Lansia di Jogja Jadi Tantangan Penerapan Identitas Digital
Dukcapil Kota Jogja memperkirakan 30% warga masih kesulitan menggunakan IKD, terutama lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Singgih Raharjo (bertopi) meninjau pengelolaan sampah warga di Kelurahan Giwangan, Kemantren Umbulharjo. - ist/Pemkot Jogja
Harianjogja.com, JOGJA–Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Karang Miri, Kelurahan Giwangan, Kemantren Umbulharjo, Kota Jogja, sukses mengelola sampah organik dengan maggot sejak tahun 2020.
Ketua Kelompok Maggot Lele, Kampung Karang Miri, Priyono menyampaikan pengelolaan sampah organik rumah tangga secara mandiri menggunakan maggot telah dilakukan sejak tahun 2020.
"Selama ini sampah jadi masalah, ini butuh perhatian dari kita agar sampah diolah dengan sedemikian rupa. Agar nantinya sampah setelah diolah jadi berkah dan menjadi rezeki di wilayah kita," katanya, Rabu (23/8/2203).
Saat ini TPST Karang Miri telah mengolah sampah warga RT 22, 23, dan 24 dengan volume sampah per hari mencapai sekitar 30 kg. Sampah organik rumah tangga tersebut akan menjadi bahan pangan bagi maggot. Setelah itu, maggot yang telah cukup umur maka akan diolah menjadi pelet untuk pakan ikan.
Dari proses pengolahan sampah organik tersebut, menurut Priyono dapat menghasilkan baby maggot hingga 10 kg per bulan. Kemudian, sisa makanan maggot pun diolah menjadi pupuk kompos yang dapat dijual.
BACA JUGA: PP Muhammadiyah Tetapkan Hari Pers Nasional Khusus Mereka, Ini Alasannya
Salah satu warga yang juga menyetorkan sampah organiknya ke TPST Karang Miri, Purbudi Wahyuni menyampaikan antusiasmenya untuk mengolah sampah organik di TPST tersebut.
“Warga rajin memilah sampah anorganik dan organik karena kami sudah melakukan sejak lama, dan sudah ada ember di setiap rumah. Jika sampah sudah terkumpul warga akan langsung menyetorkan kesini,” katanya.
Menurutnya metode pengolahan sampah organik dengan menggunakan maggot telah berhasil mengurangi sampah organik yang ada.
Penjabat (Pj) Walikota Jogja, Singgih Raharjo menyampaikan apresiasinya atas pengolahan sampah organik yang dilakukan warga secara mandiri.
"Ini sangat luar biasa, pengelolaan sampah yang lumayan cukup lama dan kita akan pelajari terlebih dahulu, kemudian kita kembangkan menjadi tempat menyelesaikan sampah terutama di Kelurahan Giwangan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dukcapil Kota Jogja memperkirakan 30% warga masih kesulitan menggunakan IKD, terutama lansia yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah mengalahkan wakil Taiwan Sheng-Ming Lin/Sung Yi-Hsuan 21-16,
PSS Sleman memastikan mayoritas pemain dalam kondisi fit jelang Super League 2026/2027. Hanif Sjahbandi segera kembali ke Sleman setelah menjalani pemulihan ced
Prahdiska Bagas Shujiwo dan Thalita Ramadhani Wiryawan sukses melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah menyingkirkan lawan masing-masing di Taipei Aren
Sejumlah musisi ternama tampil memeriahkan FYP Fest, di antaranya NDX AKA, Denny Caknan, Guyon Waton, Trio Macan, dan Lavora