Pekan Raya Medika 2026 FK-KMK UGM Hadirkan Ruang Kolaborasi
Pekan Raya Medika 2026 FK-KMK UGM digelar 25–26 September dengan sekitar 1.000 pengunjung dan agenda riset, kesehatan, hingga inovasi.
Qorry Uyuni salah satu mahasiswa di DIY asal Bintan Kepulauan Riau. Its
JOGJA— Qorry Uyuni salah satu mahasiswa asal Bintan Kepulauan Riau merasa tenang bisa tetap memanfaatkan jaminan kesehatan.
Sebagai perantau yang kuliah di kota pelajar itu, menjaga kesehatan menjadi hal penting untuk kelancaran semua urusan. Meski sayangnya, musibah berupa kecelakaan atau sakit kadang kala tidak bisa kita hindari.
Seperti pengalamannya di awal Agustus 2023 ini, dia pergi ke Jakarta bersama seorang teman. Setibanya di Stasiun Senen, Qorry berpindah angkutan dengan taksi online.
Awalnya semua berjalan lancar. Sampai di suatu jalan, saat hendak berbalik arah, mobil yang dia tumpangi menabrak pembatas jalan dengan cukup keras.
BACA JUGA: Jogoboyo Sidorejo Godean Diduga Telah Lama Lakukan Pemalsuan, Korban Belasan Orang
Qorry terbentur di kepala dan leher. Dia syok dan tidak bisa banyak bergerak. “Untung waktu itu temenku enggak separah aku, jadi bisa ngamanin barang-barang, dan juga ngurus ke rumah sakit,” kata Qorry, Selasa (15/8/2023).
Perjalanan yang seharusnya menyenangkan justru menjadi pengalaman yang tidak diharapkan. Beberapa hari kemudian, Qorry pulang ke Jogja.
Sayangnya rasa sakit belum kunjung membaik. Perlu rasanya mengontrol dan mengecek keadaan di fasilitas kesehatan
Qorry datang ke klinik yang berada di sekitar Jalan Jenderal Soedirman, Jogja, yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
"Langsung ke klinik, urus administrasi sebentar, dan langsung dilayani. Untungnya semuanya bisa cepat, jadi enggak perlu nahan sakit terlalu lama,” kata perempuan berusia 21 tahun ini.
Setelah mendapat penanganan dokter, kondisi kesehatan Qorry semakin membaik. Dia juga semakin tenang mengetahui kondisi yang dialaminya memang efek benturan, tidak semakin parah. Memang fasenya seperti itu.
Ini bukan kali pertama Qorry mengakses layanan menggunakan BPJS Kesehatan di Jogja. Sebelumnya, dia memeriksakan giginya yang berlubang dan pecah. Akses pertama untuk pemeriksaan kondisi gigi. Yang kedua untuk proses pencabutan gigi yang bermasalah.
Tindakan yang berlangsung di Puskesmas Depok, Sleman, berjalan dengan lancar. Dari yang sebelumnya terganggu dengan lubang di gigi saat prosesi makan dan lainnya, kini sudah kembali nyaman untuk beraktivitas.
“Lumayan membantu meringankan biaya pengobatan gigi,” kata Qorry. “Dulu waktu di puskesmas diberi edukasi, kalau punya kesempatan tiga kali berobat, walaupun faskes di BPJS Kesehatan bukan di Jogja. Tetapi kalau akan lama di Jogja memang baiknya merubah faskes,” katanya.
Kini kondisi tubuh Qorry sudah kembali pulih. Masalah gigi dan efek benturan saat kecelakaan semakin membaik. Dia bisa melanjutkan pengerjaan skripsinya yang hanya menyisakan beberapa bab lagi. Dia menargetkan untuk bisa lulus dan wisuda tahun ini. Dan BPJS Kesehatan, punya andil dalam proses perjalanannya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pekan Raya Medika 2026 FK-KMK UGM digelar 25–26 September dengan sekitar 1.000 pengunjung dan agenda riset, kesehatan, hingga inovasi.
WNI bisa memanfaatkan bebas visa transit China hingga 240 jam. Simak syarat, durasi tinggal, dan daftar negara yang berlaku pada 2026.
Klasemen Asian Games 2026 hingga Minggu malam, Indonesia berada di peringkat 14 dengan 2 emas, 5 perak, dan 17 perunggu.
Hamzah Batik Malioboro terbakar Senin dini hari. Sebanyak 12 mobil damkar, water cannon Polresta Jogja dan truk damkar TNI dikerahkan.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.
28 September 2026 diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional, Hari Pertambangan dan Energi, Hari Hak untuk Tahu, dan Hari Rabies Sedunia.