DPRD Bantul Tuntaskan 7 dari 12 Raperda Tahun Ini
DPRD Bantul telah membahas 7 dari 12 Raperda 2026. Lima Raperda tersisa ditargetkan rampung dibahas hingga akhir tahun.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Kabupaten Bantul mengaku segera mencari sumber air permanen di wilayah yang terdampak kekeringan menyusul musim kemarau yang diprediksi masih berlangsung cukup lama. Keberadaan sumber air permanen di wilayah yang rentan terdampak kekeringan disebut bisa menjadi solusi mengatasi musim kemarau di tahun mendatang.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan, bantuan air bersih yang setiap tahun disalurkan pemerintah daerah tidak bisa diharapkan menjadi satu-satunya solusi dalam mengatasi bencana kekeringan. Oleh sebab itu pihaknya menyebut akan melakukan upaya agar masyarakat di wilayah terdampak kekeringan bisa memiliki sumber air permanen.
"Nanti akan kita upayakan misalnya dengan menyedot air permukaan atau air dari sumber lain seperti sungai dan perairan umum untuk kemudian disalurkan ke wilayah terdampak. Namun upaya itu tentu masih belum cukup, perlu filter yang bagus agar air bisa dimanfaatkan warga," jelasnya Rabu (6/9/2023).
BACA JUGA: Darurat Kekeringan di Bantul Diperpanjang Tiga Bulan
Untuk sementara waktu program penyaluran air bersih dari BPBD dan Dinas Sosial akan diandalkan mengatasi dampak kekeringan. Menurut Halim upaya pengadaan sumur bor pun terlalu berisiko jika ingin dibuat di wilayah terdampak. Sebab jika dilakukan secara berlebihan dikhawatirkan akan merusak potensi air tanah di wilayah setempat.
"Makanya untuk sementara waktu penyaluran bantuan air bersih ini masih kami andalkan sebagai solusi biar warga tetap mendapat pasokan air dan kebutuhan mereka terpenuhi," katanya.
Sebelumnya, Pemkab Bantul telah memperpanjang masa siaga kekeringan di wilayah setempat dari yang sebelumnya 6 Juli hingga 3 September 2023, kini diteruskan sampai dengan 30 November 2023 mendatang. BPBD setempat menyebut bahwa kebijakan ini ditempuh melihat kondisi musim kemarau yang diprediksi masih terus berlanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul telah membahas 7 dari 12 Raperda 2026. Lima Raperda tersisa ditargetkan rampung dibahas hingga akhir tahun.
Gunung Anak Krakatau erupsi enam kali pada Senin pagi hingga siang. Kolom abu mencapai 250 meter dan statusnya masih Level III Siaga.
BMKG Yogyakarta mengimbau nelayan dan wisatawan mewaspadai gelombang tinggi hingga empat meter pada 24-27 Agustus 2026.
Polda Metro Jaya menjelaskan status rekening Supriyono, warga Pati, yang disebut menampung donasi Rp80 juta untuk kebutuhan aksi.
Kemenkop menggelar magang bagi 90 pengurus KDKMP untuk mempelajari model bisnis koperasi pertanian dan serba usaha di pesantren.
Iran mengancam memblokir pengiriman minyak melalui Selat Hormuz jika AS melanjutkan perang ekonomi terhadap Teheran.