 melambat, dengan rasio ULN terhadap PDB turun menjadi 29,5 persen.