Jembatan Tua Kewek Dibongkar Mei, Diganti Struktur Baru
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Sejumlah armada pengangkut sampah lalu lalang di sekitar TPA Piyungan, beberapa waktu lalu. - dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul menargetkan pengelolaan sampah di masyarakat bisa selesai di tingkat Padukuhan dan Kalurahan, sehingga tidak perlu membuangnya ke TPA Piyungan. Hal ini sebagai respons instruksi Gubernur DIY Sri Sultan DIY yang menyebut persoalan sampah menjadi kewenangan masing-masing kabupaten.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan saat ini pengelolaan sampah di Bantul sudah semakin bagus. “Perkara masih ada beberapa yang membuang sampah tidak pada tempatnya akan terus kita edukasi. Tapi secara umum, kalurahan, dusun, kampung, bahkan rumah tangga sudah mulai muncul kesadaran untuk pemilahan,” ujarnya, Sabtu (26/8/2023).
Proses pembudayaan pengelolaan sampah menurutnya memang membutuhkan waktu dan upaya terus-menerus. Di samping itu, sarana-prasarana pengolahan sampah sudah bermunculan seperti bank sampah yang semakin banyak, mesin conveyer, alat pemusnah sampah residu.
“Saya optimis Bantul Bersama, Bantul Bersih Sampah tahun 2025. Sekarang ini pun sudah bisa kita rasakan walaupun belum sempurna, ada perbaikan pengelolaan sampah di masing-masing padukuhan dan kalurahan. Karena kita punya anggaran untuk itu. Kita anggarkan, lakukan edukasi, diklat-diklat, bentuk satgas dan tunjuk ASN sebagai role model,” katanya.
Baca juga: Wow! 10.000 Penari Montro di Parangkusumo Pecahkan Rekor Muri
ASN di Bantul ditunjuk untuk memberi contoh masyarakat dalam pengelolaan sampah sejak dari rumah tangga. Selain itu, tokoh agama seperti kyai, pendeta, pastor, biksu termasuk gereja dan masjid dilibatkan untuk edukasi pengelolaan sampah.
“Dibacakan fatwa-fatwa agama tentang dilarangnya membuang sampah di sungai, selokan, saluran drainase, saluran irigasi dan pinggir jalan, itu dosa menurut agama-agama ini. Itu upaya yang terus kita himpun dan kolaborasikan agar terjadi percepatan pengelolaan sampah yang baik,” katanya.
Dengan pengelolaan sampah selesai di kalurahan, ia menargetkan Bantul tidak lagi membuang sampah ke TPA Piyungan. “Bantul Insyaalloh siap untuk menghadapi penutupan [TPA Piyungan]. Kita tidak lagi berpikir Piyungan itu untuk membuang sampah dari Bantul, kita ingin sampah selesai di desa,” tegasnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jembatan Kewek Jogja steril kendaraan, bongkar total Rp19 miliar APBN mulai April 2026. Struktur girder baru 30m, warga alih jalur Abu Bakar Ali untung pedagang
Gerakan tersebut diwujudkan melalui implementasi aplikasi STUPA, yaitu layanan keuangan digital berbasis aplikasi uang elektronik.
Kulonprogo masih aman dari kekeringan di awal kemarau 2026. BPBD siaga droping air bersih diperkirakan mulai Agustus.
Subaru membatalkan mobil listrik internal setelah laba operasional anjlok 90 persen akibat tekanan tarif impor Amerika Serikat.
Veda Ega unggul klasemen Moto3 2026 meski kalah top speed dari Hakim Danish. Duel keduanya makin ketat di lintasan.
Sharenting anak di media sosial berisiko kebocoran data, pelacakan lokasi, hingga pencurian identitas menurut studi Kaspersky dan SIT.