Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPA Piyungan, beberapa waktu lalu. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul menargetkan pengelolaan sampah di masyarakat bisa selesai di tingkat Padukuhan dan Kalurahan, sehingga tidak perlu membuangnya ke TPA Piyungan. Hal ini sebagai respons instruksi Gubernur DIY Sri Sultan DIY yang menyebut persoalan sampah menjadi kewenangan masing-masing kabupaten.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan saat ini pengelolaan sampah di Bantul sudah semakin bagus. “Perkara masih ada beberapa yang membuang sampah tidak pada tempatnya akan terus kita edukasi. Tapi secara umum, kalurahan, dusun, kampung, bahkan rumah tangga sudah mulai muncul kesadaran untuk pemilahan,” ujarnya, Sabtu (26/8/2023).
Proses pembudayaan pengelolaan sampah menurutnya memang membutuhkan waktu dan upaya terus-menerus. Di samping itu, sarana-prasarana pengolahan sampah sudah bermunculan seperti bank sampah yang semakin banyak, mesin conveyer, alat pemusnah sampah residu.
“Saya optimis Bantul Bersama, Bantul Bersih Sampah tahun 2025. Sekarang ini pun sudah bisa kita rasakan walaupun belum sempurna, ada perbaikan pengelolaan sampah di masing-masing padukuhan dan kalurahan. Karena kita punya anggaran untuk itu. Kita anggarkan, lakukan edukasi, diklat-diklat, bentuk satgas dan tunjuk ASN sebagai role model,” katanya.
Baca juga: Wow! 10.000 Penari Montro di Parangkusumo Pecahkan Rekor Muri
ASN di Bantul ditunjuk untuk memberi contoh masyarakat dalam pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga. Selain itu, tokoh agama seperti kyai, pendeta, pastor, biksu termasuk gereja dan masjid dilibatkan untuk edukasi pengelolaan sampah.
“Dibacakan fatwa-fatwa agama tentang dilarangnya membuang sampah di sungai, selokan, saluran drainase, saluran irigasi dan pinggir jalan, itu dosa menurut agama-agama ini. Itu upaya yang terus kita himpun dan kolaborasikan agar terjadi percepatan pengelolaan sampah yang baik,” katanya.
Dengan pengelolaan sampah selesai di kalurahan, ia menargetkan Bantul tidak lagi membuang sampah ke TPA Piyungan. “Bantul Insyaalloh siap untuk menghadapi penutupan [TPA Piyungan]. Kita tidak lagi berpikir Piyungan itu untuk membuang sampah dari Bantul, kita ingin sampah selesai di desa,” tegasnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Pemkot Jogja menggelar pasar murah di 23 titik pada Oktober-November 2026. Sebanyak 65 ton komoditas bersubsidi disiapkan.
Polda DIY menerima 99 laporan penipuan digital hingga Oktober 2026. Modus investasi bodong dan kerja paruh waktu paling banyak dilaporkan.
Ahmad Luthfi menyerahkan beasiswa kepada 424 mahasantri dan 58 santri penggerak di Jateng. Bantuan Rp1 juta per semester selama enam semester.
Website Kapanewon Pengasih dan Temon di Kulonprogo disasar peretas yang mengaku petugas Diskominfo. Simak modus dan cara mencegahnya.
Pagu dana desa Gunungkidul turun dari Rp168,8 miliar menjadi Rp51,9 miliar pada 2026. Kalurahan diminta mengoptimalkan realisasi anggaran.