Penemuan 11 Bayi di Pakem Jadi Alarm Pengawasan
Bupati Sleman Harda Kiswaya instruksikan evaluasi total perizinan daycare dan pengasuhan anak seusai penemuan 11 bayi di Pakem. Simak kelanjutan kasusnya di sin
Ilustrasi peresmian Rumah Data Kependudukan di Kampung KB Ngramang./Harian Jogja
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemkab Kulonprogo melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKPPKB) Kulonprogo segera merilis Kampung Keluarga Berkualitas (KB) serentak pada awal November 2023.
Kendati demikian, sampah saat ini masih ada setidaknya 58 kalurahan yang belum memiliki kelompok kerja (pokja) Kampung KB.
Kepala Bidang Pengendalian Penduduk DPMKPPKB Kulonprogo, Mardiyanta mengatakan bahwa rilis atau launching kampung KB serentak di Kulonprogo akan dilakukan pada 2 November 2023.
“Semua kampung Keluarga Berkualitas rencananya kami launching pada 2 November 2023. Sampai sekarang masih ada 58 kalurahan yang belum menjadi kampung KB,” kata Mardiyanta, Senin (18/9/2023).
Mardiyanta menambahkan saat ini pihaknya sedang membahasan rancangan peraturan bupati (raperbup) tentang pembentukan dan optimalisasi penyelenggaraan kampung keluarga berkualitas. Istilah KB menunjukkan bahwa program tersebut bukan hanya milik Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). “Kalau keluarga berencana kesannya sudah beda. Dinamakan keluarga berkualitas berarti program itu milik sektor,” katanya.
Terangnya, DPMKPPKB akan bertemu dengan bagian hukum Pemkab Kulonprogo dan Kemenkumham guna membahas raperbup tentang pembentukan dan optimalisasi penyelenggaraan Kampung Keluarga Berkualitas.
Mardiyanta berharap agar raperbup tersebut dapat selesai pada akhir bulan Oktober 2023 mengingat awal November akan ada rilis kampung KB serentak. Setidaknya sudah ada pembentukan pokja kampung KB dan rencana kerja masyarakat.
Dia juga menyinggung bahwa pembentukan kampung KB harus diikuti dengan pembentukan Rumah DataKu. Rumah DataKu akan diurus oleh pemerintah kalurahan. Data yang dikelola bukan hanya mengenai data kependudukan dan keluarga berencana tetapi juga data pembangunan sarana prasarana sampai data di sektor pertanian. “Setiap ada kampung KB maka di situ harus ada Rumah DataKu,” ucapnya.
BACA JUGA: Ratusan Pasangan Usia Subur di Kota Jogja Ikuti KB Gratis
Rumah DataKu tersebut akan menjadi semacam ruang data dari berbagai sektor. Data tersebut dapat dimanfaatkan salah satunya untuk mengatasi stunting. Menurut Mardiyanta, data keluarga dengan risiko stunting akan terekam dalam Rumah DataKu.
“Yang jelas Rumah DataKu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kampung KB agar kampung KB itu bisa membuat perencanaan kegiatan atau intervensi kegiatan secara tepat sasaran atau program. Semua berawal dari data. Basisnya ke sana tidak mengira-kira,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Sleman Harda Kiswaya instruksikan evaluasi total perizinan daycare dan pengasuhan anak seusai penemuan 11 bayi di Pakem. Simak kelanjutan kasusnya di sin
Kemlu RI mengecam tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0 dan terus mengupayakan pembebasan WNI yang ditangkap.
Talud Sungai Gajah Wong di Bantul ambrol dan mendekati jembatan. DPRD DIY mendesak penanganan darurat sebelum musim hujan tiba.
Barantin membentuk satgas 24 jam untuk mengawasi hewan kurban jelang Idul Adha 2026 dan memastikan lalu lintas ternak aman.
Polres Ponorogo menggeledah ponpes di Jambon usai pimpinan pesantren jadi tersangka pencabulan santri. Polisi sita sejumlah barang bukti.
Harga sembako Banyumas jelang Iduladha 2026 masih stabil. Harga sapi dan domba naik, namun stok pangan dipastikan tetap aman.