Bansos Beras di Jogja, DPRD Ingatkan Warga Miskin Bisa Terlewat
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Ilustrasi. /JIBI-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul telah mengirimkan 135 tangki air bersih ke sejumlah daerah yang terdampak kekeringan di Kabupaten Bantul.
“Sampai kemarin kami sudah [mengirim air bersih] 135 tangki. Jadi dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah [APBD] BPBD ada 72 tangki dan 63 dari donasi Corporate Social Responsibility (CSR),” kata Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Kabupaten Bantul, Antoni Hutagaol saat dihubungi melalui telepon, Jumat (22/9/2203).
BACA JUGA : Musim Kemarau, Dinkes Sleman Imbau Masyarakat Pakai Masker
Bantuan 135 tangki tersebut telah disalurkan ke Kapanewon Dlingo, Kasihan, Imogiri, Pleret, Pundong, Pajangan, dan Piyungan. Diperkirakan air bersih tersebut dapat dimanfaatkan bagi sekitar 4.382 Kartu Keluarga (KK) atau 17.119 jiwa.
Menurut Antoni selama tahun 2023, BPBD Kabupaten Bantul menyiapkan 328 tangki air bersih dengan kapasitas 5 ribu liter per tangki. Menurut Antoni, air bersih yang dikirimkan BPBD Kabupaten Bantul tergolong masih sedikit, hal itu karena sebagian kebutuhan air bersih sudah dicukupi oleh CSR.
“Kami masih banyak karena kita juga dibantu PMI dan Tagana dan ada donasi dari CSR, Polri, sehingga kita tetap keluarkan bantuan dari APBD dan donasi,” katanya.
Menurut Antoni anggaran APBD 2023 untuk pengiriman air bersih tahun 2023 ada Rp.22,6 juta. Menurutnya anggaran tersebut lebih tinggi daripada anggaran tahun lalu yang sekitar Rp.20 juta. Kenaikan anggaran tersebut menurut Antoni karena ada perkiraan musim kemarau tahun ini berlangsung lebih lama.
“Tahun lalu [terjadi] kemarau basah, sementara tahun ini luar biasa, tidak ada hujan selama musim kemarau,” katanya.
Menghadapi kekeringan yang diperkirakan terjadi hingga Desember kuadran pertama, BPBD Kabupaten Bantul mengimbau agar masyarakat bijak menggunakan air bersih.
“Masyarakat diharapkan betul-betul memanfaatkan air dengan bijak, jangan menimbun air. Tapi justru yang dapat banyak air bisa membantu sekitar,” katanya.
Dia juga mengimbau bagi masyarakat yang mengalami kekurangan air bersih pun dapat menghubungi BPBD Kabupaten Bantul. Setelah melakukan pengajuan, BPBD Kabupaten Bantul akan melakukan asesmen, kemudian apabila permintaan pengiriman air bersih tersebut telah disetujui, maka akan dikirimkan dalam 2-3 hari.
Ia berharap air bersih yang disiapkan BPBD Kabupaten Bantul dan beberapa batuan dari CSR dapat mencukupi kebutuhan air bersih di Kabupaten Bantul hingga musim hujan dimulai.
“Semoga bantuan [air bersih] dengan APBD dan CSR ini cukup, sehingga tidak perlu belanja tidak terduga (BTT),” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Kota Jogja meminta penyaluran bansos beras tak hanya terpaku DTSEN agar warga yang baru jatuh miskin tidak terlewat.
Atasi HP Android penuh! Kenali data sisa aplikasi yang lolos dari proses uninstall. Pelajari cara membersihkan folder Android/data yang tersembunyi dan buat rua
Pendampingan UTY dan Instiper Dorong Kampung Wisata Bimomartani Dikenal Wisatawan Nasional dan Internasional
Enam kelompok tani kopi di Pakem dan Cangkringan menerima fasilitas Darling Kopi Merapi untuk memperluas pemasaran dan meningkatkan nilai tambah produk.
Jonatan Christie berhasil lolos ke babak 16 besar BWF World Championships 2026 usai menaklukkan Jason Teh Jia Heng di babak 32 besar. Amri Syahnawi/Nita Violina
Ganda campuran Indonesia Bimo Prasetyo/Arlya Nabila Thesya Munggaran tersingkir di babak 32 besar BWF World Championships 2026 usai kalah 13-21, 16-21 dari pasa