Fakta Janggal Temuan 11 Bayi di Pakem Sleman, KPAI Buka Suara
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Ilustrasi parkir. /Solopos-Ivanovich Aldino
Harianjogja.com, KULONPROGO--Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kulonprogo melakukan terobosan baru terkait digitalisasi retribusi parkir. Saat ini, pembayaran retribusi pengelolaan parkir non tunai dapat menggunakan QRIS.
Kepala Seksi Perparkiran Dishub Kulonprogo, Domingos Soares, mengatakan digitalisasi tersebut baru diterapkan di semua Indomart dan Alfamart di Kulonprogo.
“Semua titik Indomart dan Alfamart sudah kami berikan QRIS. Itu jangka pendeknya. Jangka panjangnya semua kelompok parkir nanti kami berikan,” kata Soares dihubungi, Senin (28/8/2023).
BACA JUGA : Berantas Parkir Liar di Kawasan Jalan Sukonandi, Dishub Bakal Terjunkan Petugas Jaga
Soares menambahkan bahwa tujuan utama digitalisasi tersebut adalah mencegah terjadinya praktik pungutan liar (pungli). Selain itu, keterbatasan personel Dishub di bidang perparkiran yang terbatas membuat upaya monitoring kegiatan perparkiran terbatas.
“Kami di bagian perparkiran jadi hanya mengontrol saja. Nah, nanti uang retribusi langsung masuk BPD. QRIS sudah kami berikan dan mereka yang menyetorkan. Kalau kok belum masuk ke BPD, nanti kami cek di lapangan,” katanya.
Masyarakat akan percaya kepada Dishub ketika pembayaran retribusi perparkiran dilakukan secara non tunai. Hanya saja, digitalisasi tersebut masih perlu disosialisasikan dan diajarkan kepada pihak Indomart dan Alfamart.
“Kesulitannya hanya teknis pembayarannya saja. Lama kelamaan juga akan memahami [pembayaran lewat QRIS,” ucapnya.
Sampai saat ini, Dishub Kulonprogo mencatat ada 87 titik parkir yang berada di pinggir jalan umum. Kelompok-kelompok ini nantinya juga menjadi saasaran digitalisasi. “Mereka sudah kami sosialisasi terkait terobosan baru ini,” lanjutnya.
Kepala Dishub Kulonprogo, Lucius Bowo Pristiyanto, mengatakan terdapat dua pilihan metode pembayaran yang dapat dipilih oleh pengelola parkir yaitu transfer atau QRIS. Digitalisasi tersebut, kata dia menjadi dukungan terhadap upaya Pemkab Kulonprogo untuk melakukan percepatan digitalisasi di berbagai sektor.
BACA JUGA : Taman Parkir ABA Malioboro Bakal Dibongkar, Pemilik Lahan Luas Boleh Buka Parkir
“Kebijakan ini terwujud berkat kerja sama Dinas Perhubungan dengan pemangku kepentingan terkait seperti Bappeda, BKAD, dan Bank BPD DIY Cabang Wates,” kata Bowo.
Digitalisasi tersebut menjadi komitmen Pemkab melalui Dishub untuk meningkatkan layanan, transparansi, dan akuntabilitas di bidang perparkiran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KPAI soroti kejanggalan temuan 11 bayi di Sleman. Diduga ada praktik perdagangan bayi berkedok adopsi dan penitipan anak.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.
BMKG DIY memperingatkan potensi El Nino 2026 yang memicu musim kemarau lebih kering dan risiko kekeringan ekstrem mulai Juli hingga Oktober.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menyelenggarakan SV Career Days UGM 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM mulai Kamis (21/5/2026)
Gapasdap mengungkap 7 kapal tenggelam di Gilimanuk diduga akibat truk ODOL. Pelanggaran muatan berlebih kini ancam keselamatan pelayaran.