Selomartani Kembangkan Pertanian Cerdas IoT, Jadi Percontohan Sleman
Selomartani mulai mengembangkan pertanian cerdas berbasis IoT melalui CSR AAMAI 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas petani.
Ilustrasi peresmian Rumah Data Kependudukan di Kampung KB Ngramang./Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKPPKB) Kulonprogo segera merilis Kampung Keluarga Berkualitas (KB) serentak pada awal November 2023.
Kendati demikian, sampah saat ini masih ada setidaknya 58 kalurahan yang belum memiliki kelompok kerja (pokja) Kampung KB.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DPMKPPKB Kulonprogo, Mardiyanta mengatakan bahwa rilis atau launching kampung KB serentak di Kulonprogo akan dilakukan pada 2 November 2023.
“Semua kampung Keluarga Berkualitas rencananya kami launching pada 2 November 2023. Sampai sekarang masih ada 58 kalurahan yang belum menjadi kampung KB,” kata Mardiyanta, Senin (18/9/2023).
Mardiyanta menambahkan saat ini pihaknya sedang membahasan rancangan peraturan bupati (raperbup) tentang pembentukan dan optimalisasi penyelenggaraan kampung keluarga berkualitas. Istilah KB menunjukkan bahwa program tersebut bukan hanya milik Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). “Kalau keluarga berencana kesannya sudah beda. Dinamakan keluarga berkualitas berarti program itu milik sektor,” katanya.
Terangnya, DPMKPPKB akan bertemu dengan bagian hukum Pemkab Kulonprogo dan Kemenkumham guna membahas raperbup tentang pembentukan dan optimalisasi penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas.
Mardiyanta berharap agar raperbup tersebut dapat selesai pada akhir bulan Oktober 2023 mengingat awal November akan ada rilis kampung KB serentak. Setidaknya sudah ada pembentukan pokja kampung KB dan rencana kerja masyarakat.
Dia juga menyinggung bahwa pembentukan kampung KB harus diikuti dengan pembentukan Rumah DataKu. Rumah DataKu akan diurus oleh pemerintah kalurahan. Data yang dikelola bukan hanya mengenai data kependudukan dan keluarga berencana tetapi juga data pembangunan sarana prasarana sampai data di sektor pertanian. “Setiap ada kampung KB maka di situ harus ada Rumah DataKu,” ucapnya.
BACA JUGA: Ratusan Pasangan Usia Subur di Kota Jogja Ikuti KB Gratis
Rumah DataKu tersebut akan menjadi semacam ruang data dari berbagai sektor. Data tersebut dapat dimanfaatkan salah satunya untuk mengatasi stunting. Menurut Mardiyanta, data keluarga dengan risiko stunting akan terekam dalam Rumah DataKu.
“Yang jelas Rumah DataKu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kampung KB agar kampung KB itu bisa membuat perencanaan kegiatan atau intervensi kegiatan secara tepat sasaran atau program. Semua berawal dari data. Basisnya ke sana tidak mengira-kira,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selomartani mulai mengembangkan pertanian cerdas berbasis IoT melalui CSR AAMAI 2026 untuk memperkuat ketahanan pangan dan produktivitas petani.
Kawah Sikidang dipadati wisatawan saat libur HUT RI. Kunjungan ke Dieng meningkat hingga 10.000 orang per hari saat akhir pekan.
Gempa M 7,7 NTT berkaitan dengan Flores Back Arc Thrust. Sesar ini berpotensi memicu gempa besar dan memiliki sejarah gempa merusak.
Harga emas Pegadaian Sabtu 15 Agustus 2026 naik. Antam Rp2,782 juta, Galeri24 Rp2,677 juta, dan UBS Rp2,736 juta per gram.
Peringatan Memetri Kaistimewan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan (UUK) DIY dimeriahkan dengan aksi donor darah di Pendopo Parasamya, Bantul Sabtu (15/8/2026).
Memasuki hari keempat, tim SAR mencari empat korban KMP Putri Yasmin dengan memperluas penyisiran Selat Lombok hingga perairan Nusa Penida.