Jogja Tuan Rumah Kongres HIMPSI 2026, Ini Agendanya
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Sejumlah pedagang Malioboro berunjuk rasa di kompleks Balaikota Jogja pada Senin (18/9/2023)./Harian Jogja-Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Sejumlah pedagang kali lima (PKL) yang menempati Teras Malioboro (TM) 2 berunjuk rasa di kompleks Balai Kota Jogja, Senin (18/9/2023). Mereka menagih janji kepada pemerintah soal kejelasan wacana relokasi jilid 2 yang disinyalir berlangsung pada tahun depan.
Mereka membawa sejumlah poster dan sempat diadang masuk lewat pintu sisi utara. Setelah beberapa lama, mereka akhirnya diperbolehkan masuk ke dalam, tetapi tidak ada pejabat Pemkot Jogja yang menemui. "Kami sudah bersurat lima kali untuk audiensi tapi ga ada tanggapan," kata Pengurus Paguyuban Tridarma, Supriyati, Senin.
Menurut dia, kedatangan pedagangan untuk beraudiensi dengan jajaran Pemkot Jogja hanya ingin menyampaikan bahwa kondisi pedagang di Teras Malioboro 2 diklaimnya tidak baik-baik saja dan sekaligus minta penjelasan mengenai rencana relokasi. "Aspek ekonominya, infrastruktur juga enggak layak tetapi kami tidak pernah didengar," katanya.
Supriyati juga mengklaim bahwa belum lama ini pihaknya mendapati fenomena adanya non-PKL lorong Malioboro yang muncul dalam data validasi pendataan pedagang yang rencananya akan direlokasi ke tempat baru. "Validasi kita enggak pernah dilibatkan, terkesan sembunyi dan diskriminatif," ujarnya.
"Kami belum pernah melihat data yang di UPT, tetapi 4 September lalu UPT menyebar undangan beserta daftar anggota dan di sana ada nama baru pedagang yang bukan dari lorong Malioboro. Kan di Teras Malioboro 2 ada 1.041 pedagang dari Tridarma ada 923. Kita belum tahu yang nonpedagang berapa," sambungnya.
BACA JUGA: Waswas soal Relokasia Jilid II, PKL Teras Malioboro II Geruduk DPRD Kota Jogja
Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana menyebut penempatan pedagang di Teras Malioboro 2 memang sejak dulu direncanakan hanya sebagai selter sementara saja lantaran lokasi itu ke depannya akan dibangun Jogja Planning Gallery (JPG) sebagai ikon sekaligus destinasi wisata baru di kawasan sekitar. "Intinya tetap untuk datangkan wisatawan yang jauh lebih banyak dari sekarang," katanya.
Menurut Huda, rencana pemindahan pedagang Teras Malioboro 2 direncanakan berlangsung pada 2025 mendatang. Sekarang tahapan yang dilakukan baru perencanaan dan juga DED. "PKL jangan khawatir dan saya kira kalau lah PKL ini dipindahkan tetap dari Pemda dan Pemkot tanggung jawab dikelola dengan sebaik mungkin termasuk promosinya," kata politisi PKS itu.
Huda juga meminta agar instansi yang bertanggung jawab dalam relokasi pedagang Teras Malioboro 2 untuk tetap melibatkan para pedagang dalam setiap tahapan pemindahan. "Semua proses dari PKL akan lebih baik ada dialog dan kebutuhan mereka seperti apa, kalau bisa sejak awal dilibatkan dan masukan dengan PKL yang nantinya memakai," ungkap dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jogja jadi tuan rumah Kongres XV HIMPSI 2026. Bahas kesehatan mental, SDM, hingga ketangguhan bangsa di era global.
Pelajar asal Ngampilan tewas dibacok dalam aksi klitih di Kotabaru Jogja setelah diduga dikejar pelaku dari Jalan Magelang.
Wali Kota Solo Respati Ardi mengevaluasi petugas keamanan Stadion Manahan setelah kasus hilangnya sepeda Polygon viral di media sosial.
Polres Jayawijaya mencatat 24 korban tenggelam akibat jembatan gantung Wouma putus di Wamena berhasil dievakuasi tim gabungan.
Polresta Sleman buka suara soal curhatan Shinta Komala yang mengaku jadi korban kriminalisasi terkait dugaan penggelapan iPhone.
Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta menunda keberangkatan 89 calon haji nonprosedural yang memakai visa kerja hingga iqama.