Polresta Sleman Tangkap Pelaku Penembakan Airsoft Gun di Maguwoharjo
Polresta Sleman menangkap IR, pelaku penembakan airsoft gun terhadap pelajar di Maguwoharjo. Tiga pelaku lainnya masih dicari.
Gelandang jangkar Laskar Sembada, Wahyudi Hamisi saat menjalani latihan di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Rabu (13/9/2023)./Istimewa-PSS Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Setelah menjalani serangkaian latihan fisik beberapa hari, para penggawa PSS Sleman kembali melakukan latihan taktikal. Latihan ini menjadi salah bentuk persiapan PSS untuk menghadapi Borneo FC Samarinda pada pekan ke-12 BRI Liga 1-2023/24 nanti.
Gelandang jangkar Laskar Sembada, Wahyudi Hamisi mengungkapkan porsi latihan fisik telah diterima pemain selama beberapa hari. Kini porsi latihan bergeser ke materi taktikal jelang laga menghadapi Borneo FC Samarinda.
"Materi latihan setelah libur, lebih banyak porsi latihan fisik dalam beberapa hari ke belakang. Kemudian untuk latihan hari ini kami masuk materi taktikal sebagai persiapan menghadapi Borneo FC Samarinda," Hamisi usai merampungkan latihan di Lapangan Pakembinangun, Sleman, Rabu (13/9/2023).
Menghadapi Borneo akhir pekan nanti, laga ini bakal menjadi hal baru bagi Hamisi. Pasalnya, klub berjuluk Pesut Etam ini sudah lama identik dengan dirinya.
BACA JUGA: Hokky Caraka di Timnas -23, Pelatih PSS Sleman: Sangat Menjanjikan
Namun bicara target hasil pertandingan menghadapi Pesut Etam, Hamisi menginginkan Laskar Sembada mampu mengambil poin dari Borneo FC Samarinda.
"Mengenai target masih sama seperti melawan tim-tim yang lain, yakni mengambil poin di laga tandang. Pra musim kemarin memang saya sudah menghadapi mereka. Namun karena ini kompetisi, kami harus meraih poin di sana," ungkapnya.
Pria kelahiran 28 Juli 1997 itu memberikan gambaran terhadap mantan klub yang pernah ia bela. Borneo kata Hamisi adalah tim kuat, kompak dan akan menjadi lawan tangguh bagi PSS untuk mengambil poin di Stadion Segiri, Samarinda.
"Apapun itu, kami tetap harus berjuang sekuat tenaga untuk membawa pulang poin dari mereka. Target harus kita upayakan dan perjuangkan," tegasnya.
Menurut Wahyudi, penyerang Borneo FC, Stefano Lilipaly layak diwaspadai dalam laga nanti. Lilipaly dinilai Wahyudi punya tendangan akurat dan kemampuan menggiring bola yang bagus.
"Pemain dari Borneo FC yang menurut saya layak menjadi perhatian khusus untuk sekarang ini adalah Stefano Lilipaly. Ia memiliki kemampuan tendangan yang akurat, dribble bola bagus dan satu lagi, feeling golnya sangat bagus. Dia harus diwaspadai," tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman menangkap IR, pelaku penembakan airsoft gun terhadap pelajar di Maguwoharjo. Tiga pelaku lainnya masih dicari.
TNI AD menjelaskan kondisi jembatan gantung Pongpet di Pangandaran setelah tali sling penahan jembatan terlepas usai peresmian.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih meninjau jalan rusak sekaligus mendorong percepatan perbaikan dan penyerapan anggaran.
Industri alas kaki kontraksi pada Agustus 2026. Kemenperin mengungkap penyebabnya, mulai dari permintaan ekspor hingga konsumsi domestik yang melambat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mendorong Festival Babad Siti Kemantren tidak berhenti sebagai kegiatan pelestarian sejarah, tetapi berkembang menjadi penggerak
Vonis Ibrahim Arief dalam kasus korupsi Chromebook diperberat menjadi 5 tahun penjara. Ia juga dijatuhi uang pengganti Rp5 miliar.