Pembahasan Raperda Gunungkidul Dikebut, 3 Draf Segera Dibahas
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Proses pembangunan JJLS di kawasan pesisir Gunungkidul. Hingga sekarang, pemkab Gunungkidul masih menemukan titik-titik di kawasan selatan yang kesusahan sinyal telekomunikasi. Foto diambil 30 Juni 2023. Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul masih memiliki banyak Pekerjaan Rumah (PR) untuk mendukung kawasan pantai selatan menjadi halaman muka di DIY. Pasalnya, hingga sekarang masih ada 70 titik blankspot sehingga membutuhan dukungan jaringan telekomunikasi.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian mengatakan, hasil pemetaan yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika masih ada 70 titik blankspot. Adapun areanya berada di kawasan pantai selatan Gunungkidul.
BACA JUGA: Menjaga Paru-paru Tetap Bersih dan Sehat Saat Polusi Udara Tinggi, Begini Caranya
Sejalan dengan progam dari Pemerintah DIY untuk menjadikan wilayah pesisir menjadi halaman muka, maka keberadaan hotspot jaringan komunikasi sangat dibutuhkan.
Pemenuhan konektivitas ini sangat dibutuhkan dalam upaya menggerakan aktivitas perekonomian hingga investasi di sisi selatan Gunungkidul. “Jadi memang butuh penguatan untuk jaringan internet di 70 titik tersebut,” kata Aldian kepada Harianjogja.com, Minggu (27/8/2023).
Menurut dia, upaya pemenuhan jaringan terus dilakukan. Selain berkoordinasi dengan internal Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkab Gunungkidul, juga ada upaya kerja sama dengan Pemerintah DIY maupun stakeholder lainnya seperti PLN dan sebagainya.
“Tentunya ada upaya pemenuhan fasilitas tersebut dan adanya sinergitas sangat penting guna mewujudkannya,” kata Aldian.
Hingga sekarang, hotspot internet yang terpasang di internal pemerintahan dan publik ada sekitar 1.050 titik. Jumlah ini tersebsar di OPD, kapanewon, Unit Pelaksana Teknis (UPT), kalurahan hingga komunitas.
“Jaringan internet yang ada sangat pasang sehingga ada upaya menambah jangkauan untuk memberikan pelayanan terbaik,” kata mantan Kepala Dinas Pariwisata ini.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Gunungkidul, Setiyo Hartarto membenarkan masih adanya masalah jaringan internet di zona selatan Gunungidul. Meski demikian, ia memastikan dari 70 titik yang bermasalah tidak semuanya blankspot, dikarenakan sudah ada jaringan yang masuk, meski keberadannya masih butuh penguatan.
“Ada jaringan telekomunikasi yang masuk, tapi tertentu. Jadi, memang butuh penguatan,” katanya.
Menurut Setiyo, untuk penguatan masih butuh koordinasi lanjutan, khususnya dengan dinas pariwisata karena kebanyakan titik ini berada di kawasan wisata. Pihaknya selaku pelaksana teknis siap melaksanakan pemasangan untuk penguatan jaringan, tapi perencanaan diserahkan sepenuhnya ke dinas pariwisata.
“Kita yang akan mengeksekusi [menjalankan 70 titik blankspot], tapi perencanaan menunggu konsep yang dikembangkan dinas pariwisata,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Gunungkidul mengebut pembahasan Propemperda 2026. Tiga raperda baru siap dibahas, termasuk KTR dan Ripparda 2026-2035.
Luca Marini meninggalkan Honda HRC akhir musim 2026 dan bergabung dengan KTM Tech3 mulai MotoGP 2027 dengan kontrak hingga 2028.
Sebanyak 23 orang mendaftar Pilur PAW di lima kalurahan Sleman. DPRD meminta proses seleksi sesuai aturan dan menyoroti pengelolaan TKD.
Marco Melandri memprediksi Marc Marquez menang lima detik di MotoGP Aragon 2026. Ini alasan dan catatan Marquez di MotorLand Aragon.
8 daerah dingin di Indonesia menawarkan udara sejuk hingga 9 derajat Celsius, dari Ruteng, Mamasa, Wonosobo hingga Kota Mulia.
Bareskrim Polri membongkar dugaan judi kasino di “Gedung SB” Sukoharjo. Sebanyak 30 orang jadi tersangka dan uang Rp1,048 miliar disita.