Prabowo dan Narendra Modi Disambut Antusias Pelajar dan Warga Sleman
Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi disambut ratusan pelajar dan warga di Sleman saat menuju Candi Prambanan, Rabu.
Ilustrasi rambu putar balik./freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Penempatan penggal jalan untuk putar balik kendaraan (U-turn) di Jalan Magelang, Km.14, tepatnya di depan RSUD Sleman yang dinilai kurang tepat bakal dievaluasi. Pasalnya, di lokasi sekitar penggal jalan itu kerap terjadi kecelakaan lalu lintas.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sleman, Arip Pramana menerangkan forum lalu lintas digelar Dishub Sleman bersama sejumlah instansi untuk membahas kelancaran arus lalu lintas. Forum ini mengidentifikasi permasalahan lalu lintas yang terjadi, untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di Jalan Magelang Km.14, tepatnya di depan RSUD Sleman.
Salah satu pokok bahasannya yakni mengidentifikasi penempatan dan fungsi U-turn yang ada di jalan sekitar area RSUD Sleman. "Itu juga mau dikaji dari BPTD. Kami hanya memfasilitasi pertemuan forumnya. Itu kan terus dikaji, itu [U-turn] kalau digeser, gesernya di mana? Itu yang melakukan BPTD dan PJN," kata Arip, Selasa (5/9/2023).
BACA JUGA: Kecelakaan Bus Eka Cepat vs Sugeng Rahayu di Ngawi, 3 Orang Meninggal
Bukan tanpa sebab, forum ini digelar lantaran di area tersebut setidaknya telah terjadi tujuh kecelakaan lalu lintas. Banyaknya pergerakan lalu lintas yang menyebabkan konflik lalu lintas pada U-Turn diduga menjadi salah satu penyebab kecelakaan. "Itu kan lokasi untuk putar baliknya itu terlalu dekat, kemudian juga barengan dengan tempat keluar masuknya ke rumah sakit," jelasnya
Runyamnya lalu lintas kendaraan, membuat potensi kecelakaan di area U-Turn cukup tinggi. Hal inilah yang coba dievaluasi bagaimana penempatan bukaan jalan yang aman untuk menekan angka kecelakaan. "Ada yang crossing, ada yang [sebagainya]. Itu yang berpotensi terjadinya kecelakaan kan karena itu. Itu yang mau dievaluasi BPTD tuh itu, penempatan bukaan dan sebagainya," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala BPTD Kelas III DIY, Yanti Marliana mengungkapkan evaluasi U-turn di depan RSUD Sleman telah dilakukan. Hanya saja, hasil evaluasi belum disampaikan kepada forum lalu lintas. "Sudah kami evaluasi, tetapi belum kami sampaikan lagi ke forum," ucap dia.
Saat ditanya bocoran skema apa yang bakal ditetapkan untuk jalan di depan RSUD Sleman, Marliana menuturkan hasil evaluasi tersebut baru akan disampaikan saat forum lalu lintas. "Hasil evaluasinya nanti kami sampaikan di forum."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Prabowo Subianto dan PM India Narendra Modi disambut ratusan pelajar dan warga di Sleman saat menuju Candi Prambanan, Rabu.
Gelombang panas ekstrem di Prancis tutup Menara Eiffel lebih awal dan pangkas etape Tour de France. Suhu di atas 35 derajat Celsius, siaga merah meluas.
Mario Aji terjatuh di lap 10 dan gagal finis di Moto2 Jerman 2026. Ivan Ortola juara setelah persaingan sengit di Sachsenring, David Alonso crash di lap 19.
Investor Jepang dan Tiongkok melirik KPI Semin di Gunungkidul. Namun hingga kini investasi baru masih sebatas penjajakan dan belum terealisasi.
Lionel Messi rekor 10 assist Piala Dunia, lewati Maradona. Bawa Argentina ke semifinal usai kalahkan Swiss 3-1. Kini siap hadapi Inggris.
Banjir di Guangxi membuat mobil listrik dimanfaatkan sebagai sumber listrik darurat. Fitur V2L membantu warga saat pemadaman listrik meluas.